Universitas Negeri Lebih Unggul Dibanding Swasta?


Mumpung masih suasana tahun ajaran baru, aku pingin ngeluarin uneg-uneg soal pendidikan formal, khususnya tentang perguruan tinggi. Uneg-uneg ini muncul gara-gara di tempat kerja (koperasi) aku kerap mendengar curhatan anggota koperasi tentang anaknya yang pada mau kuliah.

Curhatnya sih colongan, sambil mengajukan pinjaman dana pendidikan, banyak yang ngeluh biaya kuliah mahal, apalagi yang anaknya ngga diterima di universitas negeri. Iya sih, universitas swasta memang lebih mahal biasanya. Tapi aku juga penasaran, apa cuma karena biaya sehingga para ortu lebih suka universitas negeri?


Bukankah yang lebih penting adalah kualitas pendidikan? 

Bicara soal pendidikan berkualitas, pastinya harus didukung dengan kampus yang baik untuk belajar bagi mahasiswanya. Selain itu, mutu dari kurikulum dan staf pengajar hingga materi pembelajaran yang tepat juga harus terjamin.

Nah dalam hal-hal tersebut, aku rasa ngga semua universitas swasta itu berarti tidak lebih baik dari universitas negeri. Tetapi tentunya, kalau universitas swasta punya kualitasnya yang baik, sudah bisa dipastikan biayanya lebih mahal.

Mengingat soal biaya adalah masalah bagi sebagian besar orang tua, jadi memang wajar kalau setiap ortu ingin anaknya masuk universitas negeri.

Selain itu, universitas negeri juga punya kelebihan lain jika dibanding swasta. Di antaranya;

1. Reputasi 

Jika berhasil masuk ke perguruan tinggi Negeri bergengsi tentunya seseorang akan dianggap sebagai lulusan yang berkualitas karna pendidikan berkualitas yang didapatkan di PTN tersebut. Hal ini dapat memudahkan saat masuk ke dunia kerja. 

Tetapi tentu saja hal ini hanya berlaku untuk universitas dengan Akreditasi yang tinggi, karna tidak semua perguruan tinggi memiliki kualitas yang sama. 

2. Akses Beasiswa 

Akses beasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) umumnya juga jauh lebih mudah, hal ini tentu menguntungkan bagi para mahasiswa yang kurang mampu dan juga berprestasi. Ya, lagi-lagi bahasan tentang pendidikan ini bersinggungan lagi dengan masalah biaya.

Tetapi kemudahan akses beasiswa di universitas negeri, bukan berarti di universitas swasta benar-benar sulit mendapat beasiswa. Ada juga koo beberapa perguruan tinggi swasta juga kerap memberikan beaiswa secara rutin kepada mahasiswanya. Tinggal pintar-pintar memilih universitas saja.

3. Jam kuliah 

Saat ini PTN telah membakukan jam perkuliahan dari jam 7 sampai jam 5 setiap harinua. Jadwal ini tentunya akan memudahkan mahasiswa untuk mengatur waktu antara jadwal perkuliahan, tugas, serta rekreasi bersama keluarga.

Tetapi, jadwal baku di PTN tersebut tidak akan cocok dengan mahasiswa yang sambil bekerja. Orang yang sudah bekerja dan sambil kuliah tentu butuh jam kuliah yang fleksibel. Jadi untuk beberapa kasus, universitas swasta tetap jadi pilihan lebih baik.


Kesimpulannya, universitas swasta tidak selalu menjadi pilihan buruk untuk kuliah. Jika permasalahan utamanya soal biaya, baiknya kita sebagai orang tua menyiapkan anak-anak untuk bisa berprestasi supaya bisa dapat beasiswa.

Itu sih yang aku amati dari berbagai keluhan dan curhatan orang di kantor. Kalau aku pribadi, lebih ingin mendorong anak-anak untuk menemukan potensinya, mengasah, menekuni dan mencapai hal-hal baik dari potensinya itu. Karena kesuksesan tidak melulu didapat dari bangku sekolah atau kuliahan. Walau ya, harapanku anak-anakku nantinya bisa kuliah juga.

Hanya yang ingin aku tekankan, bahwa orang hebat itu tidak hanya dokter, pilot, atau sederet profesi lain yang butuh belajar di universitas. Pelukis juga hebat. Penyanyi juga hebat. Penari, pedagang, blogger, atau juga youtuber, bahkan social media strategist juga orsng hebat. :)

18 komentar

  1. iya mbak univ swasta emang terkadang ngga kalah baik dgn negeri. Mau negeri atau swasta pun selama anaknya males-males aja keuliahnya sama aja kan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, balik lg ke motivasi diri ya mba. Sekolah di Perguruan Tinggi yg bagus jg klo gk ada motivasi utk maju ya susah maju. Tp ada faktor luck jg sih kadang. Misteri ilahi ujung2nya

      Hapus
  2. Jadi ingat di facebook tadi ada aplikasi iseng2an dan saat saya iseng ikut ternyata saya dinyatakan lulusan kedokteran Trisakti. Heuheuy!

    BalasHapus
  3. Aku jebolan univ swasta, Mbak. Iya, ijazahku jadi guru. Tapi, ilmu alam yang membahagiakanku adalah sbg blogger. Walaupun ya jadi blogger yg masih gini2 aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, sama mba, akunjg blogger masih gini-gini aja. :D

      Hapus
  4. Kalau aku anak perguruan tinggi swasta, mba. Tapi alhamdulillah biaya kuliah terjangkau dan masih dibantu beasiswa. Hehehe. Tapi jaman skarang kuliah d negeri juga ada hang mahal :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku jg kuliah di PTS mba, biayanya cukup mahal wkt itu, untungnya aku dpt beasiswa :D

      Hapus
  5. Kalau menurut saya sih, yang PTN gak selalu unggul, begitu juga sebaliknya dengan PTS, semua itu tergantung.

    BalasHapus
  6. PTS sekarang juga udah bagus2 kok. Apalagi PTS2 yg standarnya internasional yg biasanya kerja sama dgn kampus luar negeri.
    Tapi balik lagi ke mahasiswanya rajin belajar gak hihihi TFS

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kendala utamanya utk masuk PTS bagus adalah biaya sih biasanya mba :D

      Hapus
  7. Itu sih tergantung orangnya juga niat apa ga kuliah. Lulusan universitas swasta juga banyak yang hebat dan berprestasi

    BalasHapus
  8. Jika dulu masuk negeri supaya bayarnya gak mahal sekarang mah sama aja. Sama sama mahalny

    BalasHapus
  9. hem terima kasih mba infonya, aku jg lagi bingung mau masuk negri atau swasta, karena orang tua suruhnya masuk negri.

    BalasHapus

Sila berkomentar untuk meninggalkan jejak, supaya memudahkan saya juga untuk kunjungan balik. Cheers!