Tantangan Selama Hamil & Menyusui Yang Kualami


Awal-awal setelah melahirkan, jam tidurku berkurang jauh. Aku jadi sering begadang. Bukan, bukan karena bayiku rewel semalaman. Tetapi aku terbius pada wajahnya yang bercahaya saat tertidur di malam hari. Mereka seperti malaikat. Padahal, bukan itu yang seharusnya kulakukan jika aku benar-benar mencintainya.

Bagaimana kalau aku malah sampai sakit karena kurang istirahat? Bukankah itu malah jadi masalah?

Untungnya ada Ojrahar yang selalu mengambil peran sebagai suami siaga. Dia sering terbangun tengah malam hanya untuk memastikan apakah aku sudah tidur atau masih melanjutkan kebiasaanku memandangi wajah bayi. Jika ketahuan aku masih terjaga, dia akan memintaku agar segera tidur dan berjanji akan menjaga bayi kami agar aku tidak khawatir. Ah, so sweet, ya!


Dukungan suami memang support system terbaikku. Hanya dia yang bisa kuandalkan sementara orang tua kami tinggal jauh di kota yang berbeda. Dan aku sangat bersyukur untuk itu.

Aku tak bisa membayangkan bagaimana jika suami adalah orang yang sama yang membuatku tambah stres. Orang yang tidak mengerti apa yang dibutuhkan istrinya selama hamil dan setelah melahirkan. Mungkin saja aku akan tertekan dan mengalami baby blues parah, yang berlanjut hingga PPD. Aduh, amit-amit!

Aku jadi teringat apa kata DR. Dr. Ali Sungkar SpOG saat menghadiri event #CelebrateTheExtraOrdinary di Raffles Hotel pada Selasa, 1 Agustus lalu. 

DR. Dr. Ali Sungkar SpOG.

Katanya, "Selama kehamilan dan menyusui, para ibu mengalami perubahan dan tantangan fisik dan psikologis. Mereka membutuhkan dukungan dari lingkungan sosialnya, dan nutrisi yang tepat. Hal tersebut merupakan aspek penting yang akan mempengaruhi kesehatan ibu supaya nantinya dapat merawat anak dan keluarganya."

Mendengar kata-kata beliau, aku jadi mengenang tantangan-tantangan yang kuhadapi selama menjalani kehamilan dan menyusui. Tantangan yang kadang berubah jadi drama dan membuatku stres berat.

10 Tantangan Selama Hamil & Menyusui


Dulu, jauh sebelum merasakan perjuangan, tantangan, serta drama-drama ibu hamil, melahirkan dan menyusui, pernah aku ngga habis fikir kalau lihat berita tentang kasus-kasus mengerikan tentang ibu dan bayi. "Kok ada ibu yang setega itu? Sampai menghilangkan nyawa bayinya sendiri, lho!", fikirku.

Setelah merasakan sendiri betapa beratnya menjalani hidup sebagai seorang ibu, barulah aku mengerti.


Walaupun, Alhamdulillah, aku tidak terlalu bermasalah dengan morning sickness selama kehamilan, nafsu makan biasa saja, dan masih bisa aktif beraktivitas. Tetapi bukan berarti aku tidak menemui kendala selama hamil dan menyusui. Baik di kehamilan pertama, kedua, ketiga, hingga sekarang yang keempat.

Drama-drama dan tantangan yang kuhadapi selama hamil dan menyusui antara lain;

1. Emosi labil

Perubahan hormon selama kehamilan dapat mempengaruhi emosi. Jadi wajar kalau aku juga mengalami yang namanya emosi labil. Aku bisa mudah marah dan meledak-ledak, tetapi juga bisa tiba-tiba menangis dan sangat sedih. Sulit juga mengungkapkan perasaan dan apa yang aku inginkan, sehingga sebaik dan sekeras apapun usaha suami untuk membuatku senang tetap salah dimataku.


Untungnya suamiku sabar. Dia biasanya hanya diam kalau aku marah-marah ngga jelas. Memeluk kalau aku sedang menangis tanpa sebab. Nanti jika sudah tenang, dan ada kesempatan yang bagus untuk bicara, barulah kami bisa berkomunikasi dengan baik. Biasanya, kami juga gunakan waktu yang bagus tersebut untuk browsing seputar kehamilan dan menyusui, dan belajar bersama.

