Aku dan 2 Gondrongers di Hidupku


Mau dilihat dari sudut pandang manapun, aku ini bukan sosok ibu yang sempurna. Bukan pula sosok istri idaman. Aku bahkan tak habis pikir, apa yang Ojrahar harapkan dari aku? Masak nggak bisa. Nggak suka masak sih lebih tepatnya. Nyuci, nyetrika, nyapu, ngepel, juga malas. Ampun-ampunan malasnya. Tapi dia tetap disana. Selalu ada untuk mendampingi dan mensuport apapun yang aku lakukan.

Dia juga tak pernah marah. Mungkin pernah, marah, tapi aku nggak sadar. Soalnya dia marah atau enggak, ekspresinya hampir nggak ada beda. Lebih banyak diam dan tetap stick around. Uhuhu, terharu. Iya, dia memang sebaik itu.

Kalau bicara soal kebaikan dia, kadang aku merasa... yaampun, gue tuh enggak banget! Sementara dia dengan penerimaannya yang begitu sempurna itu, bukannya harusnya aku bersyukur?

Sayangnya, realita kehidupan kadang membutakan. Banyak desakan dan himpitan yang kadang membuatku stres dan uring-uringan. Komplain pun sering meluncur dari mulutku, terutama kalau ada hal-hal yang nggak aku suka.

Komplainku, tentu saja mulai hal-hal remeh, sampai yang remeh banget. Misalnya, soal rambut.

Momen setelah menikah, honeymoon a la backpacker. Panas matahari bukan masalah.

Aku jadi ingat, setelah menikah dengan Ojrahar, aku menerima banyak komplain dari keluargaku. Terutama ibuku, juga bapak.

Saat menjelang hari pernikahan kami, bapak bilang "suruh calon suamimu cukur rambut yang bener!"

Aku tau apa penyebabnya. Sehari sebelum bilang begitu, bapak sempat bertemu dengan Ojrahar untuk mengurus berbagai berkas sebagai syarat mendaftar ke KUA. Bapak pasti terkejut dengan gaya rambut Ojrahar yang tidak serapi lelaki kebanyakan.

Sampai sekarang pun, Ojrahar masih sama seperti yang kukenal dulu. Gondrong. Dan itu menjadi hal yang selalu dikritisi oleh bapak dan ibu.

"Suamimu suruh cukur kenapa? Biar rapi dan enak dilihat" begitu saran mereka.

Sebenarnya, aku nggak terlalu mempermasalahkan laki-laki mau rambut pendek, botak, atau gondrong. Tetapi karena terlalu sering mendengar omelan ibu, aku pusing juga. Dan lama-lama jadi terpengaruh. Kupikir, iya juga sih, gondrong itu terlihat semrawut, nggak rapi.

Lihatlah rambut mereka berdua yang mulai menggondrong. Footage dari perjalanan ke Jogja pada September 2017.

Tetapi, sesering apa pun aku mengomel dan memintanya memangkas rambut, sesering itu pula dia tetap bergeming. Paling kalaupun bereaksi, dia cuma bilang "iya, entar", udah. Lihat saja gondrongnya rambut Ojrahar dalam foto di atas. Yang kuingat, terakhir kali dia memangkas rambutnya adalah ketika anak di pundaknya itu baru lahir.

Dunia Tak Akan Runtuh Karena...


Suatu hari, aku nonton sebuah film Indonesia yang entah judulnya apa. Yang aku ingat betul adalah satu adegan paling menohok. Di film itu diceritakan ada seorang anak usia SMP, pulang sekolah dengan wajah muram, sedih, dan takut. Lalu dengan terbata dia bilang ke ibunya yang seorang buruh, "mak, jangan marah ya" katanya lirih dengan kepala tertunduk.

"Kenapa" jawab emaknya dengan nada santai dan tanpa berpaling dari pekerjaannya yang tengah sibuk menjemur padi.

