Sabtu, 07 Mei 2016

Atasi Alergi Agar Anak Tetap Berprestasi


Bahagia rasanya kalau punya anak yang sehat terus. Seperti Abang Ranu yang sejak lahir hampir ngga pernah sakit. Pernah sih ketular baruk dan flu waktu umurnya baru 1 bulan. Untung saja sistem imun-nya bagus. Jadi bisa cepet sembuh hanya dengat memberinya banyak asi, dan rajin berjemur di pagi hari. 

Yang paling menyenangkan lagi adalah badannya yang montok. Pipinya tembem sehingga wajahnya terlihat semakin bulat. Kalau dia senyum, aduuh...meleleh hatiku. Well, hari-hari yang kulalui sejak Abang Ranu lahir diwarnai dengan keindahan dan kebahagiaan. Sampai suatu hari aku menemukan kukitnya berbintik merah di sekujur badan. Kok bisa?

Ceritanya, Abang Ranu sudah lulus ASI exclusive. Babak baru pun dimulai. Aku membeli berbagai buah dan sayur untuk MPASI. Alpukat, kabocha, labu, apel, pear dan buah naga. Untuk awal MPASI, aku hanya memberinya satu jenis buah atau sayuran untuk makan selama 2 atau 3 hari. Tujuannya supaya dia mengenali jenis dan rasa makanannya. Baru kemudian berganti dengan jenis buah/sayuran lainnya. Begitu seterusnya selama satu bulan.


Sebagai selingan aku memberinya biskuit bayi untuk cemilan. Kadang kalau aku sarapan oatmeal, Abang Ranu mau juga dikasih icip.

Bulan kedua, aku mulai memberinya 2 jenis buah dan sayur sekali makan. Misal, kentang dan labu, atau bubur dari tepung beras organik ditambah wortel. Aku juga sudah mulai menambahkan lauk seperti telur, atau homemade kaldu ayam untuk campuran bubur.

Ranu Kena Alergi?


Membuat sendiri makanan bayi memang lebih ribet dibanding beli jadi. Tapi tentunya lebih aman dan nyaman. Pernah sekali aku mencoba memberinya bubur bayi instan yang terbuat dari beras merah dan hati ayam. Sebab waktu itu aku sedang ngga enak badan dan ingin bed rest sepanjang hari. Tapi rupanya malah hal buruk yang terjadi. 

Aku memberi Ranu bubur bayi instant pagi dan siang hari. Setelah makan siang, Ranu ikut tidur denganku sampai sore. Saat bangun tidur sekitar jam 5 sore, aku terkejut mendapati sekujur badan Ranu terdapat bintik merah. Seperti yang sudah kuceritakan di atas tadi. Ranu adalah bayi sehat. Jadi sekalinya sakit begini, aku sedih.


Aku juga ngga tau pasti apa penyebabnya. Aku cek dengan termometer, suhu badannya normal. Sebelum kulitnya merah-merah juga dia tidak demam. Jadi kurasa itu bukan campak.

Lalu aku cek juga kemasan bubur instan yg kuberi buat Ranu. Takutnya sudah expired. Ternyata tidak juga. Aku jadi menduga-duga. Apa mungkin abang Ranu alergi pada hati ayam? Entahlah. Tapi aku bersyukur sebab keesokan harinya bintik merah itu hilang. Aku tidak memberi obat apa-apa. Hanya kuolesi dengan baby cream dan memberi banyak ASI. 

Konsultasi Alergi di KalCare


Rasa penasaran tentang penyebab merahnya kulit di sekujur badan Ranu, akhirnya menggerakkanku untuk konsultasi kepada dokter spesialis anak.

Kebetulan ada program World Allergy Week yang digalakkan oleh World Allergy Organization (WAO) setiap tahunnya. Dan tahun ini, Kalbe Nutritionals & Morinaga juga ikut berperan serta dalam meningkatkan kesadaran untuk mengenali alergi dan penyakit lainnya yang terkait. Salah satu upayanya adalah dengan memberi konsultasi gratis kepada para pakar/dokter anak ahli alergi dalam bentuk Coaching Clinic di KalCare Jakarta pada tanggal 8 s.d 15 April 2016. 

KalCare Lippo Mall Puri Indah

Aku tentu tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Lokasi KalCare terdekat yang bisa dijangkau dari Serang adalah KalCare yang ada di Lippo Mall Puri Indah.

