Jumat, 12 Agustus 2016

Agustus Selalu Bikin Deg-Degan


Setiap memasuki pertengahan bulan Agustus, aku suka deg-degan. Kadang senyum-senyum sendiri juga. Teringat kenangan menjelang hari H pernikahan aku dan Ojrahar. 

Ceritanya, bisa dibilang pernikahan kami dilakukan secara mendadak. Semua persiapan juga dilakukan dengan kilat. Emosi pun kerasa bener-bener diuji. Terutama saat berurusan sama birokrasi. Mulai dari mendaftar ke KUA, urus surat numpang nikah yang adaa aja kurang berkas ini dan itu, sampai ricuh nentuin tanggal.


Aku & Ojrahar sih pinginnya setelah daftar ke KUA, trus besoknya ijab qabul. Wkwkwk. Mana ada lah ya. Karena prosedur standarnya adalah, mendaftarkan tanggal pernikahan ke KUA itu harus maksimal 2 minggu sebelum hari H.

Akhirnya, setelah semua berkas lengkap di pertengahan Agustus, ditentukan lah tanggal pernikahannya, yaitu di hari pertama bulan September itu.

Sebenarnya, rencana menikah tuh sudah ada sejak setahun sebelumnya. Dan dengan pede nya, aku beli beberapa tiket pesawat untuk rencana bulan madu segala. Padahal nikah juga belom. Haha. 

Ya harapannya memang kami sudah sah jadi suami istri pada akhir tahun 2012. Jadi pas liat ada banyak promo tiket pesawat untuk periode terbang tahun 2013, aku beli aja tanpa pikir panjang. 

Sayangnya, rencana tinggal rencana jika Allah menentukan lain. Alhasil beberapa trip harus kami jalani bersama dengan masih berstatus teman. Salah satunya ketika kami backpackeran ke Sumatra Utara pada Juni 2013. Kami harus rela deh bobok sendiri-sendiri. Aku di kamar hostel bareng temen backpacker yang cewek-cewek. Dan Ojrahar tidur di mushola sama yang para cowok. Wkwkwk. Untungnya kami jadi nikah tanggal 1 September, jadi pada tanggal 3 September kami bisa pacaran deh ke Makassar selama seminggu. 


Btw, tiket PP Jakarta - Makassar itu sudah aku beli setahun sebelumnya dengan harga cuma 90 ribu rupiah loh. Maklum lah, I can never help myself to buy promotion ticket. Tapi sekarang udah ngga bisa kayak gitu lagi semenjak Kemenhub mengeleuarkan aturan harga batas bawah untuk maskapai low budget. Sekarang kalau mau beli tiket pesawat, paling mgandelin situs penyedia jasa booking tiket. Click here to see one of my favorite website to book ticket.

Balik lagi ke cerita perjalanan pernikahanku dengan Ojrahar.

September tahun berikutnya, tahun 2014, kami kembali melakukan perjalanan ke Makassar. Tujuannya waktu itu untuk mengikuti festival Takabonerate. Sekalian honeymoon untuk merayakan 1st anniversary pernikahan kami.

Setelah satu tahun menikah, rupanya kami masih bisa mbolang berdua. Senang sih, tapi tetap ada yang kurang karena kami ingin segera punya bayi. Alhamdulillah, akhir Desember 2014 aku mulai telat. Kami langsng periksa ke dokter dan ternyata positif hamil. Berdasarkan catatan HPHT, diprediksi HPL (hari perkiraan lahir) pada 20 Agustus. Dengan begitu, bertambahlah satu cerita mendebarkan di bulan Agustus.


Jadi kalau pertengahan Agustus 3 tahun lalu aku deg-degan menjelang ijab qabul, lalu Agustus 2 tahun lalu harus deg-degan nunggu kapan bisa hamil, dan Agustus setahun yang lalu aku deg-degan nunggu kelahiran bayi hasil kolaborasiku dengan Ojrahar. 

Dan sekarang, di pertengahan Agustus tahun ini, kami excited menunggu hari ulang tahun pertama bayi kami. Aaaakkk....

6 komentar:

  1. Selamat ulang tahun buat babynya mbak...

    BalasHapus
  2. Selamat ulang tahun untuk Ranu :)

    BalasHapus
  3. bayi hasil kolaborasi -,- lucu banget mba istilah yang dipakai :D
    selamat ulang tahun buat dedenya yaa :)

    BalasHapus

What wasn't said, will never be heard. What wasn't wrote, will never be read. Tinggalin komentar yuk...