2. Sakit punggung dan tulang belikat

Aku punya struktur tulang yang agak bungkuk. Orang bilang bungkuk udang. Mungkin karena kebiasaan yang buruk sejak kecil, seperti posisi duduk yang salah. Akibatnya, sepanjang kehamilan aku sering merasakan nyeri dan pegal di tulang punggung, juga tulang belikat terutama belikat kanan.

Parahnya, aku tipe orang yang jarang olah raga. Alasannya selalu soal ngga punya waktu untuk ikut senam di sanggar atau klinik. Padahal senam hamil bisa dilakukan sendiri di rumah. Tetapi rasa malasku memang luar biasa. Supaya semangat, biasanya suami ikut melakukan gerakan senam bersama.

3. Kekhawatiran berlebih sepanjang kehamilan

Ada banyak pertanyaan yang mengusik sepanjang menjalani kehamilan. Seperti, apakah bayiku sehat dan sempurna? Apakah asupan nutrisinya cukup? Apakah ia akan terlahir cacat? Atau, bagaimana kalau aku mati saat melahirkan bayiku nanti?

Pertanyaan-pertanyaan itu sangat mengganggu dan sampai sering terbawa mimpi. Akibatnya aku jadi sering bolak-balik ke dokter untuk USG dan mengulang berbagai pertanyaan yang sama. Terutama di kehamilan pertama. Yang kutanyakan seperti; "bagaimana detak jantungnya, Dok?", "tangan dan kakinya lengkap kan?", "tulang punggungnya bagaimana?", "plasentanya ngga nutup jalan lahir, kan?".

4. Membeli susu formula

Kalau ingat saat pertama kali melahirkan, rasanya aku bodoh sekali. Aku melahirkan di kampung di rumah bidan. Kurangnya pengetahuan membuatku tak menyusui bayiku sesegera mungkin setelah bayi dilahirkan. Aku malah langsung tidur untuk balas dendam setelah 24 jam merasakan sakitnya kontraksi dan kelelahan setelah melahirkan.

Beberapa jam setelah dilahirkan, bayiku menangis keras sekali. Aku yakin dia lapar. Lalu kuminta suami untuk beli susu formula dan memberikannya pada bayi kami. Saat itu bu bidannya sedang tidak ada. Dan aku juga tidak diberi pesan apa-apa dari bidan soal menyusui dan larangan memberi sufor.

Tak lama, bu bidan datang dan melihat suamiku yang sedang memberi sufor pada bayi kami. Dia pun marah-marah. "Jangan dikasih susu formula!" katanya. Setelah itu barulah kami diberi penjelasan tentang apa itu kolostrum, juga soal ukuran lambung dan jumlah ASI yang dibutuhkan bayi baru lahir.

Jadi drama ini terjadi dengan 2 sebab, antara aku yang bego banget dan kurangnya atau telatnya edukasi yang diberikan bidan.

5. Mastitis dan puting lecet saat menyusui

Siksaan paling pedih selama menyusui adalah puting lecet dan saluran asi yang tersumbat (mastitis). Nyerinya luar biasa! 

6. Kurang istirahat karena hamil dan tetap menyusui

Saat mulai hamil anak kedua, sulungku baru berumur 1 tahun 2 bulan. Begitu juga saat mulai hamil anak keempat, Abang Ranu yang gagal jadi bungsu baru berumur 1 tahun 3 bulan. Belum lulus ASI. Keinginanku untuk terus menyusui sampai umur 2 tahun membuatku menemui lebih banyak tantangan.

Di antaranya perubahan hormon dan fisik selama hamil, menjadikanku cepat lelah dan gampang drop. Sering saat menyusui aku merasa ingin menyerah karena sakit dan capek. Mau menyapih tetapi belum rela. Dan itu terjadi sampai sekarang.

7. Overwhelmed & feeling down

Aku tak pernah bisa lupa kejadian mengerikan setelah melahirkan anak kedua. Saat si bayi baru berumur 7 hari, kakaknya sakit demam. Mereka kubaringkan bersisian di atas kasur. Kebetulan si bayi sedang poop. Ketika aku sedang membersihkan dan mengganti popoknya, tiba-tiba kakaknya kejang-kejang. Rupanya tubuhnya telah sampai pada ambang batas kekuatan untuk merasakan sakit dan demam tinggi.

Aku panik. Tak ada suami di rumah. Dia sedang bekerja. Segera kularikan si sulung ke klinik, sementara si bayi kutitipkan ke tetangga.

