Ramadan Together Sampai Lebaran, Biar Ngga Baper


Tahu tidak? Aku terpukul saat kamu bicara seperti itu. Tidak kah kamu berfikir, bagaimana perasaanku setelah kamu pergi nanti?

Tahu tidak? Hatiku bahkan sudah terasa sakit saat menawarkanmu pilihan untuk pergi. Walau untuk sementara.

Ah, maaf. Kamu kan masih kecil. Baru 8 tahun. Kamu pasti belum terfikir sampai sejauh itu. Ya, kan?
***

Semalam aku baper baget sama si Kakak. Aku merasa rasa sayangku kepadanya sedang dipertanyakan. Diragukan. Gara-garanya begini;

Semalam sebelun tidur, kami sekeluarga ngumpul di kamar. Kruntelan berlima di kasur. Trus aku tanya ke Kakak,

"Kakak ngga mau puasa di rumah kakek? Selama puasa kamu belum pernah nginep sana loh. Kecuali pas awal puasa aja kan?"

"Nggak ah!" sahutnya sambil menggeleng.

"Kenapa?"

"Emangnya ibu mau sendirian di rumah? Ngga ada mamas sama kakak? Gitu?"

Ih, ih, kok aku ngerasa si kakak sensi banget sih jawabnya. Aku agak kaget denger dia jawab kayak gitu.

Dan sebenarnya ini bukan pertama kali dia bersikap begitu. Sebelum-sebelumnya aku sempat tanya hal lain yang serupa.

"Kakak, nanti lebaran mau dimana? Di rumah mamak (nenek) atau di rumah ayahmu di Lampung?"

"Kakak mau di sini aja sama Ibu" jawabnya cepet banget.

Waktu itu sempet agak heran juga sih. Tumben. Biasanya mereka seneng banget kalo udah libur sekolah, entah libur kenaikan kelas atau libur lebaran. Karena libur buat mereka artinya bisa ke Lampung. Di sana mereka bebas tugas dari yang namanya cuci piring, nyapu atau ngepel. *emak jahap mempekerjakan anak di rumah. Muahaha.

Tapi tahun ini, entah kenapa itu anak maunya nempel, ngga mau jauh dari ibunya. Begitu juga si Mas Daffa'.

Dan kalau memang mereka inginnya begitu, yasudah, sepertinya Ramadan dan lubur lebaran tahun ini, kami akan terua bersama-sama. Lagian, aku juga suka kangen dan sedih kok kalau pas lebaran ngga bareng mereka. Biasanya kan, aku lebaran di Bekasi, dan mereka di Lampung.

Jadi itu bukan berarti aku ngga sayang anak. Aku cuma ingin bersikap adil dan bijak. Dia kan punya ayah kandung di Lampung. Ayah yang juga ingin ketemu anaknya. Seingin apa pun aku bersama anak-anak di setiap saat, aku tetap harus menawarkan kepada mereka, mau lebaran dimana sama siapa. Tapi rupanya tahun mereka sudah punya pendirian sendiri. Sudah memilih dan berani mengungkapkan pendapatnya.

Walau jawabannya sempat bikin baper, tapi aku bahagia juga, ternyata aku yang galak ini masih dipilih anak-anak juga sebagai tempat ternyaman. Haha.

Karena Kebersamaan Adalah Momen Berharga


Sejak memutuskan untuk berpisah dengan ayahnya MasKa, aku berjuang agar hak asuh anak ada padaku. Ya, aku sama kok kayak ibu lainnya. Ingin selalu dekat sama anak. Walau banyak lah pasti kesulitan yang harus kuhadapi. Kesulitan biaya misalnya. *realistis sekali hehe

Realita itu yang membuatku harus tetap bekerja sebagai karyawan yang pergi pagi pulang petang. Dan karena belum cukup juga, aku harus cari penghasilan tambahan lain. Lewat ngeblog salah satunya. Alhasil aku jadi emak-emak super sibuk. Jarang ada waktu buat anak. Ada sih, tapi ngga full time seperti ibu-ibu lainnya.

Tetapi, dalam berbagai kesempatan, aku selalu berusaha untuk dekat dengan anak-anak. Misal, traveling bareng, staycation, atau mengajak mereka ikut ke blogger gathering yang memang acaranya harus melibatkan anak-anak.

Seperti hari Sabtu lalu (10/6), aku dapat undangan untuk hadir di event #RamadantogetherLotteChocoPie di Masjid Raya Baitussalam Billy Moon, Jakarta. Acaranya seru. Ada activity menyenangkan untuk anak-anak. Dan yang pasti, bisa mempererat hubungan antara ibu dan anak juga.