"Aku nggak naik kelas" sahut si anak kemudian.

Dan tau nggak apa jawaban ibunya?

Ibunya memang sempat tertegun. Ia menoleh dan menatap anaknya untuk beberapa saat. Keningnya terlihat berkerut, tetapi kemudian kembali menekuni pekerjaannya. Menggaruk padi yang sedang ia jemur. Lalu beliau berkomentar dengan nada suara tanpa beban.

Dia bilang, "owalah, cuma nggak naik kelas aja kok, kenapa harus marah? Dengar ya, dunia nggak akan runtuh hanya karena kamu nggak naik kelas", komentarnya.

Jleb nggak sih? Terutama di bagian "dunia nggak akan runtuh hanya karena..." itu yang membuat aku teringat betapa bodohnya aku selama ini. Banyak hal remeh aku keluhkan. Seriously? Cuma karena rambut gondrong trus seluruh hariku jadi terasa menyebalkan? Juga merasa kesal sehingga pantas mempertanyakan rasa cintanya dengan kalimat "please, kalau kamu cinta sama aku, cukur lah!" Hahaha. Betapa dodolnya aku! 

Mbolang is my life!

Sedangkan selama ini tak pernah sekalipun kudengar dia mengeluhkan hobi istrinya yang suka mbolang kesana kemari. Bahkan walau di rumah aku lebih suka leyeh-leyeh dan menyerahkan urusan domestik rumah tangga ke pihak lain, sebut lah menyerahkan urusan cuci setrika ke laundri kiloan, atau menerapkan aturan cuci piring masing-masing setelah makan pada seluruh anggota keluarga. Itu demi menghindarkan diriku sendiri dari timbunan piring kotor.

Aku ngakak. Ngakak parah saat menyadari kekonyolanku itu. Ya, mentertawai diri sendiri memang efektif untuk lepas dari rasa bodoh.

Aku menghela nafas panjang setelah lelah mentertawai diri. Lega rasanya. Seperti baru saja menemukan sebuah kalimat sakti jika nanti aku mendapat protes lagi dari ibu dan bapak soal rambut gondrong Ojrahar, yang kini bahkan ditularkan pada Ranu, anak kami.

"Howalah, nduk! Mbok rambute Ranu kuwi dicukur lho. Ben bapake wae sing gondrong. Anake ojo!" (Ya ampun, nak! Coba rambutnya Ranu dicukur. Biar bapaknya aja yang gondrong. Anaknya jangan!" Protes ibuku suatu hari.

Aku membiarkan diriku berfikir beberapa detik setelah mendengar keluh kesah ibuku itu. Mencoba tersenyum sembari mencari nada bicara yang tepat, agar aku bisa menyampaikan kalimat sakti tanpa membuat ibuku tersinggung.

Ibuku, yang kini tak pernah lagi mau memuaingkan soal rambut gondrong

"Mak," kataku hati-hati. Ibuku duduk tepat di sebelahku ketika itu. Dia tengah menimang Karla, bayi perempuan yang baru kulahirkan dan menjadi alasan ibu datang jauh-jauh dari Lampung.

Aku bergeser, duduk lebih dekat dan menempel dengannya. Kusandarkan kepalaku di pundak perempuan yang paling kuhormati itu, lalu mencoba mengutarakan pendapat.

"Langit dan bumi nggak akan runtuh hanya dengan satu atau dua laki-laki berambut gondrong. Jadi santai aja lah, jangan dipikir terlalu berat. Ya nggak?" Ujarku.

Saat mengucapkan itu, aku mencoba menangkap mata ibuku untuk menggodanya. Aku senang itu berhasil. Dia tersenyum simpul sembari menoyor kepalaku. "Pinter bener njawabnya kamu sekarang", ucapnya kemudian. Dan kami tertawa bersama.

