Senin, 10 Oktober 2016

Kepada Siapa Pria Plegmatis Menunjukkan Kejeniusannya


Kemarin libur weekend. Kami ngga kemana-mana. Saat Ranu tidur, dan MasKa sedang pergi liburan weekend ke rumah kakeknya, aku dan Ojrahar memanfaatkan waktu untuk mengobrol. Berhubung kami sedang tidur-tiduran di depan TV, maka obrolan pun diwarnai dengan isu-isu yang sedang hot yang disiarkan TV.

Obrolan ringan saja. Diselingi candaan atau humor menyenangkan dan menyegarkan fikiran. Humor yang sekaligus bisa memupuk rasa cinta antara kita berdua. Ciee. Obrolan dan humor tentang apa sih?

Obrolan kami kemarin, dimulai dari berita tentang Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Lengkap dengan para alim ulama yang saling pro dan kontra mengenai dukun pengganda uang itu. Gara-gara lagi nonton berita sih. Lalu soal PILKADA Jakarta dan hebohnya video Ahok, sampai gosip ngga penting dan remeh temeh untuk dibahas.

Pembicaraan soal gosip berawal ketika Ojrahar mengganti channel ke GlobalTV. Saat itu GlobalTV sedang merayakan ultah ke-14. Ada pesta di sana. Kebetulan ada grup band Gigi yang sedang tampil. Ojrahar pun ikut bersenandung.

"Kau lah yang diinginkan aku, dari mimpiku, dari hayalku ..." Suara emas Armand Maulana memenuhi ruangan, diikuti suara sengau Ojrahar.

"Makasih, sayang. Gue tau kok lo menginginkan perempuan macem gue. Sampe rela nunggu puluhan tahun kan?" Aku menyaut persis ketika senandungnya sampai pada kata 'diinginkan aku'. Bukan GR lho! Aku hanya bermaksud bercanda saja. Seperti candaan biasanya antara aku dan Ojrahar.

"Idih ge er. Emang lo ngga denger gue nyanyinya gimana tadi?"

"Nggak. Gimana gitu?"

"Kolak yang diinginkan aku" Ojrahar mengulangi nyanyiannya dengan wajah tengil. Well, aku ingat kalau puasa ramadhan dia sering nyanyi seperti itu.

"Haha. Sial!" jawabku. Kami pun tergelak bersama. Dan secara spontan kudaratkan pukulan ke tubuh kurusnya menggunakan bantal. Sampai tawa kami reda dan Gigi sudah menyanyikan judul lagu yang lain lagi.

"Gigi ini solid ya, Bi. Ngga kayak grup band lain yang sering gonta-ganti personil, bahkan ada yang sampe bubaran" aku mulai membuka topik pembicaraan lagi.

Selanjutnya yang terjadi adalah aku yang get amazed mendengar penjelasan panjang dari Ojrahar. 

"Personil Gigi juga ada yang keluar masuk lagi" katanya. Dia lalu menyebut sejumlah nama yang pernah keluar dari grup band Gigi dan siapa saja yang menggantikan.

Obrolan mengenai musik lalu melebar ke siapa musisi yang dia suka. Adalah Nugie. Disebutnya tiga album Nugie yang bertajuk Air, Tanah dan Angin. Dan Ojrahar hafal hampir semua lagunya.

Ini bukan kali pertama aku dibuat kagum. Ojrahar memang berwawasan luas. Saat aku mencoba membicarakan soal presiden AS, dia bisa bercerita banyak. Mulai dari nama-nama dan urutannya menjabat sebagai orang nomor 1 di AS, serta isu-isu atau kebijakan yang pernah ramai disiarkan di TV.

Atau yang lagi heboh sekarang di Indonesia. Sebut saja Marwah Daud yang sekarang tiba-tiba membuatku heran karena kekeuh membela Dimas Kanjeng. Selama ini aku ngga kenal dia siapa, tetapi justru Ojrahar bisa bercerita dulunya dia menjabat sebagai apa dan bagaimana tindak tanduknya. 

Selain berwawasan, dia juga seorang pengamat. Dikomentarinya film kartun Tom & Jerry. Menurutnya, ada pesan yang bisa mempengaruhi muslim untuk lebih sayang tikus dan anjing dibanding kucing. Dia juga tak suka film berbau zombie untuk sebuah alasan yang kuat dan prinsipil.

Berkali-kali dan pada banyak kesempatan, aku harus mengakui kalau Ojrahar memang jenius. Hanya saja dia tipe yang tidak senang pamer. Tidak haus panggung. Tidak butuh pengakuan dari khalayak soal kepandaiannya.

