Cara Belajar Abang Ranu di Rumah


Setahun terakhir ini, aku & Ojrahar membebaskan Abang Ranu main gadget sesukanya. Tanpa dibatasi dengan ketat seperti sebelumnya. Dia boleh nonton TV, main video game, juga nonton YouTube. 

Dulu kami memang sempat khawatir. Sama seperti para orang tua lainnya. Takut anak tumbuh jadi anti sosial kalau diberi gadget, keasyikan lalu kecanduan, sehingga malas main di luar dan berpengaruh pada terhambatnya tumbuh kembang. Tapi ternyata kekhawatiran itu tidak terjadi pada Abang Ranu. Gadget malah jadi sarana belajar seru. Penasaran bagaimana bisa? Begini ceritanya... 

Abang Ranu & YouTube 


Sebelum genap umur 2 tahun, Abang Ranu sudah bisa berhitung angka 1 sampai 10 dalam bahasa Inggris & Indonesia. Mengenal dan hafal alfabet dari A sampai Z juga dalam 2 bahasa. Begitu juga huruf hijaiyah, warna-warna dasar dan sekunder, bentuk-bentuk geometri, atau nama-nama benda, buah dan hewan. Semua dia pelajari sendiri dari menonton YouTube. 


Pertama kali aku tau adalah ketika kami sedang jalan-jalan. Di sebuah lampu lalu lintas saat kendaraan kami berhenti, tiba-tiba dia menunjuk ke lampu yang sedang menyala. 

"Ah, wed, wed, wed," katanya. 

Awalnya aku nggak paham. Tapi lama-lama ngerti. O, yang dia maksud itu 'red' toh! O, dia udah tau warna, toh! Takjub lah aku dibuatnya. 

Penasaran, aku tanya, "red bahasa Indonesianya apa sih, bang?"

"Melah", dia jawab.

Lalu di lain kesempatan, saat aku ajak dia naik ojek online, sibuk lah dia mengeja huruf-huruf yang dibordir di jaket bagian punggung yang dipakai driver.

"Ji, ou, jey, i, key," abang mengeja tulisan 'GOJEK' keras-keras, sambil menunjuk setiap huruf di punggung driver. 

"Anaknya udah sekolah TK ya, bu?" tanya driver kemudian. Pertanyaan yang membuatku senyam-senyum bahagia dan kepingin bangga untuk jawab bahwa Abang masih 2 tahun. MasyaAllah. 

Jadi sejak itu, dari pada melarang anak main gadget, aku lebih memilih untuk selalu mendampinginya belajar dari YouTube. Dan mengulang apa yang diajarkan di YouTube saat traveling, jadi metode belajar seru dan menyenangkan bagi kami. Dan aku rasa, dari gadget Abang Ranu banyak belajar bahasa Inggris dengan cepat. 

Abang Ranu & TV


TV di rumah hampir selalu ON sepanjang hari. Dan acara yang diputar pun hanya tayangan aman untuk anak. Kami menonton acara lain kalau anak-anak sedang tidur saja. Eh, suka juga sih nonton acara yang bukan tayangan khusus anak-anak bareng Abang Ranu. Biasanya pertandingan olah raga, seperti sepak bola, badminton, atau MotoGP. 

Kalau di TV lagi nggak ada acara anak-anak, dan si Abang lagi kepingin nonton TV, biasanya kami putarkan video yang sudah didownload dari YouTube. Walau kadang aku jadi agak ribet sih, mesti rajin download video baru biar nggak bosen. Ini yang kadang bikin kepikiran untuk langganan MNC Vision. Soalnya MNC Vision punya channel bersifat edutainment untuk anak-anak mulai usia 0 tahun. Ragam acaranya juga dilengkapi berbagai fitur terbaik untuk mendukung belajar anak. Heuheu. 


Contohnya nih, ada Baby TV yang merupakan channel belajar sambil bermain untuk batita usia 0-3 tahun, dan ada Cbeebies sebagai channel yang mengasah kreativitas anak. Lalu nanti kalau Abang Ranu sudah beranjak lebih besar, dia bisa mulai belajar bahasa Mandarin sejak dini di channel MiaoMi.