Next Story, Next Problem, Next Solution


Aku merasa lega sudah bisa mengatasi perselisihan tentang rambut gondrong dengan ibu dan bapak. Tapi rupanya, itu belum sepenuhnya berakhir. Rupanya, aku hanya memindahkan beban masalah itu ke dalam diriku sendiri. Dan aku terus merasa stres setiap kali melihat rambut gondrong Ojrahar dan Ranu.

Aku resah. Ini tidak benar. Fikirku. Cepat atau lambat, ibu dan bapak pasti akan protes lagi. Meminta Ojrahar dan Ranu untuk cukur pendek saja. Sebab rambut gondrong mereka berdua terlihat menyebalkan. Kusut dan kusam. Bercabang di ujung-ujungnya.

Lihat lah rabut Ranu, tipis, merah, kusut.

Apalagi rambut Ranu yang tipis. Menyedihkan sekali saat aku menemukan kondisi rambut yang menggimbal di beberapa bagian. Jangan harap untuk menyisirnya dengan sisir betulan. Mencoba dengan jari pun tak akan bisa. Yah, walau itu masih mungkin kalau rambutnya masih basah setelah keramas. Tapi segera setelah kering, rambut tipis dan memerah itu akan tampak kusut sekali.

Aku tau ini salahku juga. Selama ini aku selalu melibatkan mereka dalam hobiku. Mbolang dan berteman dengan matahari. Hiking ke bebukitan, main di pantai, juga keliling kota yang terik dan berpolusi. Rambutku sih tertutup kerudung. Tapi mereka? Wajar kalau akhirnya jadi serusak itu.

Aku mulai berfikir lagi. Meminta mereka memangkas rambut jelas tak akan berhasil. Apa aku harus membuat anggaran untuk perawatan rambut mereka di salon? Ah, itu lebih tidak mungkin lagi. Mengingat ekonomi yang pas-pasan. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk mencari produk perawatan rambut untuk mereka berdua, dan tergerak untuk coba Emeron.


Sejujurnya, aku terkejut saat melihat display Emeron di minimarket. Dulu, aku mengenal emeron sebagai shampoo murah. Termurah di antara merek sampo lainnya. Jadi kufikir, kualitasnya pun tak bisa kupercaya. Tetapi dengan meluncurkan rangkaian Emeron Complete Hair Care, aku jadi penasaran. Emeron naik kelas?

Ada 3 varian Emeron Complete Hair Care yang tersedia. Emeron Nutritive Shampoo Black Shine untuk perawatan rambut hitam. Emeron Nutritive Shampoo Soft Smooth untuk perawatan rambut kasar. Terakhir, Emeron Nutritive Shampoo Damage Care untuk perawatan rambut rusak. Setiap varian terdiri dari Shampoo, Conditioner, dan Hair Vitamin. Perawatan rambut alami dalam 3 langkah untuk perawatan rambut dengan hasil yang lebih sempurna.

Melihat masalah rambut yang dialami Ojrahar dan Ranu, jelas aku memilih Emeron Nutritive Shampoo Damage Care yang dilengkapi dengan formula ACTIVE PROVIT AMINO dan kandungan nutrisi alami avocado. Formulanya dapat memperbaiki kerusakan kutikula serta melapisi dan melembabkan permukaan helai rambut.


Sebagian kalian yang membaca sampai bagian ini mungkin ingin protes, mengapa pakai shampoo dewasa untuk anak seumur Ranu? Dia kan masih balita.

Sebelum memutuskan #CobaEmeron pada Ranu, aku sudah mencoba mencari produk conditioner khusus bayi dan anak-anak, tapi hasilnya nihil. Atau mungkin itu karena aku hanya mencarinya di minimarket, supermarket dan baby shop di sekitaran Serang dan Cilegon. Entah kalau baby shop berkelas yang biasannya ada di mal besar Jakarta. Yang aku tau, untuk masuk ke sana saja kadang aku tak bernyali. Bagaimana aku menyembunyikan muka jika nanti keluar toko tanpa mebeli apapun? Jadi, kufikir tak apa pakai Emeron untuk Ranu juga.

