Bayi Baru Lahir Pakai Diapers, Boleh Tidak?


Pengalaman melahirkan 4 orang anak, membuatku belajar banyak hal. Salah satunya soal diapers atau popok sekali pakai.

Dulu aku ngga berani memakaikan diapers pada bayi baru lahir. Soalnya orang tua bilang, kalau bayi baru lahir dipakaikan diapers dikhawatirkkan akan tumbuh bengkok, atau tumbuh membentuk huruf O gitu. Apa benar begitu?

Kepercayaan orang tua soal kaki bengkok ini juga yang jadi alasan mengapa bayi harus dibedong dengan posisi kaki yang harus lurus dan rapat. Ngga jarang aku lihat ada bayi yang ngga cukup dibedong saja, tetapi masih harus diikat lagi di bagian kaki dan badan supaya kaki dan tangan ngga bisa gerak. Aku liatnya malah kasian. :(

Faktanya, semua bayi lahir ke dunia dengan lutut bengkok seperti huruf O, yang mana kedua tumit saling mendekat dan kedua lutut saling menjauh. Memang normalnya begitu. Dan keadaan lutut bengkok tersebut akan menghilang dan menjadi lurus pada usia 3 tahun. 


Maka saat membedong bayi, bagian kaki jangan terlalu dipaksa lurus dan diikat kuat. Karena malah bahaya loh, bisa menyebabkan panggul bergeser. Dan perlu diketahui, bedong bayi itu tujuannya untuk menbuat bayi hangat dan mengurangi efek kaget. Bedong mah bedong aja, tapi jangan kenceng-kenceng.

Kembali lagi ke bentuk huruf O pada kaki anak. Kalau bentuk huruf O itu menetap sampai besar, bisa jadi karena kelainan bawaan. Dan kalau memang kelainan bawaan, bentuk huruf O terlihat tidak normal dan mudah dikenali. Coba deh googling. Ada kok banyak informasi yang membahas tentang kaki bayi bentuk huruf O. Oleh karena itu, jangan lantas memvonis bahwa kaki tidam lurus itu karena kurang dibedong atau karena kebiasaan pakai diapers. Ngga ada hubungannya.


Tetapi, walaupun diapers ngga ada hubungannya dengan bentuk kaki, kita tetap harus cermat dalam memilih diapers. Karena ngga semua diapers nyaman dipakai bayi. Dan ketidak nyamanan karena diapers juga tetap bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak. Misalnya, gara-gara diapers yang daya serapnya ngga bagus, trus kulit di area popok jadi lembab dan ruam, trus anak rewel dan kurang tidur. Akibatnya kesehatan terganggu, dll.

Nah, berikut ini aku punya tip memilih diapers untuk bayi baru lahir;

1. Pilih diapers premium

Kulit bayi baru lahir masih sangat tipis dan rentan. Oleh sebab itu, sebaiknya pilih diapers premium. Walau harganya lebih mahal dibanding diapers ekonomis, tetapi diapers premium tentu memiliki kelebihan sendiri. Seperti lebih lembut, lebih kering, daya serap lebih bagus, atau juga lebih banyak menyerap cairan.

2. Bahan lembut dan breathable

Beberapa diapers ada yang menggunakan bahan plastik, terutama untuk bagian pinggang. Plastik tidak memikiki pori-pori sehingga kulit akan midah berkeringat dan menjadi lembab. Jika terlalu lama,  akan beresiko iritasi juga ruam. Maka sebaiknya perhatikan juga bahan diapers. Bahan yang lembut dan berpori akan memungkinkan sirkulasi udara yang baik dan mengurangi resiko iritasi pada kulit bayi.

3. Daya serap bagus dan tetap kering

Kulit bayi yang masih rentan bisa mudah ruam jika memakai diapers basah dalam waktu lama. Apalagi diapers itu kan basahnya karena kotoran (urine dan poop). Untuk itu, memilih diapers dengan daya serap yang bagus adalah keharusan. 

4. Tidak menggebung

Setiap orang butuh bebas bergerak, tak terkecuali bayi, bahkan yang baru lahir sekalipun. Karena masa bayi adalah periode emas tumbuh kembangnya. Gerakan sesederhana apapun akan sangat berarti dan mendukung pertumbuhannya. Diapers yang menjadi tebal dan menggembung setelah menyerap pipis tentu akan menghambat gerakan bayi. Maka pilih diapers yang tidak menggembung agar bayi tetap bebas bergerak, aktif dan ceria.

5. Ada pee indocator line

Bayi baru lahir harus dipantau terus jumlah pipis dan poopnya, karena jumlah pipis dan poop bayi bisa menjadi gambaran kesehatannya juga. Itu juga menjadi alasan mengapa banyak orang memilih popok kain dibanding diapers. Nah, disitulah adanha pee indicator pada diapers menjadi penting.


Pee indicator biasanya berupa garis yang tampak di bagian luar diapers. Pada diapers yang digunakan baby K, ada garis kuning sepanjang diapers. Garis kuning tersebut akan berubah warna menjadi biru jika terkena cairan, baik cairan pipis atau kotoran poop. Dengan begitu kita bisa tau apakah bayi sudah pipis dan poop.

6. Perekat model vlecro

Jika masih kurang yakin hanya dengan mengecek pee indicator, kita biasanya akan membuka perekat popok (tape) untuk mengecek apakah bayi sudah poop. Perekat biasa yang menggunakan lem, daya rekatnya akan hilang atau tidak lengket lagi kalau keseringan dibuka tutup.