Atau, untuk MasKa Daffa Abyan yang sudah duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), mereka bisa nonton besmart yang merupakan channel bimbingan belajar pertama di Indonesia. Belajar pasti seru karena Channel besmart menawarkan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa SD, jadi bisa melakukan bimbingan belajar tanpa harus meninggalkan rumah. Materi pelajaran yang ditayangkan juga sesuai dengan standar kurikulum nasional SD loh. 

Nggak cuma itu, MNC Vision juga memberikan tayangan menarik berisi pengetahuan dunia dan memuat wawasan luas seputar teknologi terkini, sejarah dunia, flora & fauna lewat channel-channel dokumenter seperti BBC Earth, Animal Planet, Discovery, History, National Geographic dan lainnya. 

Selain belajar, beragam tayangan hiburan juga ada pastinya. Seperti film dan kartun favorit di Disney Channel, Nickelodeon dan channel-channel lainnya yang disukai anak.

Jujur, aku tertarik banget nih sama MNC Vision. Kamu juga nggak?

Abang Ranu & Mainannya


Memberikan kebebasan soal gadget pada Abang Ranu ternyata nggak membuatnya kecanduan yang gimana-gimana gitu. Justru kalau aku perhatikan, aktivitas fisiknya juga jadi lebih banyak karena terinspirasi dari apa yang dia tonton. 


Misal, gara-gara nonton vlog anak-anak main bowling, dia jadi meniru main bowling juga. Disusunnya botol-botol susu bekas, lalu dilempar dengan bola kasti dari jauh. Nanti kalau berhasil merobohkan semua botolnya, dia akan bilang 'STWAIK' (baca: strike) keras-keras. Lalu botol-botolnya disusun lagi, dan dilempari lagi.

Contoh lain, gara-gara nonton channel review mainan anak, dia jadi semangat memainkan bermacam mainan. Pasir kinetik, play dough, puzzle, mobil-mobilan, sepeda, dll.

Jadi kadang, dia buka YouTube sih cuma bentar, trus semacam dapat ide mau main apa gitu, lalu gadgetnya akan ditinggal dan dia beralih ke mainannya. Untuk sekarang si abang lagi seneng-senengnya main lempar bola basket, bowling, dan papan seluncuran kelereng.

Oya, ngomongin soal anak main, kebayang kan rumah udah kayak kapal pecah tiap hari. Tapi aku udah nggak peduli. Bagiku, anak bermain dan belajar seru tanpa batas di rumah adalah hal terbaik. 

Abang & Anggota Keluarga Lainnya


Dalam hal komunikasi, kemampuan berbahasa si Abang semakin baik. Kosakata bertambah banyak dan mulai bisa diajak ngobrol, bercerita atau melaporkan sesuatu. Misal, saat mendengar adiknya menangis dia akan bilang, "ibu, adek angis", atau saat melihat kucing masuk rumah, "ah, ucing macuk umah". 

Sebagai ibu yang pernah merasa takut dia bisu (sebab sempat sampai umur 2 tahun dia belum bisa menyebut kata "ibu", bisanya bapak duluan), tentu saat ini aku senang sekali. Apalagi momen kebersamaan kami juga semakin berkualitas. Setiap hari sebelum tidur, kami nyanyi-nyanyi bareng lagu yang sering ditonton di YouTube. Kami juga berhitung dan membaca.


Biasanya kami menghitung jari, bantal, atau apa saja di sekitar kami yang bisa dihitung dan disebut namanya, warnanya, serta dieja hurufnya. Dan menurutku, ini adalah salah satu cara belajar yang tidak membosankan di rumah.

Sekarang, hari-hari dengan Abang Ranu adalah saat-saat yang menyenangkan. Nggak ada lagi drama nangis minta hape, atau tantrum karena dipaksa udahan nonton YouTube. Dia bisa dengan iklas memberikan hapenya saat diminta udahan main game kalau kurasa sudah kelamaan, sebab dia tau bahwa toh nanti boleh pinjam lagi.

Atau mungkin dia mengalamai fenomena seperti yang dijelaskan dalam hukum Gossen? Bahwa tingkat kepuasan akan semakin berkurang jika kebutuhan itu dipenuhi terus menerus. Bisa jadi kan, karena selalu merasa dilarang main gadget jadi penasaran dan minta terus. Sementara Abang Ranu yang diberi kelonggaran, malah seringnya dia duluan yang memutuskan berhenti dan memilih main dengan kakak-kakaknya.