Oya, Lotte Choco Pie juga sedang mengadakan lomba foto berhadiah liburan ke Bali untuk 4 orang. Aku mau ikutan nanti. Yang mau ikutan juga coba cek infonya di link ini ya; 

http://ramadantogether.lottechocopieindonesia.com/

Ramadan Together Lotte Choco Pie


Sebagai brand yang concern terhadap pentingnya waktu bersama antara orang tua dan anak, di bulan ramadan Lotte Choco Pie membuat acara seru setiap weekend. Acaranya diadakan di masjid-masjid dengan berbagai aktifitas yang bisa diikuti oleh anak-anak sambil menunggu waktu berbuka.


MasKa seneng banget waktu kuajak untuk ngabuburit bareng Lotte Choco Pie. Mereka antusias sekali mengikuti berbagai games yang ada. Mulai dari games menyusun puzzle, kids cooking class, dan lomba menghias Lotte Choco Pie kerja sama ibu dan anak.

Setiap anak yang main puzzle diberi hadiah Lotte Choco Pie oleh kakak-kakak SPG cantik. MasKa tentu seneng banget nerimanya. Dan itu membuat mereka ngga sabar nunggu waktu berbuka. Padahal waktu masih menunjukkan pukul 3 sore.

Untungnya kids cooking class kemudian dimulai. Perhatian si Mamas dan Kakak lalu teralihkan. Mereka serius banget ngikutin arahan Chef Nanda Young.


Setiap anak mendapat dua kue Lotte Choco Pie, fondan 2 warna, serta berbagai hiasan kue yang kesemuanya bisa dimakan. Selain itu, mereka juga mendapat berbagai peralatan untuk membentuk dan mencetak fondan.

Pertama-tama, anak-anak diajari bagaimana agar fondan tidak lengket saat akan dicetak. Yaitu dengan mencampur fondan dengan tepung maizena terlebih dahulu lalu diuleni dan dipipihkan.

Menurut Chef Nanda Young, kegiatan seperti itu sangat bagus buat anak anak-anak. Karena saat proses membentuk adonan fondan, mereka mendapat banyak stimulasi. Di antaranya adalah melatih keaabaran, kreatifitas dan motorik.


Tapi yang paling penting buatku adalah anak-anak senang melakukannya dan tanpa keterpaksaan. Terbukti dari ekspresi serius mereka saat mengerjakan apapun yang diajarkan Chef Nanda Young.

Apalagi ketika akhirnya si Kakak mendapat penghargaan. Hasil karyanya terpilih menjadi salah 1 dari 3 terbaik di antara belasan anak lainnya.

Usai Kids Coocking Clas, masih ada kompetisi seru lagi. Kompetisinya masih sama, menghias Lotte Choco Pie. Tapi kali ini harus kerja sama antara ibu dan anak.

Aku membenaskan MasKa mau membuat hiasan seperti apa. Aku tidak mau terlalu banyak mengintervensi. Biar mereka berimajinasi dan berkreasi sendiri. Aku hanya membantu.

Hasilnya, ngga jauh beda sama hiasan awal yang dibuat si Kakak yang sempat jadi juara sih. Mungkin dia mau mengulangi kesuksesannya. Haha. Sementara si Mamas dan aku bener-bener cuma bantu aja dan ngikutin kemauan Kakak.


Saat waktu habis dan Chef Nanda Young melakukan penilaian, kami diberi pertanyaan, "ini temanya apa?"

"Ini ada gambar masjid dan bentuk hati yang dipenuhi bintang dan bunga-bunga" kata si kakak mencoba menjawab sendiri.

Chef Nanda sempat tertawa kemudian bertanya lagi temtang maknanya. 

Awalnya si Kakak ingin menjawab sendiri apa maknanya, tapi sepertinya dia jadi malu gara-gara melihat chefnya tertawa. Jadi aku deh yang mewakili.

"Gini chef, katanya ini artinya menjalani bulan ramadan dengan hati gembira" aku coba menjelaskan.

Chefnya angguk-angguk, kemudian pergi untuk memberi penilaian pada peserta lain.

Tak lama setelah itu, adzan magrib berkumandang. Kami semua berbuka dengan nasi kotak yang sudah disediakan penyelenggara acara.

Oya, sementara aku dan beberapa blogger lain mengikuti kompetisi menghias Lotte Choco Pie, di dalam masjid ada kegiatan lain yang bisa diikuti. Ada story telling juga tausyiah. Tapi aku dan Maska ngga bisa ikut sesi story telling dan tausyiah itu karena ikutan lomba. Hehe.

