Taman Pelangi Untuk Stimulasi Menulis Anak


Aku pernah ajak Mamas & Kakak untuk ngeblog. Kupikir, menulis akan bagus untuk perkembangannya. Awalnya memang sulit mengajarinya menulis. Terutama untuk menemukan ide. Tapi pelan-pelan akhirnya bisa. Aku mencoba memberi stimulasi dengan memberi beberapa pertanyaan. Apa ada kejadian menarik di sekolah? Apa ada hal menarik di sekeliling rumah? Atau, apa kegiatan hari ini?

Pertanyaan-pertanyaan itu lumayan efektif untuk menstimulasi MasKa menulis cerita. Dan cerita mereka biasanya diupload juga di blog daffastory. Sayangnya, aktivitas menulis dan ngeblog itu akhirnya terhenti.

MasKa ngga ngeblog lagi waktu sekolah MasKa mulai menggunakan kurikulum 2007. MasKa agak kewalahan mengikuti pelajaran. Aku juga. Jadi kami fokus ke pelajaran sekolah saja.

Tapi penggunaan kurikulum 2007 tidak berlangsung lama. Tahun ajaran baru 2016-2017, sekolahnya kembali ke kurikulum lama. Sudah setahun lebih MasKa sampai vakum ngeblog, aku agak menyesal kenapa selama ini ngga ngajak MasKa menulis lagi. Jadi rencananya aku mau mulai lagi nih.

Stimulasi Menulis Dengan Membaca Buku


Sebagai permulaan, aku memberinya bahan bacaan yang menarik. Ibarat tepung sebagai bahan utama membuat kue, membaca adalah bahan baku untuk menulis.

Tantangannya, Mamas dan Kakak ngga hobi-hobi amat membaca. Tapi kalau suka sama bukunya, biasanya mereka akan semangat. Sebagai ibunya, tentu aku nggak ingin kalau sampai mereka terjangkit virus malas baca akut. Makanya aku berusaha untuk memberinya buku yang mereka suka.


Biasanya, MasKa suka baca buku yang;
  • Banyak gambarnya dan berwarna
  • Ceritanya pendek-pendek, tidak terlalu panjang
  • Kalimatnya sederhana dan mudah dipahami dengan nalar anak-anak (khusus buku dongeng atau buku cerita anak)
  • Banyak ilmu pengetahuan baru (buku sains atau ensiklopedia anak)
  • Berisi cerita menarik dan terkenal (buku yang ditulis berdasarkan film)

Di momen harbolnas 12.12 kemarin, aku sempat membeli beberapa buku untuk MasKa lewat situs Gramedia online. Juga beberapa buku untuk abang Ranu. Sayangnya sampai sekarang buku-buku itu tak kunjung tiba. Padahal si MasKa sudah nggak sabar dan menunggu-nunggu. 

Apalagi setelah mereka tau kalau buku yang aku belikan adalah buku yang diangkat dari cerita film Finding Dory, film kesukaan mereka. Setiap hari MasKa menanyakan, kapan bukunya datang? Ya, semoga saja segera dikirim deh sama Gramedia.

Menemukan Buku Taman Pelangi


Sembari menunggu kiriman buku datang, aku coba tawarkan mereka untuk baca buku "Taman Pelangi", yaitu buku kiriman dari teman sebagai hadiah untuk MasKa.


Aku sudah membaca buku itu terlebih dahulu sebelum kuberikan kepada anak-anak. Ya, tau sendiri kan, jaman sekarang banyak buku-buku anak yang disisipi konten ngeri. Pernah aku menemukan buku "balita lancar membaca" dengan metoda BSB (Bermain Sambil Belajar). Di dalamnya ada kalimat yang tidak pantas, seperti "O-pa bi-sa ja-di wa-ri-a". What the...?

Alhamdulillah buku Taman Pelangi ini aman dari konten sensitif dan negatif.

Saat aku berikan kepada MasKa, mereka suka. Bahkan abang Ranu juga. Soalnya di setiap cerita ada gambar pendukung dan berwarna. Si abang senang membuka-buka setiap halamannya dan menunjuk gambar-gambar yang ada.

Soal kelebihan lain dan apa kekurangan buku ini, aku bahas di sub bab di bawah ini ya, sedikit ulasan buku Taman Pelangi. Setelah itu, aku mau bahas juga apakah setelah membaca buku ini si MasKa terstimulus untuk menulis cerita juga? Atau, apakah terlihat perubahan karakter pada MasKa? Mengingat buku ini berisi 25 cerita yang juga bertujuan untuk character building.

