Gara-gara Lotte Choco Pie Blogger Gathering


Aku tuh agak menyesal rasanya waktu mengikuti talk show tentang "Together, More" seminggu yang lalu (Sabtu, 22 April). Talk show yang diadakan oleh Lotte Choco Pie itu membahas tentang pentingnya menikmati waktu bersama keluarga.

Ada beberapa nara sumber yang hadir. Di antaranya ada Carissa Putri sebagai brand ambassador Lotte Choco Pie, juga ada psikolog yang membahas tentang kebersamaan keluarga dari sisi psikologi.

Apa yang membuatku menyesal adalah karena meninggalkan Mamas & Kakak di rumah kakeknya di Cilegon. Aku datang ke acara Lotte Choco Pie blogger gathering cuma sama suami dan Ranu. Padahal, pada weekend seminggu sebelumnya, aku juga meninggalkan MasKa untuk traveling ke Belitong.


Nah, saat talk show berlangsung, aku merasa ketonjok waktu nara sumbernya yang seorang psikolog itu bercerita. Katanya dia sempat menangis saat melepaskan anaknya untuk kuliah ke Australia. Dia bilang ke anaknya, "seandainya waktu bisa diputar kembali, mama mau mengulangi waktu bersamamu dan memperbaiki semuanya. Mama ingin menjadi orang tua yang lebih baik lagi untukmu".

Trus anaknya jawab, "Mama ngga perlu memperbaiki apapun, karena buat saya, mama adalah mama yang terbaik".

Aduh, denger cerita itu kok aku ikut mrebes mili. Bukan hanya terharu, tapi inget Mamas Kakak yang sekarang udah mulai gede. Udah mulai bisa protes dan mengungkapkan perasaannya. Dan aku jadi ingat bagaimana komentarnya beberapa hari setelah kepulanganku fari belitung.

"Enak jadi Ranu mah, kemana-mana diajak terus sama ibu", katanya.

Akhir-akhir ini aku memang jarang punya weekend santai untuk dihabiskan bersama anggota keluarga lengkap. Seringnya aku cuma bawa abang Ranu dan ditemani bapaknya kalau pergi kemana-mana.

Ini karena jadwal kami yang banyak nggak cocoknya. Sabtu aku udah libur kerja, sedangkan Mamas dan Kakak masih harus sekolah. Jadi kalau aku ada acara hari Sabtu, mereka nggak bisa diajak. Nggak mungkin lah ajak mereka bolos terus. Jadi mau nggak mau, aku harus titipkan mereka. Kupikir, toh cuma pas weekend ini. Hari-hari biasa kan masih bisa ketemu. Masih bisa punya waktu bersama. Dan aku masih bisa sempatkan menemani mereka mengerjakan PR, atau lain kegiatan harian lainnya.

Tapi ternyata itu masih belum cukup untuk MasKa. Mereka juga ingin diajak jalan-jalan seperti dulu. Atau mungkin dia tidak merasakan kehadiranku seutuhnya saat hari-hari biasa? Bisa jadi.


Soalnya kemarin Carissa Putri pun sempat sharing. Katanya, yang ia lakukan untuk menjadi ada bagi Quenzi (Q) anaknya, bukan sekedar ada di dekat Q. Tetapi ia berusaha untuk hadir sepenuhnya. Melepas gadget dari genggaman, bermain bersama, mendengar cerita Q, dan lain-lain. Pokoknya mencurahkan perhatian penuh hanya pada Q.

Ah, iya. Jaman digital seperti sekarang ini memang melenakan. Gadget menjadi benda yang posesif. Kita seolah enggan dan sayang kalau harus mengalihkan perhatian dari gadget barang sebentar saja. Sadar atau tidak, mungkin aku salah satunya.

Padahal, masa kecil anak-anak itu adalah periode emas dalam kehidupannya. Mereka butuh pendampingan orang tua bukan hanya untuk mendapat stimulasi belajar yang tepat. Tetapi juga untuk merasa dicintai. Agar mereka mendapat cukup kasih sayang, merasa bahagia lalu tumbuh menjadi pribadi yang baik. Dan memang, kalau melihat latar belakang anak-anak yang memiliki kepribadian negatif, seperti trouble maker, terlibat narkoba atau lainnya, kebanyakan mereka memiliki latar belakang yang kekurangan kasih sayang.

Naudzubillah. Aku jadi takut sendiri. Mengingat anakku udah 3. Mau 4. Kalau aku sok sibuk terus, nggak bisa bagi waktu, mau jadi apa?

Padahal (lagi), menciptakan waktu bersama anak agar berkualitas itu nggak sulit. Kalau merasa sulit, bisa dicoba memulai dengan cara berkumpul dan menikmati makanan favorit bersama. 


Nah, buat bu ibu yang ngakunya nggak bisa masak, nggak sempet masak, atau apalah alasannya, nggak usah repot masak atau bikin kue sendiri, kan sekarang ada banyak cemilan yang dijual. Salah satunya Lotte Choco Pie yang punya keinginan untuk selalu hadir di tengah keluarga, menjadi makanan favorit yang menemani saat-saat bersama keluarga.