Saat sesi coaching clinic pada Minggu (8/4), aku berhadapan langsung dengan dokter spesialis anak di dalam ruangan yang tertutup sehingga privacy terjaga. Saking tertutupnya, jadi sungkan mau minta tolong dokumentasi saat aku konsultasi di dalam ruangan dokter. Huhuu.

Saat konsul, aku menceritakan perihal kulit Ranu yang berbintik merah setelah makan bubur instan. Dokter menyimak dengan seksama. Lalu bertanya apakah aku punya riwayat alergi.

Analisa Tumbuh Kembang Ranu dengan Nutritionists 

Memang sih, aku punya alergi udara dingin. Kalau orang jawa bilang biduran, atau kaligata kalau kata orang sunda. Saat musim peralihan dari panas ke dingin, atau saat cuaca ngga menentu yang kadang hujan, kadang panas, kulitku langsung bentol-bentol dan rasanya gatal sekali. 

Dokter bilang, jika orang tua punya riwayat alergi, maka kemungkinan besar anak juga beresiko. Aduh, aku langsung sedih mendengar penjelasan itu. Apalagi kan, alergi itu ngga ada obatnya. Dia hanya bisa dicegah supaya tidak kambuh dengan cara menghindari pencetusnya. 

Misal, kalau alergi seafood, ya jangan makan seafood. Alergi debu, usahakan selalu bersih dan pakai masker saat harus berada di luar rumah yang berdebu. Alergi bulu, jangan dekat-dekan hewan berbulu seperti kucing atau anjing.

Atau pada beberapa kasus, ada anak yang alergi terhadap protein susu sapi. Sehingga setiap kali minum susu sapi dia akan diare. Memang, tidak ada yang bisa menggantikan kebaikan ASI yang memang diciptakan Tuhan untuk anak manusia.

Tetapi ada saja berbagai sebab yang membuat ibu tidak dapat menyusui anaknya. Jika demikian, maka diperlukan susu formula yang tetap bisa dikonsumsi tanpa menyebabkan alergi.

Chil School Soya untuk Maska & Chil Kid P-HP untuk Ranu

Hampir semua brand susu formula punya produk susu khusus untuk yang alergi susu sapi. Biasanya disebut susu soya. Termasuk juga Morinaga. Selain susu soya, Morinaga punya satu lagi jenis susu yang aman bagi penderita alergi susu sapi, yaitu susu formula P-HP. Eh, bukan pemberi harapan palsu loh ya. Haha. P-HP yang ini adalah susu formula hidrolisat parsial yang terbuat dari 100% whey.

Masih sama seperti jenis susu dari Morinaga yang lainnya. Baik susu formula soya maupun P-HP juga mengandung Formula Moricare+ Prodiges, yaitu Sinergi (gabungan) nutrisi tepat dari Faktor Kecerdasan Multitalenta, Faktor Pertahanan Tubuh Ganda dan Faktor Tumbuh Kembang Optimal. Ini merupakan wujud komitmen Kalbe Nutritionals & Morinaga untuk menciptakan generasi platinum yang memiliki kecerdasan multitalenta.


Intinya, melalui World Allergy Week, Kalbe Nutritionals & Morinaga ingin menekankan bahwa anak dengan bakat alergi masih tetap bisa berprestasi. Sebagai orang tua kita harus memastikan bahwa Alergi Tidak Menghambat Potensi Si Kecil. Caranya?

Jika Anak Punya Bakat Alergi


Bicara soal susu formula, aku patut bersyukur karena produksi ASI-ku lancar. Semoga saja tetap lancar dan bisa menyusui sampai 2 tahun.


Tetapi soal kulit Ranu yang merah-merah itu tetap membuatku khawatir. Aku jadi takut-takut untuk mencoba jenis makanan baru yang akan diberikan pada Ranu. Aku khawatir nanti malah dia jadi picky eater karena aku hanya memberinya satu jenis makanan saja yang kuanggap aman.

Saat coaching clinic dokter menyarankan untuk menghindari alergen. Alergen adalah makanan pencetus alergi. Dalam kasus Ranu berarti elergennya hati ayam ya. Tetapi bukan berarti aku harus menghindari semua makanan yang berasal dari hewani. Tetap coba berikan ayam, telur, daging. Karena alergi pada hati ayam belum tentu alergi juga terhadap ayam atau telurnya. Yang penting, olah dengan cara yang baik sampai matang, dan berikan dengan tekstur yang dianjurkan sesuai umurnya.