Sedikit Ulasan Buku "Taman Pelangi"

Judul buku: Taman Pelangi
Penulis: Laras Ayu
Penerbit: Elexmedia
Jumlah halaman: 107 halaman
Harga: Rp82.000,-

Taman Pelangi adalah buku kumpulan cerita inspiratif yang berisi 25 cerita keseharian anak-anak yang tinggal di sebuah komplek bernama Taman Pelangi.

Ide cerita yang diangkat adalah kisah seputar kehidupan anak-anak sehari-hari, berupa hal-hal sederhana yang sering terjadi. Misalnya, seperti yang ditampilkan di sampul bagian belakang ini;


Menurutku, buku ini sangat bagus untuk bacaan anak-anak. Walau begitu, buku ini juga punya kekurangan. Kelebihan dan kekurangan buku Taman Pelangi menurutku adalah;

Kelebihan;
  1. Ceritanya pendek, tidak terlalu panjang, jadi anak-anak tidak bosan membacanya. Panjang setiap cerita hanya sekitar 350 sampai 400 kata.
  2. Setiap cerita didukung dengan gambar  ilustrasi berwarna yang lebih menghidupkan dan menguatkan isi cerita.
  3. Menggunakan bahasa sederhana dan mudah dipahami anak-anak.
  4. Setiap judul menceritakan hal-hal sederhana yang terjadi di lingkungan keluarga, pertemanan anak-anak, dan kehidupan bertetangga.
  5. Karakter-karakter dalam setiap cerita terasa kuat namun tetap dibangun dengan bahasa sederhana, sehingga bisa menginspirasi dan membangun karakter anak

Kekurangan;
Daftar isi tidak dilengkapi nomor halaman, sehingga kalau mau loncat membaca ke judul cerita lain, butuh waktu untuk mencari-cari halamannya.

Apa kata MasKa?


Setelah membaca, aku menyelidik, cerita mana yang paling mereka suka? Aku juga meminta mereka untuk menceritakan kembali atau alasan mengapa mereka suka cerita itu.

Kalau Mamas (11th) paling suka cerita Si Mogi. Katanya, itu adalah cerita tentang mobil yang suka mogok. Si bapak sayang banget sama mobilnya, tapi anaknya minta bapaknya untuk menjual mobil itu. Akhirnya mobilnya dijual tapi terus anaknya malah merasa sedih karena mobilnya punya banyak kenangan.


Kalau Kakak (9th) suka cerita berjudul Rumah Tak Berpenghuni. Tapi ketika aku tanya apa alasannya, dia jawabannya nggak tau. Si Kakak memang begitu, paling malas kalau suruh cerita. Tapi aku yakin dia tau dan ingat apa yang dia baca. 

Jadi aku minta saja dia menulis. Mamas juga aku minta menulis. Aku minta mereka mencoba menulis cerita yang dekat dengan keseharian mereka. Seperti cerita-cerita yang ada dalam buku Taman Pelangi. Semua idenya sederhana. Ada cerita tentang kucing, tokek dan cacar air, atau masakan ayah.

Aku bilang sama MasKa, semua hal di sekitar kita bisa dijadikan ide untuk menulis. Jangan dibikin pusing. Menulis saja seperti sedang bercerita pada ibu atau teman.

Lalu, menulis mereka. Walau pada si Kakak tetap saja ada drama. Dia bilang, dia tidak bisa. Aku coba stimulasi dengan mengingatjan dia pada cerita pertemanannya dengan Jafir dan Aji.

Aku bilang, "coba kakak mulai dengan kalimat ini "aku punya teman namanya Jafir dan Aji. Jafir dan Aji kalau ketemu selalu berantem", gitu. Nah coba deh kajak lanjutin. Kan kata kakak kemaren cerita kalau Aji dan Jafir udah baikan, ngga berantem lagi. Ceritain deh gimana baikannya".

Yang disuruh nulis bilangnya ngga bisa

Tapi dasar kakak, dia menuruni sifatku yang ...eum, keras kepala, semaunya sendiri dan paling ngga suka diperintah. Dia lebih memilih menulis cerita jalan-jalan ke Atlantis Ancol. Berbeda dengan Mamas yang kelihatannya lebih mudah diarahkan. Dia menulis cerita tentang perlombaan di komplek selama libur sekolah.