Ini pengalaman aku banget dulu di anak pertama dan kedua. Untungnya sekarang ada diapers yqng perekatnya model vlecro. Sering dibuka tutup juga ngga ngaruh, tetap bisa melekat kuat.

7. Ada dobel karet pelindung samping

Karet pelindung samping fungsinya untuk mencegah kotoran keluar dan acak-acakan lewat samping. Supaya lebih aman, sebaiknya pilih diapers yang punya 2 karet pelindung. 1 di bagian pinggir diapers, dan 1 lagi di bagian dalam yang bentuknya menjadi semacam pagar. Kalau aku baca di kemasan Goo.N yang aku pakaikan ke baby K sekarang, karet yang posisinya harus tegak berdiri seperti pagar itu disebut sebagai leak guard.


Fyi, tidak semua diapers punya dobel karet pelindung samping. Begitu juga dengan pee indocator. Tidak semua diapers ada. Contohnya merk Sweety yang aku beli sebelum melahirkan baby K. Jadi awalnya aku memang belum mengerti soal fitur pee indicator pada diapers. Sampai akhirnya aku mulai lah survey dan curhat di facebook, tentang memilih popok bayi yang bagus untuk bayi baru lahir.

Di status facebook itu, banyak teman yang merekomendasikan Goo.N premium. Aku ikutin lah. Aku beli Goo.N Ecellent Dry ukuran newborn. Nah setelah dipakai, ternyata ngga ada masalah di baby K. Ngga ruam dan memang ngga gembung, jadi baby K tetap aktif dan fun kalau lagi ngga tidur. Saat tidur pun jadi nyenyak, ngga terganggu sama popok basah.


Nah, dengan semakin canggihnya teknologi, sehingga mampu menciptakan diapers yang aman dan nyaman, maka tak perlu kuatir memakaikan diapers pada bayi baru lahir. Jadi fix, aku ada di tim diapers nih. Kalau kalian gimana bu-ibu? Tim diapers atau tim popok kain?

Tetapi ada di tim manapun, jangan dijadikan alasan untuk mencari mana yang lebih baik dan mana yang salah loh ya. Tergantung kebijakan dan kondisi masing-masing. Yang penting kita semua sehat, bahagia selalu, dan bayi tetap bebas bergerak, aktif & fun.

Ya ngga moms?

19 komentar

  1. Mbaa aku baru tahu kalau ada diaper yang ada per indicator line-nya gara-gara baca ini. Lumayan nih buat persiapan pengetahuan jadi Ibu. Thanks for sharing mba :)

    BalasHapus
  2. Iya, dulu juga denger kaya gitu kalo pake diaper nanti bla..bla..
    Untungnya aku tutup kuping, yang penting senyamannya diri aja. Apalagi jaman sekarang banyak pilihannya yaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuul, banyak pikihan diapera bagus :)

      Hapus
  3. Akhirnya lihat juga si dedek gemes ini ngebuka matanya. Selama ini difoto yg dishare saya lihat merem terus. Hahaha

    Sehat solehah dan cantik selalu ya...
    Sapa tahu bisa jadi menantu. Hahaha...

    BalasHapus
  4. Hehehe... Saya dulu kudu gontok2n sama bumer waktu mau ngasih Salfa diaper saat usia di bawah 3 bulan.
    Tp ya gitu kudu nahan-nahan aja dulu rasanya.

    Sip, nanti adeknya Salfa bisa pake diaper gini deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah kayaknya udh berencana nambah adik dlm wkt dekat niih ya. Asik asik

      Hapus
  5. Masyaallah tabarakallah baby K udah gendut banget. Dari semua popok yg aku cobain ke keumala emang gooN si yg aku paling sukak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah, udah samaan inisial namanya Baby K, samaan pula popoknya. Double toss :D

      Hapus
  6. Setujuuuuuu!!! Sebaiknya memang pilih yg premium dulu kalau newborn ya mbak, meminimalisasi risiko :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya memininalisir resiko ruam dan resiko pening krn cucian. Wkwkwk

      Hapus
  7. Tim sekali-sekali diapers, tim sekali-sekali popok kain :D
    Gak tahu deh nih buat anak yang kedua masuk tim mana. Hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masuk tim namah muda anak 2 aja kalo gitu. Haha

      Hapus
  8. Nai dari lahir pakai diapers saat tidur malam. Alhamdulillah gak ada masalah dnegan tumbuh kembangnya. Kalau udah punya anak lebih dari 1, saya udah gak sanggup malam-malam gantiin celana kalau mereka pipis :D

    BalasHapus
  9. Wah baru tau Mba kalo mau beli diapers hal-hal ini mesti diperhatikan. Noted buat nanti bekal kalo jadi Ibu. *jodoh mana jodoh? #eh

    BalasHapus
  10. Thank you sharingnya mbak. Nice info nih buat saya yang masih belajar. Hehehe. Kadang suka banyak pendapat ortu dulu yang sebenernya kalau ga dijalanin juga ga masalah. Cuman, namanya juga ortu lebih berpengalaman. heheh

    BalasHapus
  11. Aaaaah baby K, pipinyaaaaaa, montok :D
    Aku dulu memakaikan diapers ke anak-anak kalo pas mau pergi2 aja, kalo di rumah sih pake popok biasa.

    BalasHapus
  12. Aku anak pertama, make diapers klo di luar rumah aja. Akibatnya jadi kurang tidur karena anak nangis terus popoknya basah. Wkwkwk ntar anak kedua pakein diapers aja kali ya? Udah ada rekomendasi diapers yang kece nih

    BalasHapus

Sila berkomentar untuk meninggalkan jejak, supaya memudahkan saya juga untuk kunjungan balik. Cheers!