Sering untuk mengetes kepekaan dan responnya dalam berkomunikasi, aku sengaja mengajaknya bicara saat dia terlihat fokus pada gadget. Caranya dengan ajakan untuk melihat hal lain. Seperti, 'abang, abang, liat tuh di luar ada burung', atau ajakan lain. Ini berguna juga untuk menjaga kesehatan matanya. Kan harus diselingi dengan melihat jarak jauh setiap 20 menit setelah menatap layar gadget. Alhamdulillah sih, si abang selalu merespon nggak pakai malas. 

Dengan kakak-kakaknya juga dia suka main bersama. Mulai dari main lempar tangkap bola, sampai baca buku bareng juga suka. 

Balik lagi soal gadget, dampak positif dan negatifnya memang seperti 2 sisi mata uang. Tidak bisa dipisahkan. Tetapi, asal tau triknya, kita bisa meminimalisir pengaruh buruknya, dan mengambil manfaat sebanyak-banyaknya.

Selamat Hari Anak Sedunia


Sebenarnya, aku menulis ini untuk ikut meramaikan Hari Anak Sedunia yang diperingati setiap tanggal 20 November, sekaligus mencatat milestone Abang Ranu, balita pintarku yang saat ini sudah berusia 3 tahun.


Oya, dalam rangka memperingati Hari Anak Sedunia, MNC Vision berkomitmen untuk terus menghadirkan beragam tayangan edukatif dan menghibur. Seperti yang sudah sempat kusinggung di atas tadi, beragam tayangan edutainment ini juga dilengkapi oleh fitur terbaik yang dapat mendukung tumbuh kembang dan kreativitas anak, serta melengkapi edukasi di luar jalur pendidikan formal.

Sejalan dengan yang ditulis oleh Leifer dkk dalam Elizabeth Hurlock tahun 1980, bahwa... 

“Televisi bukan hanya merupakan hiburan bagi anak-anak, tetapi juga merupakan sarana sosialisasi yang penting”.

Untuk itulah MNC Vision terus menghadirkan tayangan berkualitas untuk mendukung tumbuh kembang anak dengan melengkapi jalur pendidikan formal yang diterima di sekolah melalui platform TV berlangganan.

Dan demi memberikan kenyamanan serta rasa tenang bagi orang tua, MNC Vision juga menghadirkan fitur parental lock, dimana orang tua dapat mengontrol dan membatasi channel-channel apa saja yang dapat ditonton oleh anak-anak. Jadi para orang tua kini nggak perlu khawatir saat anak-anaknya menonton TV. Soalnya MNC Vision menghadirkan tayangan berkualitas dan fitur terbaik untuk anak.

Intinya sih, belajar itu menyenangkan kalau kita tau tips-tips belajar seru dan efektif. Tentunya, harus disesuaikan dengan kondisi dan karakter anak.

Kalau untuk Abang Ranu, aku merasa sudah menemukan cara belajar yang menyenangkan di rumah, yaitu dengan memanfaatkan gadget. Kalau kalian gimana? Share dong aturan penggunaan gadget di rumah! 

38 komentar

  1. ibuuuuuu aku mau wed wed wed :) Ih Ranu udah lama gak lihat dia nih rambutnay makin gondrong aja

    BalasHapus
  2. Saya seneng banget lihat foto kebersamaan Ranu dan Karla. Saya juga tadinya parno kalau anak dikasih gadget atau menonton tv. Tetapi, setelah dijalanin ternyata gak ada salahnya. Asalkan tau bagaimana mengelolanya atau memilihkan channel yang bagus

    BalasHapus
  3. Abang Ranu ganteng banget, kiyut, kalau saya sekarang masih membatasi sih, soalnya pernah kebablasan, Fathan main gadget tiap hari, jadi sekarang dia boleh main gadget sepuasnya hari Sabtu-Minggu, hari lain boleh nonton tivi aja

    BalasHapus
  4. Anakku belajar warna, bahasa Inggris, dan Spanyol gegara suka nonton film anak-anak di tv dan cd Mba. Banyak kok positifnya, cuma untuk internet sekarang aku batasi soalnya dah kelas 6 SD ��

    BalasHapus
  5. Anakku, Adis karena suka nonton acara anak-anak yang ada MC anaknya malah gercep banget kalau diajak bikin video ala-ala presenter. Yang lucu waktu sakit beberapa hari lalu, minta dibikinin video dia lagi menggambar buat diupload ke YouTube

    BalasHapus
  6. MasyaAllah pinternya bang Ranu.. memang tontonan berpengaruh banget kalau buat anak-anak yaa, kudu pinter2 milih yang berkualitas sesuai umurnya :)

    BalasHapus
  7. Iiih..makin ngefans deh sama Abang Ranu.. Pinter berpose juga dia ya.. Eh, atau ini krn ibuk nya yg pinter milih angel2 keren Abang & adek ya..hehe.. Salut pokoke buat semuanya...

