Selasa, 27 September 2016

Cara Merawat Mesin Absensi


Demi keadilan sosial bagi blog yang sama-sama aku kelola (*halagh) ngga ada salahnya ya kalau di sini aku juga ngomongin soal mesin absen. Haha. Kalau di blog nurul noe dot com aku lebih ngomongin penemu dan sejarah perkembangannya, kali ini aku mau bahas bagaimana cara merawat mesin absensi sidik jari.


Mesin absensi sidik jari merupakan salah satu mesin absensi yang banyak dicari di toko jual mesin absensi akhir-akhir ini. Sejumlah perusahaan atau kantor berusaha memilih mesin dengan merek ternama atau tipe terbaik. Alasannya agar lebih awet dan tidak sering terjadi gangguan dalam pemakaian.

Padahal keawetan sebuah mesin absensi tidak selalu bergantung pada merek yang dibawanya. Mesin absensi, khususnya mesin absensi sidik jari membutuhkan perawatan tertentu selama digunakan agar tidak mudah rusak. 

Lalu bagaimana cara merawat mesin absensi sidik jari yang tepat? Simak uraiannya berikut ini ya...

Letakkan di tempat yang tepat


Lokasi yang tepat selain memudahkan karyawan melakukan absensi, juga dapat menjaga kinerja mesin itu sendiri. Disarankan untuk tidak meletakkan mesin absensi sidik jari di tempat yang terkena cahaya matahari atau cahaya lampu secara langsung. Hal ini diyakini dapat mempengaruhi kemampuan sensor biometriknya sehingga menjadi kurang sensitif. 

Selain itu, hindari meletakkan mesin absensi dalam ruangan yang memiliki suhu ekstrim, seperti terlalu panas atau terlalu dingin, terlalu lembab dan berair. Suhu ruangan yang terbaik untuk meletakkan mesin absensi sidik jari adalah sekitar 37 derajat Celcius.

Lakukan pembersihan berkala


Sebagaimana mesin elektronik, mesin absensi sidik jari juga perlu dibersihkan secara berkala dari kotoran dan debu yang menempel pada permukaannya. Seperti diketahui, mesin absensi sidik jari adalah mesin biometrik yang sangat sensitif terutama pada bagian sensor sidik jarinya. Karena itu, lakukan pembersihan berkala dengan cara menggosok dan mengelap area sensor menggunakan tisu atau lap lembut secara perlahan-lahan.

Hindari menggunakan cairan pembersih yang mengandung alkohol karena dapat merusak sensitivitas layar yang digunakan untuk membaca sidik jari. Sebaiknya, tanyakan kepada petugas di toko jual mesin absensi jika disediakan cairan khusus untuk membersihkan sensor tersebut.

Cek kondisi sebelum digunakan


Ketika mesin dihidupkan, selalu cek kondisinya terlebih dulu sebelum digunakan. Ketahui apakah mesin sudah terhubung dengan komputer, apakah adaptor sudah ditempatkan sebagaimana semestinya, dan lain sebagainya. Pilih adaptor yang berkualitas baik dan dapat menghantarkan daya listrik dengan stabil ke mesin absensi agar kondisi mesin tetap awet.

Hubungi service center jika terjadi masalah


Jika mesin absensi mengalami masalah, sebaiknya Anda menghubungi service center agar mendapatkan solusi dari masalah yang Anda hadapi. Penanganan dari tenaga ahli tentu dapat meminimalkan resiko kerusakan pada mesin dibanding Anda sendiri yang langsung menanganinya. 

Merawat mesin absensi sidik jari terbilang mudah dan praktis. Jika masih belum paham mengenai perawatannya, bisa meminta panduan dari petugas di toko jual mesin absensi mengenai cara-cara perawatan yang tepat. Atau hubungi service center agar ada teknisi yang membantu perawatan secara berkala. Seperti di perusahaan tempatku bekerja, ada teknisi yang dikontrak khusus untuk merawat mesin absensi. Dengan begitu, mesin absensi dapat bekerja lebih optimal dan lebih awet.

7 komentar:

  1. Aku sering ngak absen kalo telat, belagak lupa kalo di tanya hehehe

    BalasHapus
  2. Di sekolah anakku setiap guru harus pake mesin absen sidik jari juga nih

    BalasHapus
  3. Hayooo, ntar disuruh merawat mesin absen di depan gate..wkwkwk

    BalasHapus
  4. Saya tertarik dengan informasi mengenai mesin absensi diatas. Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai mesin absensi yang bisa anda kunjungi di Mengenai Mesin Absensi

    BalasHapus

What wasn't said, will never be heard. What wasn't wrote, will never be read. Tinggalin komentar yuk...