Kue rasa coklat seperti Lotte Choco Pie, anak mana sih yang ngga suka? Ya kan?

Nah, gara-gara bahasan panjang lebar mengenai pentingnya kebersamaan dalan keluarga, aku jadi tambah menyesal meninggalkan MasKa ke Jakarta hari Sabtu lalu itu. Soalnya, hari minggunya tanggal 23 April, si MasKa ada pentas di TPA. Acara festival anak sholeh dalam rangka menrayakan Isra' Mi'raj. Masa iya sih mereka harus tampil tanpa ditemani ibuknya. Harusnya kan aku duduk di barisan penonton, lalu merasa bangga melihat mereka menampilkan marawis, melafalkan doa, menyampaikan pidayo pendek. Kalau aku nggak hadir, duh, ibu macam apa aku?

Dan aku nakin baper saat diputarkan video ini




Setelah perang batin selama talk show itu, aku jadi bertekad untuk pulang ke Serang di hari itu juga. Tak peduli aku harus pulang malam karena sorenya aku masih ada acara blogger yang berbeda. Aku harus pulang. Aku harus ada untuk MasKa. Dan tak peduli juga bahwa di hari yang sama dengan hari pentasnya MasKa, aku masih ada acara blogger juga di Jakarta. Toh, aku masih bisa berangkat lagi dari Serang setelah MasKa selesai pentas. Bolak balik juga biarin deh. Yang penting MasKa bahagia.

Well, gara-gara tekad itu aku jadi ingin waktu bisa berjalan lebih cepat. Agar semua rangkaian kegiatan bisa lebih cepat beres juga. Walau begitu, aku tetap berusaha menjalaninya dengan sabar.



Oya, usai talk show, di acara blogger gathering Lotte Choco Pie kemarin, ada games untuk anak-anaknya para blogger yang ikut datang. Gamesnya seru. Anak-anak mengikutinya dengan antusias.

Seluruh anak yang hadir dibagi menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok diminta mengumpulkan potongan puzzle kata yang disebar dan tersembunyi, kemudian dirangkai menjadi kalimat Lotte Choco Pie.


Dan yang namanya games, pasti ada yang menang. Untungnya semua anak mendapat hadiah. Baik yang kalah maupun yang menang. Jadi semua merasa bahagia. 

Hm..., andai MasKa ikut games itu, mereka pasti merasa senang juga. Dan aku bisa menyemangati mereka seperti yang teman-teman blogger lakukan. Juga meneluk dan mencium seusai games, dan mengatakan...

"Selamat, Nak, sudah berhasil menyelesaikan permainan dengan baik. Kamulah juara di hati ibu"

47 komentar

  1. Tetap semangat mba untuk menjadi yang terbaik untuk anak. Serial orang tua pasti berusaha menjadi erbaik untuk anak ya

    BalasHapus
  2. Ahhh, sedih yaaa pas psikolognya ngomong gitu. Serasa tertampar2. Huhuhu, aku ngerasa jadi ibu yang kurang banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, aku pun merasa kuraaang bgt

      Hapus
    2. judul soundtrack nya apa mba??? pliss...

      Hapus
  3. andaikan semua anak bisa diajak ya mbak, biar trs bisa bersama menghabiskan waktu.. aku juga penah dlm situasi spt ini, stl diberi pengertian alhamdulillah gak merasa bersalah lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, rasanya sedih bgt. Hehe

      Hapus
  4. Photonya bikin pengen main sama chocopie lg.. huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku berdoa semoga ada acara macam gini lagiii. Aamiin

      Hapus
  5. Pengen seseruan lagi neh kalau luhat foto-foto ini, apalagi membuat anak menjadi senang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Smoga Lotte bikin event kayak gini lg ya mak, dan kita bs ikut lg haha

      Hapus
  6. aku sering merhatiin ponakan yang biasanya disayang-sayang trus tiba adiknya lahir suka merasa nggak disayang lagi dan suka bilang mamanya lebih sayang adik, kadang orang tua sedih juga ya kalau anak sudah ngomong serperti itu..padahal kakaknya memang lagi jealous aja ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitu lah anak2, tp hrs bersyukur klo mereka berani utarakan perasaannya. Klo dipendam malah bahayaa

      Hapus
  7. Sama, Maaak. Waktu Mbak Novita cerita itu saya nangis jugaaaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasa lah, kita rnak2 emang mudaah tersentuh perasaannyaaa

      Hapus
  8. Toss mbak,akupun juga ikutan mbrebes mili pas denger sesi sharingnya mba Novita,pengen cepet peluk Gavino yg saat itu ikutan hadir. Btw anaknya udh mau 4 wahhhh selamat dong akan jadi keluarga besar dan semarak rumahnya sama celotehan anak2 yg makin banyak hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, keluarga besar dan ramee. Haha

      Hapus
  9. Aaaaw so sweet banget kamu mbaaaak demi MasKa rela pulang sehabis acara yang sore, padahal besoknya ada acara lagi di jakarta :))