Sampai akhirnya aku menarik satu kesimpulan.

"Beb, kamu tuh sebenernya pinter. Cuma emang dasar kamu mah orangnya plegmatis, diem, jadi ya sukanya disimpen sendiri aja." 

Kulihat Ojrahar tetap cool mendengar pujianku. Dia memang pandai menyembunyikan perasaan dan terbiasa mengendalikan emosinya. Tetapi tunggu sampai aku menyampaikan kalimat berikut.

"Tapi sekarang gue mulai sadar satu hal, Beb." (Maklumi ya, kami memang kadang pakai kata ibu-abi, aku-kamu, ayang-embeb atau elo-gue kalo ngobrol. Tergantung situasi aja)

"Gue sekarang tau, kalo ternyata cowo plegmatis yang keliatan pendiem banget kayak lo tuh, memang ngga suka pamer. Lo hanya bisa nunjukkin kehebatan di depan orang yang paling lo cintain, yaitu gue!"

Dan aku pun ditoyor. 

30 komentar:

  1. Tsaaaah...pedeeeeee pisaaaan. Oh My! Gue langsung ngurut gada. Eh, dada.
    Sama juga dong, panggilan suka-suka, tergantung situasi. Wkwkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha harus PD mba. Sama suaminsendiri ini. Wkwk

      Btw, soal panggilan mmg lebih enak bebas gitu, lebih enjoy dan kayak tmn selalu. paling jaga imej klo dpn anak aja :D

      Hapus
  2. Katanya, orang plegmatis itu juga melankolis ya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget Mase. Melankolisnya terlihat dari sikap perfeksionis yang diam2 keliatan, ikut prosedur, dan cenderung penyendiri juga

      Hapus
  3. So sweet deh. Obrolan kayak gini ini yang bikin Hubungan awet

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ya Allah :D
      Semoga keluargaku, keluargamu, langgeng selalu ya Helen. :)

      Hapus
  4. Aissssh so sweetnya berbeda dan unik :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wekekek.. nanti kamu ngerasain, Tis :D

      Hapus
  5. eh dirimu sama ojrahar itu beda brapa tahun sih? Aku sama suami juga suka ngobrol2 begini, cuma kalau dia udah ngobrol, pasti mendominasi, hahaha. Aku biasanya jadi pendengar yang baik aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bedanya jauh mba Maya, ada 12 tahun :D

      Hapus
  6. Huwahhh mbak Noe... bikin baper esiiehh...
    sweet-sweet gituhh hhhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ampuun mba, ngga bermaksud bikin baper. Hahah

      Hapus
  7. Kalau Odi tau segala hal yang gue gak tau, gue dikata - katain cobak! *malah curhat*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha... habis itu berantem manja ngga put :p

      Hapus
  8. Wis lah aku gak comment...
    Aku udah tahu sejak dulu...
    Masih banyak yang disembunyikan dari mas ijtihad..
    Dia juga punya keahlian lain...
    Bisa menggandakan uang juga. Cuma belum ada yang tahu saja...

    BalasHapus
  9. Waah... Suamiku berarti gak plegmatis. Dia mah malah gak melankolis. Becanda mulu. Kebalikannya. Kudu seneng atau sedih, ya? Wkwkwkwk...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngga masalah karakternya apa mba, yg penting rumah tangga aman damai sentosa kaan :D

      Hapus
  10. aahhh...langsung peluk suami disamping *nahloh :)

    BalasHapus
  11. Huahaha....pembicaraan yang asiik..
    Suami saya juga banyak pengetahuannya. Tapi dia sering share sih, gak diem-dieman.Kadang buat saya manggut-manggut, gak ngerti hihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi.. karakter org memang beda2 mba, yg penting kita bisa imbangi yes. ;)

      Hapus
  12. Seruuunya, so sweet bangat weekendnya Mba Nurul, ngobrol santai tapi asyiiik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya Awan, obrolan ringan ala ala drakor. *halah

      Hapus
  13. uhuukksss... baca kalimat terakhir itu batukku langsung menjadi2 :)

    BalasHapus
  14. So sweeetttt... Walaupun pake toyor hihihii..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... toyoran mesra, aih aih.. :v

      Hapus
  15. Kayak suamiku juga mak, sedikit bicara, sekali bicara anak2ku langsung kepingkel-pingkel. Aku blm pernah berhasil bikin anakku ketawa spt itu padahal bahan ceritaku segudang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha... ada bakat komedian ya mak, suaminya :v

      Hapus

What wasn't said, will never be heard. What wasn't wrote, will never be read. Tinggalin komentar yuk...