Review Tas Bayi Anello-like


Akhir-akhir ini aku sering galau soal tas bayi​. Penyebabnya adalah karena backpack satu-satunya yang aku punya (ransel merwh di foto atas) sudah rusak. Robek di bagian jahitan dekat resletingnya. Mungkin dia lelah karena beban terlalu berat. *Asyek

Rusaknya udah lama sebenarnya. Sekitar 6 bulanan lalu. Dan selama itu, aku jadi mengandalkan Gabag Cooler Bag, baik sebagai diaper bag kalau traveling dengan baby Karla, juga sebagai cooler bag untuk bawa ASI Perah dari kantor setiap hari.

Sayangnya, tas jinjing itu bukan aku banget. Pun tas model selempang atau yang biasa disebut sling bag. Itu juga alasan mengapa tas bayi​ model selempang yang aku dapat dari kado lebih banyak nganggurnya.

Nah karena itu lah aku jadi sering kepikiran untuk beli ransel lagi aja. Daripada pundak pegel sist, pakai sling bag yang bebannya cuma di salah satu pundak, atau tas jinjing yang menurutku ribet karena tangan nggak bebas. Sayangnya, aku tu cuma bisa kepikiran doang selama ini. Soalnya nggak ada budget sist. Wkwk. 

Tetapi akhirnya seminggu yang lalu aku menyudahi kegalauan itu, karena ada teman baik yang memberi aku voucher belanja gratis di sebuah e-commerce. Yeah, Alhamdulillah seneng banget aku. 

Menyesuaikan nominal voucher, aku memilih tas bayi​ ​dengan model mirip Anello. Selanjutnya, mari kita sebut tas ini dengan nama Anello-like, alias tas mirip Anello. Hehe. Tau kan ya, tas Anello asal Jepang yang terkenal banget itu.


Nah sekitar setahun belakangan ini, aku sering banget liat iklan diaper bag dengan disain model yang sama, ditambah modifikasi di beberapa bagian, seperti terdapat 3 kantong untuk menyimpan botol susu, dan resleting tambahan di bagian belakang tas untuk akses mengambil diapers atau barang lain tanpa harus membuka resleting utamanya.

Review Tas Bayi​ Anello-like 


Yang paling aku suka, sebenarnya adalah kapasitasnya yang jauh lebih besar dari kelihatannya. Kompartemen utamanya besar dan bisa muat banyak. Tapi saat resletingnya ditutup, ukuran tasnya terlihat normal, nggak terlalu besar menggembung. 

Aku bahkan bisa memasukkan cooler bag Gabag ke dalam kompartemen utama saking gedenya itu tas bayi. Haha. 

Jadi kalau selama ini, sejak ranselku rusak, aku selalu bawa 2 tas ke kantor. Satu cooler bag dan satu sling bag. Cooler bag untuk bawa ASIP, dan sling bag kecil untuk bawa dompet, hape beserta cargerannya, ditambah satu pouch imut isi lipstick dan beberapa kawan-kawannya. 

Sekarang setelah punya Anello-like diapers bag ini, aku tetep bawa 2 tas, tapi cooler bagnya masuk ke Anello-like. Jadi berasa cuma bawa 1 tas aja, yeay!

Lanjut soal fitur Anello-like diapers bag. Di dalam kompartemen kedua, ada 3 kantong untuk menyimpan botol susu. Dengan begitu, rasanya aku udah nggak perlu bawa cooler bag ke kantor. Karena perjalanan dari kantor ke rumah maksimal cuma 1 jam. Masih bisa ditoleransi sebenarnya kalau untuk bawa ASI perah dalam perjalanan pulang. Tapi kuatir macet di jalan atau hal lain, aku tetep bawa cooler bag ke kantor.

Oya, aku juga suka bagian dalamnya yang dilapisi kain. Jadi bahan lapisan luar yang cenderung kasar tidak menyentuh barang-barang yang kita simpan di dalam tas. Atau minimalnya, nggak kesentuh kulit saat kita mengaduk-aduk bagian dalam tas.

Yes, bagan terluar tas memang bahannya agak kasar. Itu yang aku kurang suka ya. Nggak seperti Anello beneran yang teksturnya lembut banget gitu. Ya, semoga kapan-kapan ada rejeki untuk beli Anello yang asli. Aamiin. 

Soalnya modelnya itu nggak cuma cakep untuk dibawa mejeng, tapi juga cocok untuk dijadiin tas bayi sih. Betul nggak?

Tidak ada komentar

Sila berkomentar untuk meninggalkan jejak, supaya memudahkan saya juga untuk kunjungan balik. Cheers!