Bahagia Itu...


Setelah buka puasa dan solat magrib, diumumkanlah 3 pemenang kompetisi menghias Lotte Choco Pie. Si Kakak yang sepertinya ingin memang memang sudah ngga sabar. Dia bolak balik nanya.

"Bu, kita menang ngga ya?"

Aku sendiri hopeless sebenarnya. Apalagi melihat karya ibu-anak lainnya yang oke-oke. Tapi siapa sangka Chef Nanda Young sebagai juri memilih kami sebagai pemenang juara kedua.


Aku melihat Mamas & Kakak begitu gembira saat tau mereka mendapat juara.

Tetapi yang membuatku lebih bahagia lagi justru bukan soal juaranya. Aku merasa bahagia karena melihat anak-anakku begitu senang hari ini. Dan kami telah melewati hari yang penuh momen berharga. Bertambah lah satu lagi kenangan manis di masa kecil mereka bersamaku, dan kuharap bisa menghapus segala duka dan luka yang pernah kutorehkan dulu, akibat perpisahan antara aku dan ayah kandung mereka.

Selama ini, aku memang berusaha membayar kesalahan-kesalahanku di masa lalu dengan cara menciptakan kenangan batu untuk menghapus kenangan lama.

***

Ah, MasKa, kalian tahu tidak? Ibu sayang kalian lebih dari yang kalian tau. Tapi mungkin, cara ibu mencintai kalian belum sempurna.

Jadi, kalau sepanjang Ramadan dan libur lebaran kali ini kalian mau sama-sama ibu aja, ibu ngga keberatan kok. Malah ibu senang. 7Udah, jangan baper lagi ya!

18 komentar

  1. aku lagi baper bg abisa video call, kayanya kuota habis di sana anak-anak :(

    BalasHapus
  2. Wuih gayanya mas sama kakak udah kaya chef beneran. Belajar masak ntar kalo udah pinter masakkin ibu makanan yang enak yaa MasKa ����

    BalasHapus
  3. Seru lihat anak-anaknya atusias hias choco pie,mak

    BalasHapus
  4. Kruntelan di kasur ber 5 itu pasti akan berkesan buat mereka kelak ketika besar. Karena ingat kecilanku juga begitu mbak malah ber 7 karena kami 5 bersaudara xixi. Btw ayahnya asli Lampung to mudik ke Lampung dong ya. Btw sambil menunggu adzan magrib berkegiatan begini itu sesuatu ya pasti anak-anak akan enjoy dan menikmati banget

    BalasHapus
  5. sehat sehat ya Noe... putra-putra juga dan debay yang akan lahir kelak, perjuangan makin berat *pengalaman banyak anak* insya Allah selalu ada jalan... hehehe

    BalasHapus
  6. Ngabuburit emang jadi ritual banget buat keluargaku pas Ramadhan. Sebenernya supaya anak-anak seneng dan ngga rewel minta buka puasa. Mereka jadi seneng dan tahan sampai maghrib.

    BalasHapus
  7. Itu chef Nanda fotonya mengalihkan blog mu banget mba hahhahaha...

    Acara yg seru, positif dan bermanfaat

    BalasHapus
  8. Ayyas nggak sempat ikut yang lomba puzzle mba. Padahal seru ya. Kreasi Maska keren euy :)

    BalasHapus
  9. si Kakak itu sama kaya aku waktu kecil. Aku suka jawab sinis kalau ditanya ibu, liburan mau nginep di rumah mbah atau di rumah tante ga?
    *jadi berasa diusir soalnya... hahahaaa...

    BalasHapus
  10. Aku kok ya jadi ikutan baper bacanya Mbak :')

    BalasHapus
  11. Ini juara neh menang terus ya mama sama anaknya.

    BalasHapus
  12. Co cweeeetttt ih ceritanyaaa...

    BalasHapus
  13. Ini anak2 ngikutin emaknya banget. Sering juara.

    BalasHapus
  14. selamat ya Mamas dan Kaka juara

    BalasHapus
  15. Sepertinya dulu yang banyak menjadi blogger adalah para ibu. Tapi setelah banyak blogger profesional, sebagian besar event melarang blogger bawa anak. Semoga nantinya makin banyak event yg ramah anak supaya mamas & kakak bisa ikut.

    BalasHapus
  16. aku suka lho makan ini, apalagi dicampurin sama es krim gitu.

    BalasHapus

Sila berkomentar untuk meninggalkan jejak, supaya memudahkan saya juga untuk kunjungan balik. Cheers!