Selain itu, pekerjaan rumah juga menguras energiku. Mengurus 2 balita dan mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri, membuatku akhirnya sakit thypus sebulan setelah melahirkan.

8. Baper soal tumbuh kembang anak

Sebenarnya, saat ini aku baru saja terlepas dari stres berat terkait tumbuh kembang anak. Abang Ranu yang sudah berumur 23 bulan, perkembangan bahasanya tidak terlalu bagus. Terlebih jika membandingkan dengan anak-anak lain seusianya yang sudah cerewet sekali. Iya, aku baper alias kebawa perasaan.


Saking bapernya, aku sampai khawatir dia bisu. Dan itu sangat mengganggu fikiran dan aktifitasku. (Baca juga: Perkembangan Basa Abang Ranu)

9. Sulit membagi waktu antara pekerjaan kantor dan rumah tangga

Status sebagai karyawan kerap menjadi kambing hitam kalau tumbuh kembang anakku kurang baik. Contohnya soal perkembangan bahasa yang kusinggung tadi. Ini membuatku ingin sekali berhenti bekerja. Tetapi realita berbicara lain. Sampai saat ini, menyeimbangkan peranku sebagai ibu dan karyawan masih menjadi tantangan yang harus kuhadapi.

10. Pola asuh yang berbeda dengan orang tua/mertua/lingkungan

Mitos-mitos yang sangat dipercaya oleh orang tua/mertua menjadi salah satu tantangan yang harus kuhadapi juga. Misal, jangan makan ikan nanti ASInya bau amis. Jangan menjahit apapun setelah melahirkan, takut matanya cepat rusak. Menyusui harus sambil duduk, ngga boleh sambil berbaring walau tengah malam. Serta mitos dan aturan lain yang sulit kuterima dan membuatku pusing.

Kesepuluh tantangan yang kualami selama hamil dan menyusui tersebut pasti juga pernah dialami oleh ibu-ibu lainnya. Dan malah mungkin ada yang mengalami hal lain yang lebih berat lagi.

Banyaknya tantangan yang dihadapi tersebut, rasanya tak berlebihan jika menjadi seorang ibu adalah sebuah profesi yang luar biasa (Extra Ordinary).
Dan sudah selayaknya ada edukasi tentang pengetahuan dan perhatian yang tepat sejak masa kehamilan dan menyusui.


Pentingnya Edukasi Seputar Kehamilan & Menyusui


Pengalaman 3 kali melahirkan anak, ditambah sekarang sedang hamil anak ke-4, tidak membuatku merasa sudah cukup pintar, apalagi merasa tidak lagi butuh belajar teori-teori untuk mengurus dan membesarkan anak. Terlebih jika mengingat banyaknya tantangan yang harus dihadapi. Dan lagi, tantangan-tantangan itu bisa saja berbeda di setiap kehamilan. Itu sebabnya, setiap ada seminar tentang parenting ataupun tentang kehamilan & menyusui, aku selalu menyempatkan diri untuk ikut.

Itu sebabnya aku sengaja ambil cuti kerja demi hadir dalam event #CelebrateTheExtraOrdinary. Sebuah event sekaligus kampanye untuk menginspirasi para ibu dan sistem pendukungnya (suami/orang tua/mertua) untuk mendapat pengetahuan agar ibu dapat menjalani masa kehamilan dan menyusui dengan lancar.


Yap, aku bersemangat mengikuti event tersebut, agar aku bisa mendapat lebih banyak ilmu, menyebarkan lewat blog, dan semakin banyak orang yang sadar bagaimana seharusnya memperlakukan dan membantu kaum ibu menjalani kehamilan & menyusui. 

Selain itu, aku yakin bahwa pengetahuan yang tepat bisa meluruskan berbagai mitos yang menyesatkan.

Agar tidak ada lagi larangan makan cumi pada ibu hamil hanya karena takut bayinya terlahir tanpa anus. Agar tidak ada lagi larangan makan ikan bagi ibu menyusui dengan alasan takut air susu jadi amis dan bayi jadi muntah. Serta larangan tidak masuk akal lainnya.

Bayangkan, jika banyak makanan yang baik justru dihindari. Bukan kah seharusnya kita khawatir asupan nutrisi menjadi kurang?