Namun untuk lebih meyakinkan diri, aku sempat bertanya kepada seorang teman dokter. Dan ia mengkonfirmasi bahwa tak masalah memakaikan shampoo dewasa kepada anak-anak. Aku lega mendengarnya.

Oya, aku juga punya tip merawat rambut anak yang rusak dengan Emeron Damage Care, sbb;

  • Sounding kepada anak bahwa kita akan memakaikannya shampoo dewasa. Beri tahu juga bahwa mungkin  akan perih di mata. Untuk menghindarinya, bisa gunakan topi keramas anak.
  • Saat keramas, hindari menggosok rambut terlalu keras. Istilahnya, jangan diuyek. Baiknya, tuangkan shampoo ke telapak tangan, busakan, baru usapkan dengan lembut ke rambut yang sudah dibasahi, mulai dari kulit kepala sampai ujung rambut. Pijat lembut kulit kepala sebelum dibilas.
  • Setelah dibilas bersih, aplikasikan conditioner mulai dari pangkal ke ujung rambut. Tunggu beberapa saat, biasanya aku pijit lembut lagi kulit kepalanya baru kemudian bilas sampai bersih.
  • Keringkan rambut dengan cara mengepalnya menggunakan handuk setelah agak kering, aplikasikan vitamin rambut. Ingat, saat mengeringkan rambut dengan handuk, jangan menggosok rambut sehingga terjadi gesekan  antar rambut yang akan  membuatnya semakin rusak.
  • Sisir rambut mulai dari ujung-ujung baru perlahan berpindah semakin ke atas. Jangan menyisir rambut langsung mulai dari pangkalnya.
  • Usahakan anak mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayur, dan minum lebih banyak air putih.


Dan Bagian Terbaiknya Adalah...


Sebulan setelah rutin menggunakan Emeron Nutritive Shampoo Damage Care, aku dapat melihat perubahan yang baik. Rambut Ojrahar terlihat lebih sehat, tidak kusam lagi, tidak kusut dan bisa disisir dengan jari. Begitu juga rambut Ranu. Walau masih tetap tipis, tapi bagian rambut kusut yang hampir menggimbal sudah tidak ada.

Kondisi rambut 2 gondronger setelah 1 bulan pemakaian Emeron Damage Care

Aku paling senang mengelus dan menciumi rambut Ranu setiap kali dia habis keramas. Harum, halus, dan lembut.

Begitu juga dengan Ojrahar, lelaki yang ingin kuhabiskan sisa hidupku bersamanya. Hidup yang di dalamnya ingin selalu kuisi dengan kisah bahagia. Dengan Emeron, satu masalah yang bisa merusak kebahagiaan itu sudah teratasi.

69 komentar

  1. Wah hidupmu benar-benar di antara gondrongers ya mbak. Aku malah baru tau emeron bisa buat anak-anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anak2 boleh kok pakai sampo dewasa ternyata, hehe

      Hapus
  2. Kalau ada di antara 3 lelaki di rumah ku ingin berambut panjang atau gondrong, aku mah oke-oke saja. Bagiku syaratnya Cuma Satu, rambut itu harus bersih dan rapi. Sayangnya ketiganya tidak satupun yang berambut gondrong. Yang satu orang rambutnya sudah mulai rontok dan sedikit lagi bisa disebut botak. Sepertinya harus menemukan perawatan rambut yang cocok ya, seperti yang di atas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, iya mba, gk semua laki2 emg suka rambut gondrong. Suamiku unik memang :p

      Hapus
  3. Buat bapake ae, emeron e. Biar gondronge lebih cucok meong. Eh tapi aku dari dulu pakai emeron 😂😂 cuma baru pakai conditioner ama vitaminnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku jg pake sih Emeronnya, tp mmg tujuan utama beli buat mereka berdua :D