    BalasHapus
  8. Pinternya abang Ranu ya bisa ngemong adek Karla. Btw kak Noe yang bikin aku suka sama blog mu tuh bukan hanya bacaanya lho tapi foto-fotonya itu lho,,,Apikkk tenan hehe.

    BalasHapus
  9. anakku yang 22 bulan lagi seneng ngaji, mbak. sama mencocokan warna dari kain flanel.

    BalasHapus
  10. si abim juga sudah hapal semua alphabet ma hijaiah ma angka 1-10 tapi kalau disuruh baca ma ngapalin hurufnya kok ga mau mulu ini, mamak sedih :(

    BalasHapus
  11. Aih pintarnya Abang Ranu. Ini mah udah cerdas ya ukurannya! Anak tu peniru ulung ya Mbak. Di TV ada tayangan anak main air (kecek), ini bayiku juga maunya kecek mulu. Eh Mbak Noe tau kata kecek nggak ya? hihihi

    BalasHapus
  12. memang perlu pas yang mengatur jadwal anak-anak dengan gadgets...terlalu dilarang malah jadinya penasaran..dan makin semangat untuk sembunyi-sembunyi nonton. Yang penting kita tau kalua content yang mereka tonton dan nikmati sesuai dengan usianya

    BalasHapus
  13. Sangat perlu menyaring tontonan anak2 di era milenial, mengingat informasi tak bisa dibendungi lagi. Btw baru tau kalau mnc punya channel 2 edukatif thanks mba infonya

    BalasHapus
  14. Senangnya sekarang ya ada channel MNC ini, anak-anak bisa mendapatkan alternatif tayangan tivi yang bermanfaat.

    BalasHapus
  15. mbak...fotonya lucu-lucu anet sih...
    Abang Ranu pinter, belajarnya sambil main jadi gak ngerasa kalau itu belajar. Bagiku, nonton youtube asal didampingi itu ada untungnya juga sih, mengajarkan anak tentang sesuatu yang kadang kita lupa untuk ngajarin...

    BalasHapus
  16. huaaaaaa, kayaknya wajib segera punya ini MNC Vision biar Kakak Faraz gak semakin kecanduan dgn Youtube ajah. Trus Adek juga bisa belajar di Baby TV, karena klo dari gadget Kakak yang lebih menguasai, fufufuhh.
    kereeenn ihh Abang Ranu, walau sering nonton tapi tetap mau beraktivitas, ngikutin yang ditontonnya pula yaakk, anak pintar ;)

    BalasHapus
  17. Ponakanku sekarang juga udah gak terlalu main HP. Kadang minjem bentar lalu udahan. Dulu kalau nonton yutub ya kutungguin dan dia nyari kartun, bahas Inggris gitu. Emang lumayan buat belajar bahasa asing

    BalasHapus
  18. Sebagai orang tua kita emang harus selektif memilah dan memilih tontonan yang sesuai untuk anak.

    BalasHapus
  19. Semua pembelajaran ada plus dan minusnya ya mba, intinya kembali lagi tetap harus dalam pantawan

    BalasHapus
  20. Bener nih YouTube jadi ajang penemuan ide untuk bermain yang menyenangkan dan tetap kreatif ya.

    BalasHapus
  21. Aku dulu pas masih pakai TV langganan, seneeeng banget ndampingin anak nonton channel Baby TV. Gambarnya cerah, musiknya sederhana dan lagunya mudah dihafal. Sayang banget ih pas pindah Jawa belum terjangkau sama layanan internet dan TV. Jadi pindah ke Youtube deh. Tiap hari ada screen time buat anakku, Mba Noe. Antara jam 2-3 sore, pas si kakak udah pulang sekolah :)

    BalasHapus
  22. Miqdad sukanya ngobrol. Jadi belajarnya sambil ngobrol sama orang rumah.