Cerita Mamas;
Pada hari Minggu aku ikut perlombaan. Karena libur sekolah jadi di komplek banyak lomba. Ada lomba memasukkan paku ke botol, eat bulaga, estafet spons. Aku juga menulis surat untuk ibu karena hari ibu. Terus ibu peluk aku, terus bilang terima kasih dan ibu  minta maaf kalau banyak salah.

Cerita Kakak;
Aku pernah pergi ke Ancol. Di sana aku berenang seru sekali. Di sana banyak perosotan. Ada yang tinggi tapi aku tidak bisa ke sana karena aku belum tinggi aku ga bisa naik. Tapi aku senang karena banyak permainannya. Aku bermain di kolam yang banyak bola kecil sama mamas.

Tulisan mereka memang belum sempurna. Struktur bahasanya masih anak-anak sekali. Tapi kalau sering berlatih, dan seiring perkembangan nalar emosi dan nalar, nanti pasti bisa menulis cerita yang lebih baik. Juga dengan memberikan mereka bahan bacaan yang mereka suka dan bagus, seperti buku Taman Pelangi yang aku bahas tadi.

Nah, sekarang giliran kalian mommies, atau kakak-kakak yang share. Punya rekomendasi buku bagus apa buat Mamas dan Kakak?

24 komentar

  1. Buku ensiklopedia anak juga bagus. Apa pernah baca??

    BalasHapus
  2. Kayaknya bukunya menarik, ntar coba cari buat koleksi Taman Baca dirumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbaa, bakal bagus buat menambahkoleksi buku bagus di taman baca

      Hapus
  3. Menanamkan minat baca sejak dini memang perlu dilatih ya mbak

    BalasHapus
  4. Sayangnya anak saya belum berumur belasan mbaa, jd belum bisa ngasih rekomendasi 🙏🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rekomen buku bayi jg boleh kook, akubkan ada bayi jg d rmh ;)

      Hapus
  5. Eh, bebar juga nih. Sebaiknya kita baca dulu buku-buku yang mau dibacakan dulu ke anak. Khawatir terselip konten yang nggak wajar.

    BalasHapus
  6. Anak sulung saya juga suka cerita bergambar mbak. Duaan cerita ama adeknya yang belum bisa baca.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klo blm bs baca, anak2 pasti suka gambarnya yaa

      Hapus
  7. Mba noe keren..gak cuma ngajak baca ke anak..tp ngajak bisa nulis juga. Memang semua gerbangnya dari membaca ya mba..tp ya problemnya sama si..kadang arfa jg males kalau disuruh suka buku mngkin kurang menarik gambarnha..nah ini bukunya keren kayaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, buku bergambar dan berwarna bs narik perhatian anak supaya mulai kenal buku dan suka baca

      Hapus
  8. Nah, sama kaya Kakak Olive,dulu sukanya sama cerita bergambar. Trus pernah diajarin ngeblog waktu kecil, eh bisa dan punya blog diary olive. Hmm, sekarang susaah kalo di suruh nulis ma baca, anteng sama gadgetnya hahahaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, gitu lah tantangannya, gadgeettt ba jd racun klo gk kontrol

      Hapus
  9. Wah salut ya dari kecil udah mukai mau nulis, btw aku jadi pengen beli bukunya buat ponakan-ponakan ku

    BalasHapus
  10. Keren mbak prosesnya buat anak anak. Itu tulisan mamas dan abang jadi teringat tulisan saya saat kelas 2sd menulis di buku diary. Hehehe. Cuma 1 paragraf tapi seneng banget berasa mrnghasilkan sesuatu. BTW, buku ku dari gramedia pas harbolnas juga belum dateng lho

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahah, anak yg gk bakat nulis, bs nulis 1 kalimat aja udh prestasi yaa. Aku jg liatnya gitu di MasKa. Mereka bisa nulis 1 paragraf aja udh hebaaat di mataku

      Hapus
  11. Ooo ternyata buku. Kalau di Surabaya tu Taman Pelangi emang nama taman hehe.
    Makasih rekomendasi bukunya Mbak Noe :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hoo, baru tau jugaa di Surabaya ada Taman Pelangi :D

      Hapus
  12. Bagus nih bukunya buat dibaca anak..

    BalasHapus

Sila berkomentar untuk meninggalkan jejak, supaya memudahkan saya juga untuk kunjungan balik. Cheers!