1.000 Hari Awal Kehidupan #1 Masa Kehamilan)

Faktanya, 1.000 hari pertama merupakan fondasi penting bagi kehidupan ibu dan bayi. Dimulai dari masa kehamilan sampai bayi berumur 2 tahun. Selama masa itu, yang dibutuhkan bukan hanya dukungan psikis, tetapi juga asupan nutrisi yang cukup dan tepat.

Ines Yumahana Gulardi MSc, Senior Nutrition Manager Fonterra Brands Indonesia, saat menjelaskan pentingnya nutrisi

Nutrisi yang cukup bahkan harus sudah dipenuhi sejak sebelum hamil. Mengapa? Karena kehamilan biasanya baru disadari setelah terlambat datang bulan, yaitu saat kehamilan sudah berumur lebih dari 28 hari, dan di saat itu tabung syaraf seharusnya sudah menutup.

Tabung syaraf adalah susunan struktur yang nantinya akan membentuk otak dan syaraf tulang belakang.

Untuk itu sebaiknya mulai menabung asam folat minimal 3 bulan sebelum hamil, karena asam folat berperan penting dalam pembentukan tabung syaraf. Jika kekurangan asam folat, beresiko tabung syaraf gagal menutup dan bayi lahir dengan keadaan cacat otak dan tulang belakang.

Asam folat dan nutrisi lainnya juga tetap diperlukan sepanjang kehamilan. Sayangnya, hampir setiap ibu hamil memiliki masalah dengan nafsu makan, sehingga para ibu dihantui rasa khawatir akan kecukupan asupan nutrisi. Untuk itu disarankan minum susu yang diformulasikan khusus untuk ibu hamil juga menyusui untuk mencukupinya.

Anmum dengan rasa baru yang lebih disukai semua ibu
Momen peluncuran Anmum rasa baru

Masalah lain, biasanya susu khusus ibu hamil memiliki rasa kurang enak. Aku pernah minun susu hamil yang rasanya seperti ada bau besi ketika ditelan. Padahal aku sudah memilih susu yang rasa coklat. Tetapi tetap saja tidak enak. Pengalaman itu membuatku trauma minum susu.

Tetapi sekarang, ada kabar baik datang dari Anmum yang hadir dengan rasa baru. Rasa coklat yang benar-benar coklat.

Kalau kalian pernah minum hot chocolate di toko donat yang terkenal itu, nah, mirip seperti itu rasanya. Asli enak.

1.000 Hari Awal Kehidupan #2 (Masa menyusui)

ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Tak ada yang bisa menggantikan atau menyamai kandungan dan manfaat ASI bagi bayi.

Dan memberi ASI pada bayi, terutama dengan cara brestfeeding, tidak hanya berperan penting pada tumbuh kembang bayi, tetapi juga sangat bermanfaat pada ibu.

Banyak resiko yang bisa dicegah dengan breastfeeding, di antaranya adalah mencegah kanker payudara. Manfaat lainnya yaitu mempercepat kembalinya rahim ke ukuran semula, juga berat badan dan mencegah obesitas.

Mitos-mitos seputar menyusui

Masalahnya, tidak semua ibu bisa memberi ASI kepada bayinya. Kebanyakan penyebabnya adalah karena kurangnya pengetahuan tentang ASI, dan support sistem yang buruk sehingga ibu mengalami stres dan produksi ASI terhambat. Maraknya kampanye susu formula (sufor) juga turut menjadi alasan mengapa para ibu akhirnya memilih sufor.

Fakta-fakta tentang ASI;
  • ASI akan diproduksi secara alami oleh semua ibu
  • Melakukan IMD segera setelah bayi dilahirkan bisa mempengaruhi kesuksesan pemberian ASI
  • 3 hari pertama setelah melahirkan, ASI yang keluar masih berupa kepala susu (kolostrum) yang berwarna kekuningan. Tetap berikan kepada bayi karena kolostrum membantu sistem imun yang baik pada bayi
  • Lambung bayi baru lahir hanya sebesar kelereng, sehingga hanya dibutuhkan satu sendok teh ASI/kolostrum untuk merasa kenyang. Jadi jangan khawatir jika ASI belum mengalir deras di 3 hari pertama setelah melahirkan
  • ASI diproduksi sebanyak yang dibutuhkan (by demand), semakin sering menyusui, produksi akan semakin melimpah
  • Kualitas dan nutrisi yang terkandung dalam ASI bergantung pada apa yang dikonsumsi oleh ibu
  • Kondisi psikis dapat mempengaruhi produksi ASI. Jadi jaga ibu menyusui agar selalu bahagia


Dukungan orang terdekat, terutama suami, sangat dibutuhkan agar ibu dapat malalui tantangan dalam masa menyusui. Suami bisa mengambil peran sebagai ayah ASI dengan membantu melakukan hal-hal sederhana namun berarti, seperti memberi pijat laktasi.