      Hapus
  4. Aku pernah pake Emeron yang hitam itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku blm coba klo yg hitam yg baru

      Hapus
  5. wahhhh emeron lg hits ya inikan merk shampo lama ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emeron udh ada sejak lama buangeet, kayaknya sblm aku lahir deh. Hihi

      Hapus
  6. Emeron kece ya sekarang. Suaminya bs make sekalian ya mbak. Kapan2 ah cari sampo emeron....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba nisa, udh banyak kok di indomaret alfamart

      Hapus
  7. Hasil nya terlihat banget ya di Ranu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, skrg lbh kudah diatur dan gk kusut lg. Walau masih tetep tipis dan belum bisa item warna rambutnya. Kayaknya wmg warna aslinya coklat gitu

      Hapus
  8. Aku pake yang Soft & Smooth, lumayan suami bilangnya wangi dan ga kasar lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh, dirimu tipe rambutnya yg tebel kasar gitu ya mba

      Hapus
  9. Ya ampuun....Ranu dana Bapak jadi tambah ganteng. Ibu jadi syuka, kalo ibu syuka makin rajin ngebolang nanti dong hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngoahaha, korelasinya ttp kesitu ya. Krn lg bahagia, ayok kita traveliing gitu ya

      Hapus
  10. aku termasuk yang ga kasih sampoo bayi ke balita kok Noe, mereka pakai sampoo dewasa malah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wogh, aku ada temennyaa ternyata

      Hapus
  11. Kalau yang vitaminnya itu dikasi juga ke Ranu, ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, semua aku pakein ke Ranu jg

      Hapus
  12. aku jadi inget postinganku tentans gondrongers aku hehehe. Indeed, urusan rambut harusnya tidak membuat dunia runtuh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah, iya mba, aku pernah baca dan komenin jg postinganmu ituu.

      Hapus
  13. Waah...semudah itu menenangkan diri atas berbagai masalah yaa..
    Andaikan aku bisa lebih slow dan menikmati hidup.

    Dunia tidak akan runtuh hanya dengan kita tidak...

    Dan benar,
    bila kita tenang, jalan keluar pun ada.
    Emeron shampoo and conditioner jawabannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Stres krn banyak masalah itu pasti mba, tp pasti akan ada satu titik dimana kita nemu solusinya :)

      Hapus
  14. Kenapa ya masalah rambut gondrong selalu dikaitjan dengan tidak baik padahal ga selamanya begitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayangnya, masih ada yg beranggapan begitu mbaa

      Hapus
  15. Siapa bila g kalo gondrong itu ga keren pakai perawatan dari rumah juga bisa sehat rambutnya ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa bangeet Ev, asal tau triknyaa

      Hapus
  16. Ranu nurun bapaknya ya punya rambut gondrong, keren loh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba SID sesekali gondrongin, Len. Hihi

      Hapus
  17. Pakai emeron yang kuning pas buat rambut bermasalah ya now

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mba Astin, dirimu pake yg mana?

      Hapus
  18. Ternyata anak-anak juga perlu pakai conditioner ya supaya gak kusut lagi rambutnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, untuk rambut bermasalah kayak ranu, gk cukup pake shampoo bayi

      Hapus
  19. Ranu gondrong gemesin banget sih, produk bayi yang pakai conditioner memang jarang ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebanyakan shampoo udh include conditioner, klo conditioner terpisah jarang bgt. Aku bln pernah nemuin sih di toko2

      Hapus
  20. Selalu ada jalan keluar dari setiap masalah, rambut gondrong justru bukan jadi masalah kalau bisa mengatasinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mba Way, dikau tau betul lah gimana situasinya saat dln masalah. Aku banyak belajar darimu jg sih, gmn menenangkan diri dan cari jln keluar :)

      Hapus
  21. Biar gondrong yang penting rapi dan terawat. Untung ada perawatan rambut dari Emeron ya