    BalasHapus
  23. Memang benar, kalau digunakan dengan bijak, internet bisa membantu semua lini kehidupan. Termasuk tempat belajar untuk anak-anak ya, Mbak ...

    BalasHapus
  24. Gadget dan tv sama2 ada plua minusnya ya mba. Tergantung kita orang tua bagaimana mengarahkan nya. Yang penting pendampingan bahkan bisa jd sarana edukasi yg asyik ya

    BalasHapus
  25. wah hebat nih Ranu bisa baca ji o jei i kei. Main bareng yuk! tapi ga pakai gawai yaa soalnya SID lagi diet gawai.

    BalasHapus
  26. Emang mendidik anak harus menyesuaikan dengan zamannya ya. Jadi mengajari anak buat mengendalikan diri, bukan melarang

    BalasHapus
  27. Keponakanku suka nonton kartun di televisi dan aku pun sering mendampingi keponakan saat nonton kartun. Kalau main game di hape atau nonton kartun di Youtube aku bolehin sih tapi pas keponakan libur sekolah.

    BalasHapus
  28. Suka banget melihat foto abang Ranu dan adek Karla berdua itu.
    Iya ya emang belajar apalagi buat anak kecil bisa dari apa aja di sekitar mereka :D

    BalasHapus
  29. Eh kelupaan komn ttg TV-nya haha, aku jg izinin anak2ku nonton TV mbak, krn kami pakai TV berlangganan jg, jd bisa pilih channel2 edukatif :D

    BalasHapus
  30. Bangga deh sama MNC Vision yang memiliki komitmen besar untuk menampilkan tayangan yang edutaiment. Apalagi dengan kreativitas berkembang tumbuh anak dari jalur pendidikan. Semoga stasiun tv yang lain juga bisa memberikan edukasi-edukasi yang baik.

    BalasHapus
  31. Aku seneng bangeeet lihat mereka dua ini kalau kamu foto Mbaak, dapet banget ekspresinya :) Ranu makin pintar dan dedek juga makin ceria ya.... Akupun bukan tipe yang anti nonton, yang penting seperti kata Mbak Noe, kudu jaga kualitas tontonannya :)

    BalasHapus
  32. yaampunnn please itu pipi dikondisikaaan.. gemes banget sih >.< btw mnc vision bagus2 juga ya tayangan untuk anak2nya... aku di rumah pake layanan mnc juga mba tapi aku pake mnc play (wifinya)

    BalasHapus
  33. Pingin langganan juga...tapi buat mamak nyetel saluran islami macam Rodja TV.
    Karena kalau anak-anak, rasanya energinya sudah habis di sekolah, jadi ga sempet nonton tv.

    Hanya kalau liburan, sesekali butuh.

    BalasHapus
  34. Abang Ranu pinter banget naak..belum 2 tahun udah bisa ngitung dan kenal huruf.

    BalasHapus
  35. Faris selalu menunggu hari Sabtu dan Minggu dimana saat itu boleh mainan gadget. Hahahaa...suka kesian kadang kalau ngeliat betapa sakaunya dia saat menunggu itu. Tapi ya gimana lagi ya. Kapan hari malah sempat 2 minggu ngga pegang sama sekali karena matanya jadi kering dan terus kedip2 mengkhawatirkan.

    BalasHapus
  36. senang nya liat postingan ini, foto2nya bagus, ceritanya abang ranu ah so sweet
    selamat hari anak sedunia , ih jadi baper deh hehehe.semoga anak2 kita sehat selalu dan bahagia ya

    BalasHapus
  37. Lengkap juga ya tayangan di MNC Vision ini. Jadi pengen berlangganan juga deh. Supaya anak2 dapat tayangan yang berkualitas.

    BalasHapus
  38. Aku sukaaa banget ama rambut dek ranu, kriwil2nya baguuuus :) . Aku juga tipe yg ngizinin anak pegang gadget sih mba. Tp ama suami dibatasin hari. Tp ya sudah, yg ptg anak2 tau batasanya apa :) . Aku hrs akuin, anakku jg belajar banyak dr youtube sbnrnya. Dia tau vocab dlm bhs inggris kebanyakan dr youtube. Jd buatku ini bisa berguna kok :)

    BalasHapus

Sila berkomentar untuk meninggalkan jejak, supaya memudahkan saya juga untuk kunjungan balik. Cheers!