Nutrisi Yang Dibutuhkan

Bayi yang terlahir sehat berawal dari ibu yang sehat. Ketika seorang ibu memperoleh nutrisi yang baik, tubuhnya dapat memenuhi kebutuhannya sendiri dan juga anak yang sedang dikandung atau yang sedang disusuinya.


Nutrisi penting yang dibutuhkan oleh ibu dan bayi di antaranya adalah;
  • Asam Folat yang berperan penting dalam pembentukan tabung syaraf otak, dan mencegah cacat lahir pada bagian otak dan sumsum tulang belakang
  • DHA untuk pembentukan sel-sel syaraf otak dan berperan penting pada fungai penglihatan mata
  • Ganlioside yang berperan penting dalam pembentukan hubungan antar sel otak
  • Kalsium untuk pembentukan tulang dan gigi janin, dan mencegah osteoporosis pada ibu
  • Zat Besi penting untuk pembentukan sel darah merah, mencegah anemia pada ibu, mengurangi resiko berat bayi lahir rendah, dan berperan penting untuk perkembangan plasenta
  • Vitamin & Mineral lainnya untuk mendukung tumbuh kembang bayi


Kesemua nutrisi di atas bisa didapat dari makanan. Tetapi jika kurang yakin bisa mendapatnya dengan cukup hanya dari makanan yang dikonsumsi, bisa minum susu yang memang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil & menyusui. Salah satu brand yang memproduksi susu khusus ibu hamil & menyusui adalah Anmum.

Ada Anmum Materna yang mengandung nutrisi makro dan mikro untuk ibu hamil dengan Ganglioside (GA) & DHA. Dan ada Anmum Lacta untuk ibu menyusui.

Let's Celebrate The Extra Ordinary


Sebelum menutup tulisan ini, aku ingin menuliskan kembali bahwa menjadi ibu adalah sebuah profesi yang luar biasa hebatnya. Dan bahwa sesuatu yang hebat biasanya selalu sebanding dengan tantangan yang harus dihadapi.

Seperti yang sudah kuceritakan di atas, aku pun pernah mengalami drama demi drama di masa hamil dan menyusui. Drama yang yang memaksaku untuk jatuh dan ingin menyerah.

Ajaibnya perubahan fisik ibu hamil sampai melahirkan

Tetapi pada akhirnya aku kembali sadar. Aku adalah perempuan. Mahluk yang oleh Tuhan telah diciptakan sedemikian rupa untuk bisa menghadapi berbagai tantangan, termasuk hamil dan menyusui. Maka aku harus kuat.

Saat tak bisa membangkitkan kekuatan diri sendiri, aku tak segan meminta bantuan orang lain. Suami misalnya. Atau membaca berbagai informasi dari berbagai media, termasuk media online dari berbagai brand yang concern mendukung ibu hamil & menyusui.

Aku sudah follow, kalian juga ya untuk referensi ilmu

Tidak hanya itu, mendengar kisah perjuangan perempuan lain juga bisa memberi motivasi yang sangat berarti. Untuk itu aku juga senang mengikuti talkshow seputar kehamilan dan menyusui.

Beruntung di event #CelebrateTheExtraOrdinary kemarin juga ada sharing session dari para perempuan inspiratif. Ada Cynthia Lamusu dan suaminya, Surya Saputra. Juga ada Maria Leonnyta Sastra Wijaya yang merupakan seorang ibu pejuang ASI.

Surya Saputra, Cynthia Lamusu & Maria

Cynthia Lamusu & Surya Saputra berbagi cerita bagaimana sedihnya mereka ketika harus pulang ke rumah pasca melahirkan, tetapi Tatjana & Bima - bayi mereka, tak bisa ikut karena masih harus mendapat perawatan di rumah sakit. Dan karena kejadian itu, Cynthia harus menanggung rasa sedih karena sampai sekarang Bima belum bisa breastfeeding.

Aku juga senang mendengar cerita Surya Saputra sebagai seorang ayah ASI. Tidak hanya memberi pijat laktasi, dia juga mau melakukan apa saja untuk menjaga mood istrinya agar terus bahagia. Karena perasaan bahagia sangat mempengaruhi kelancaran produksi ASI.