    BalasHapus
  22. Kecup basah Ranu yang gondrong nih pingin diuyel2 jadinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sini mbaa, main ke Serang, krn sesungguhnya jarak antara Serang dan Semarang itu dekat. Hihi

      Hapus
  23. Bapak ibu sekarang udah gak komplain lagi ya karena duo gondrong ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, antara udh gk punya alasan utk komplain, atau udh bosen. Haha

      Hapus
  24. cium-cium rambut memang bikin nagih apalagi rambut anak & suami ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha iya setujuuu, makanya suka pilih2 sampo jg berdasar wanginya

      Hapus
  25. Good story, Noe. Dunia nggak akan runtuh hanya karena berambut panjang.

    Gondrong tapi sehat, rapi, dan terawat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan taubngga sih mba, dr skrg dia itu udh mulai mikirin dimana sekolah yg bolehin anak rambut gondrong, haha

      Hapus
  26. So sweet banget ini ceritanya. Dan hasilnya emang iya sih..jadi kayak abis dikrimbatin ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Ade, dirimu jg udh coba kan Emeron buat anak2. :D

      Hapus
  27. Udah lama gak pake shampoo Emeron. Ternyata sekarang ada produk rangkaian perawatan gini yak.
    Pengenlah coba, buat rambutkubyang kusam ini. Heuhuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cobain mbaaa, murah ini, gk semahal perawatan ke salon deeh

      Hapus
  28. Si Bebeb juga pernah gondronggg. Untung pas jaman belum pacaran sama aku. Hihi... Sukanya cowo botak baru tumbuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu gondrong mungkin karena dia anak band ya, Mit :D

      Hapus
  29. Balasan
    1. Hidup emang penuh kejutan ya mba

      Hapus
  30. Aku baca dari awal sampai habis, ciamiiik lah itu gondrongers eh Emeron Damage Care �� jadi pengen nyoba juga buat krucilku, pirang2 soalnya :D

    BalasHapus
  31. waaah ternyata udah ada vitamin rambut dari emeron ya

    BalasHapus
  32. Pilihan yang tepat buat Paksu Ojrahar Emeron Complete Hair care Urang-aring #TossKita #KibasPoni

    BalasHapus
  33. Aku pakai yang black shine..wanginya enak banget

    BalasHapus
  34. Photogenic ya mba anak nya, cakeep.. btw aku beli emeron di hypermart MOS mba ^^ hehehe

    BalasHapus
  35. mirip dengan saya.. meskipun lelaki, saya juga menggunakan produk sampo dengan nama besar pabrikan untuk kalangan perempuan... tapi ya cocok.. justru malah tidak cocok sampo pria yang selalu ngiklan ditipi dengan bintang pemain bola itu..

    BalasHapus
  36. Uuuwwww.... Aku kalau ada rambut gondrong dirumah juga uring2an.

    Keren mbak noe.. selamat ya menang!!!

    BalasHapus
  37. Mbak iiih keren bangeb Story telling-mu. Tuh kan jadi menang Emeron. Selamat ya! SID juga tipis nih rambutnya. Sekalian aja dipotong tipis. Hahaha

    BalasHapus
  38. Aku tim cowok rambut gondrong meski setiap ketemu suka pengen ngeramasin. Hahahaha. Aku suka ceritanya, bener kata Kak Haya, unik dan syahdu.

    BalasHapus
  39. rada jleb juga dengan kalimat "Dunia Tak Akan Runtuh Karena..." jadi pembelajaran juga buat saya. btw itu rambut suaminya beneran jadi segeran beda yang foto di malioboro sama yang paling bawah........

    BalasHapus
  40. Kalau menurutku ya mbak, gondrong itu nggak papa, asal rapi :)

    BalasHapus

Sila berkomentar untuk meninggalkan jejak, supaya memudahkan saya juga untuk kunjungan balik. Cheers!