    BalasHapus
  10. Anakku kmrn gak menang tapi udah hepi bener dapet goodiebag isi Lotte Choco Pie. Posesif banget gak boleh minta. Hahahahah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah, soalnya Choco pie nya enak siih yaa

      Hapus
  11. Saat anak merasakan dan tahu, ia dicintai maka kelak ia kan jadi orang yg bahagia dan penuh cinta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga anak2 kita gk pernah kekurangan cinta ya mamii

      Hapus
  12. Aku pun kuar air mata saat sesi sharing dengan psikolognya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toss. Ternyata kita gampang terenyuh yaa

      Hapus
  13. Andai semua bisa berjalan beriringan ya, tapi terkadang situasi menghadapkan kita pada 2 pilihan yg sulit. Semangat! Semangat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbaa, namanya juga hidup, akan selalu ada pilihan suliiitt. Semangaat selaluuu yg pentiing

      Hapus
  14. sharing acaranya memang makjleb, ngena di hati...pulang-pulang pengennya meluk anak-anak

    BalasHapus
  15. Waaaa.. banyak foto candid di sini. Bahagia banget ikut acara ini ya.

    BalasHapus
  16. Perjuangan banget deh, salut, walaupun sibuk kerja, aktif ngeblog dan datang event tapi tetap bisa ngabisin waktu buat MasKa. Hebat euy ibu yang satu ini

    BalasHapus
  17. Hatiku pun terasa nano2 Noe sejak melepas anak wedok utk mandiri. Kadang kepikiran koq tega amat gitu ya. Maunya sih ya deketan terus. Laah malah meloow dewe...

    BalasHapus
  18. Iya yak...kalau ninggalin anak2 itu gimana gituuuuh .... Berasa ada yg hilang

    BalasHapus
  19. Setiap orang tua pasti berusaha untuk jadi yang terbaik.. jadi kita harus selalu semangaaat :)

    BalasHapus
  20. "Selamat, Nak, sudah berhasil menyelesaikan permainan dengan baik. Kamulah juara di hati ibu"

    meleleh rasanya, meski belum tau rasanya punya anak tapi merasakan kasih sayang yang besar seorang ibu.

    Wa Carisa putri ternyata udah punyya anak ya, hehehe aku jarang ikutin beritanya. Acaaranhya edu banget ya mbak. Semangat selalu

    BalasHapus
  21. Bounding dn we time sm kidos pnting y mba slain nmbh akrb jg nti kd moment yg mrk ingt klak

    BalasHapus
  22. Kadang kita suka anggap sepele ya mak, ah kan biasanya bisa ketemu, ahh kan nanti juga bla bla bla, aku juga suka gitu kadang, huhuhu. Makanya pas datang kemarin itu rasanya sama maaak, tertohok makjleb banget, hehehe.

    BalasHapus
  23. Ku merasa sedih baca post ini. Secara, aku belum bisa bagi waktu maksimal untuk Yasmin. Hiks. Saatnya evaluasi ya, Bund. :)

    BalasHapus
  24. Saya sering dengar curhatan ibu2 ketika anaknya sudah besar: coba ya kecil lagi, aku dulu gak memperlakukan dia begini... bla,...begitu. Belum lagi yang anaknya lebih dari satu. Memang masa-masa mereka sedikit, tahu2 sudah besar saja

    BalasHapus
  25. Next time Mamas dan Kaka tidak boleh ketinggalan apalagi hadir di event yg melibatkan anak2 ya mbk😙

    BalasHapus
  26. Iyaaaa, pas dengerin pencerahan dari mbak Novita, langsung pengen nangis.. Huhuhu.. Sesibuk apapun kita, anak-anak harus tetap jadi nomor 1 ya maaaak..

    BalasHapus
  27. Belum ada sebulan kan, tapi udah kangen aja pengen acara gini lagi. Seru! Akrab!

    BalasHapus
  28. Baper bacanya. Keinget ibuku yg kadang suka ga sengaja aku komentar pas kita lagi makan bareng. Ceritanya ibu masak mayan banyak dan pasti masakan ibu yg terenak bagi anaknya, trus aku nyeletuk 'adek di sana makan apa ya? '

    Hiks...

    Sama ibu dijawab, "ntar kalo pas pulang jg bs makan bareng. Jangan nyedihin gitu. "

    Padahal hatinya pasti kaya ibu Maska ini,ga sedikitpun luput mengingat semua anaknya yg jauhan. Jadi nyesel nyeletuk gitu. Huhuhuhu

    BalasHapus
  29. Kadang memang begitu, Noe. Perasaan udah berusaha yang terbaik untuk anak tapi bagi anak belum tentu. Ya sepertinya berbicara dengan anak memang harus rutin dilakukan :)

    BalasHapus
  30. judul soundtrack iklan nya apa mbak???

    BalasHapus

What wasn't said, will never be heard. What wasn't wrote, will never be read. Tinggalin komentar yuk...