Aku & Maria - sang pejuang ASI

Kekagumanku juga tertuju untuk Maria. Pejuang ASI yang tak hanya berjuang untuk menyusui anaknya, tetapi juga mendonorkan ASI untuk yang membutuhkan.

Cynthia Lamusu & Maria juga berkali-kali menyebut nama Tuhan yang memberi kekuatan terbesar untuk bisa melalui segala tantangan selama hamil & menyusui.

Sungguh sebuah sharing session yang menginspirasi dan membuka mataku, bahwa tantangan yang kuhadapi tidak ada apa-apanya dibanding mereka. Dan menyadari bahwa aku masih 'tegak berdiri' hingga saat ini, aku harus lebih banyak bersyukur lagi dan berterima kasih kepada siapa pun yang telah mendukungku selama ini.


Dan kini, di masa-masa akhir kehamilanku, aku merasa lebih siap dan kuat menghadapi hari persalinanku nanti, juga menjalani hari-hari setelahnya yang mungkin penuh dengan tantangan.

Because I'm a woman, I'm strong, and I celebrate the extra ordinary!

42 komentar

  1. Hebat ibu yang satu ini. Tetap semangat menghadiri event Celebrate the Extraordinary Anmum. Banyak sekali ya ilmu bermanfaat yg dibagikan. Sehat terus ya mba Nurul sampai hari H...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haai sesama Nurul, diromu jg ya, sehat2 selalu bersama baby. Titip ciyuuum

      Hapus
  2. Sehat-sehat terus ya bumil
    Lancar sampai melahirkan
    Memang benar edukasi buat ibu hamil (dan keluarga) itu penting banget. Jangan sampai terbawa dan percaya pada mitos-mitos yang menjadikan kita kurang berpikir jernih

    Semangat ASI juga nantinya ya
    Jadinya 1000 hari pertama sebagai momen istimewa ibu dan si kecil

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku selalu semangaaat, apalagi bnyak teman baik sepertimu yg selalu support jugaaa. Makasiih mbaaa

      Hapus
  3. Saat melahirkan anak pertama, aku menyusui langsung mbak.. Maksud aku sih maunya tanpa sufor samsek tapi bayiku nangis kejer semalaman. Akhirnya mengalah dikasih sufor dan dia tertidur lelap setelahnya, itu apa karena aku yang kurang gizi ya jadi ASInya dirasa kurang sama bayinya :(

    Tetap semangat ya bumil.. aku sampai sekarang juga masih menyusui kok walaupun banyak orang bilang harus disapih. Ah sebodo amat, orang kita yang merasakan sendiri kan buat kebaikan anak kita juga..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toss, kita tetap menyusui walau hamil :D

      Hapus
  4. Sehat selalu ya mba Mba kehamilannya... Kehamilan itu luar biasa bagi aku Mba...

    Pengalaman yg sulit diungkapkan.. Huhuhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saking luar biasanya ya mba, jd sulit diungkapkan

      Hapus
  5. Sehat selalu ya Noe :)
    Ilmu yang kemarin didapat langsung dipraktekkan dong ya?
    Pengalaman Noe extraordinary banget!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya teh Ani, dipraktekan dan dishare agar semua ibu di Indonesia bisa menjalani masa2 penting dan.l berhaga dlm hidupnya dg bahagiaa :)

      Hapus
  6. Wahh so sweet banget ya suaminya bisa diandalkan dan menjadi support system yang pasti dibutuhkan banget oleh mbak Nurul apalagi yang sekarang sedang hamil, ehh jangan lupa minum Anmum Materna mbak biar makin sehat ibu dan bayinya ya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siaap, aku minum Anmum Materna jg kok skrg :D

      Hapus
  7. Makin dekat aja ya HPL nya Noe, semoga sehat, lancar sampai lahiran.
    Kalo minum susu, aku selalu pilih yang rasa cokelat, lebih bisa masuk secara aku nggak doyan susu :D
    Btw itu foto dimana Noe, yang pertama dan kedua paling atas, baguuuus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Foto di Trizara Resorts mba, di Lembang Bandung. Hihih. Lokasinya mmg mendukung utk foto2

      Hapus
  8. Bumil idolakuuu, padahal aku lihat kamu masih bisa jalan perjalanan jauh sampai off road juga eh ternyata sama juga ya mengalami drama-drama hamil dan menyusui. Bumil memang terkadang terlihat setrong di luar tapi kenyataannya dia juga butuh banyak perhatian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa Ratna, tiap iBu hamil punya ceritanya sendiri yg kadang gk hrs selalu ditunjukkan di dpn smua org :D

      Hapus
  9. Luar biasa, Noe! Kalo mastitis aku gak pernah, tapi sakit punggung itu ngalami sampe gak bisa jalan sama sekali saking sakitnya. Kadang-kadang teringat kok bisa ya aku melewati semua itu wkwkw.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku klo lg kumat, jalan msh bisa, tp ngebubgkuk-bungkuk kayak org rukuk, asli gk.bisa berdiri tegak

      Hapus
  10. Ini bumil energik banget deh. Biarpun mungil & sedang hamil, tapi lincah ke mana-mana. Apalagi didukung susu Anmum, bisa memenuhi kebutuhan nutrisi janin & kakaknya ya yg masih nenen.

    BalasHapus
  11. Tulisannya komplit banget, Mbak. Makasih infonya.
    Alhamdulillah ya punya suami siaga. Semoga diberi kesehatan terus sampai hari h-nya, dilancarkan proses melahirkannya, dan dilancarkan asinya. aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ya Allah, makasih doanya mba Dian. Sehat selalu jg dirimu yaa

      Hapus
  12. Alhamdullilah, suami siaga.Mau melahirkan berapa kali.juga tetep siap ya mak :)

    BalasHapus
  13. Syukurlah suaminya siap sedia, Mbak Noe.
    Sehat selalu sampai lahiran nanti yaaa... :*

    BalasHapus
  14. Hamil pertama karna blm pengalaman banyak hambatan yg q alami. Selain pengetahuan yg minim sy juga jauh dr ibu. Hiks. Tp alhamdulillah yg kedua lancar meski harus sesar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, aku pun begitu, hamil dan melahirkan yg pertama lbh bnyak dramanya :D

      Hapus
  15. Wahh semoga ibu dan debay sehat selalu yaa..

    BalasHapus
  16. Pas hamil Dema dulu, aku juga tetep menyusui Maxy Mbak, alhamdulillah aman saja. Ibu2 yg NWP emang kudu jaga makan dan banyakin istirahat :D

    Dulu saya minum anmum juga, sejak hamil sampai menyusui, rasnaya enak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, Anmum ada rada baru, hamil lg gih mba April, :D

      Hapus
  17. Duuh saya sebenernya ga suka minum susu, baik saat hamil ataupun tidak. Tapi waktu nyoba rasa anmim coklat kok jadi ketagihan...Hahahahha. Tapi da akan bisa hamil lagi deng 😐😐

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang kenapaaa gk bs hamil.lagii :p

      Hapus
  18. pengalaman hamil dan menyusui luar biasa mbak, mgkn bagi yang blm mengalami (seperti perempuan yg gak mau berbagi bangku di kereta, eh) cuma dipandang sbg ibu hamil dan ibu menyusui yg lebay, cuma butuh diperhatiin. Semoga kelahiran adiknya Ranu lancar dan srhat semua ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, iya sih, aku yg cenderung msh aktif beraktifitas jg gk kuat klo hrs berdiri di kereta pake lama :D

      Hapus
  19. Aaah Noe, bikin aku mewek. Luar biasa dirimu dan suami. Sehat terus ya. Semoga Abang Ranu tambah besar dan pengertian mau punya adik. Semoga dikau juga sehat dan kuat sehingga bisa memberi ASI kalau si debay lahir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, makasih doanya mba Lina. Moga Chila cpt dpt adik jg yaaa

      Hapus
  20. Perjalanan jadi ibu hamil dan menyusui benar-benar luar biasa ya maak..pengalaman yang tak terlupakan:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Tuty, nanti dirimu jg merasakaan

      Hapus
  21. Sakit di belikat dan punggung ya ampun mba, jd semua ibu ngalamin itu juga? Aku pikir karena posisi menyusui aku yang salah.....ibu pijit, jg salah satu support sistem dong ya kalo gini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua pasti ngalamin mba Desy, aku kalo udah kumat gk bisa jalan dg berdiri tegak. Kesiksaa bgt. Hoho

      Hapus

Sila berkomentar untuk meninggalkan jejak, supaya memudahkan saya juga untuk kunjungan balik. Cheers!