Sebab daging merupakan sumber protein yang juga baik untuk tumbuh kembang anak. Anak yang kekurangan protein bisa mengalami penurunan berat badan, dan kadang sampai drastis. Normalnya, anak umur satu tahun berat badannya 3 kali lipat dari berat saat lahir. Untuk itu memperhatikan berat badan merupakan salah satu hal penting dalam masa 1000 hari pertama kehidupannya.

Timbang berat badan di KalCare

Heuheu. Sedih nih kalau ngomongin berat badan bayi. Memang sih Ranu keliatan montok. Tapi tau kah kamu? Kalau selama 3 bulan terakhir berat badan Ranu stuck di angka 8! Akhirnya, aku memberanikan diri untuk tanya soal pemberian susu formula. Sebab Ranu kalau makan ngga mau banyak. Paling 2 atau 3 suapan, trus udah. 

Dokter tidak melarang jika aku mau memberikan susu formula tambahan, untuk membantu agar jangan sampai turun drastis berat badannya. Pemberiannya tidak harus dalam bentuk susu untuk diminum. Bisa dikreasikan dengan membuat pancake.

Bisa dicoba dulu pakai susu yang biasa. Jika cocok boleh dilanjutkan. Tetapi jika timbul reaksi diare, sebaiknya pilih susu soya atau PHP. Mengapa? Sebab rantai protein lebih pendek dan ukuran massa molekul yang lebih kecil, sehingga lebih mudah dicerna dan diserap oleh sistem pencernaan bayi.


Poin pentingnya, jika anak memiliki bakat alergi, maka yang harus dilakukan adalah PENCEGAHAN dengan menghindari alergen, dan tetap memberikan nutrisi lengkap yang dibutuhkan agar tumbuh kembang anak tidak terganggu.

Ayo Cek Alergi


Adanya konsultasi gratis di KalCare Jakarta tentu merupakan kesempatan yang ngga boleh dilewatkan. Terutama untuk para orang tua yang peduli terhadap tumbuh kembang anak. Selain itu, Kalbe Nutritionals & Morinaga juga menggagas pelatihan dan sumber daya untuk melakukan diagnosa dan tindakan pencegahan terhadap alergi. 

Nah untuk pelatihannya itu aku kelewat deh. Ngga sempet ikutan. Ya maklum aku mah blogger daerah dan agak kurang update berita event di Jakarta. Padahal jarak dari Serang ke Jakarta bisa ditempuh dalam waktu 2 jam saja. Untungnya aku masih berkesempatan ikut coaching clinic. 


Buat yang tinggal di daerah lain dan ngga mungkin ke Jakarta, bisa juga konsultasi dan cek alergi lewat live chat di:


Kabarnya sih ada Parenting Seminar dan Radio Talkshow di beberapa kota mengenai alergi ini. Tapi aku ngga tau jadwalnya. Udah, live chat aja di web. Yang njawabin juga dokter-dokter ahli kok.

Tau, Cegah & Atasi, Sebar


Karena anak-anak adalah titipan Tuhan, maka kita perlu melakukan yang terbaik. Salah satunya dengan terus belajar dan mencari tau, apa saja yang bisa membahayakan anak-anak. Jika sudah tau, tentu kita harus mencegah dan mengatasi agar tidak terjadi, kemudian menyebarkan informasi seluas-luasnya, agar orang tua lainnya juga ikut melakukan hal yang sama.


Tulisan ini dibuat untuk berbagi. Semua berasal dari rasa ingin tau tentang apa yang terjadi pada Ranu. Mengapa kulitnya bisa sampai merah sekujur badan? Lalu pengetahuan baru tentang alergi pun kudapatkan melalui coaching clinic di KalCare Jakarta.

Selanjutnya, tugasku sebagai orang tua adalah mencegah alergi itu agar jangan kambuh lagi. Caranya dengan tidak memberikan makanan pencetus alergi kepada Ranu. Aku juga harus mengatasi masalah yang mungkin timbul, dengan berusaha memberinya ASI selama 2 tahun, memberi nutrisi lengkap yang dibutuhkan, serta memastikan tumbuh kembang Ranu tidak terganggu. 

Last but not least, aku harus membantu menyebarkan informasi dan pemahaman mengenai alergi sejak dini, agar alergi tidak menghambat potensi si Kecil. Berharap pengalaman yang kutulis bisa bermanfaat.


Jika masih ada yang kurang jelas, sebaiknya tanya langsung ke ahlinya melalui live chat di website yang sudah disediakan oleh Morinaga. Jangan lupa juga untuk follow semua akun socmednya! Ok, moms? Semangat! #AlergiTetapBerprestasi

Website: www.cekalergi.com
Facebook: Morinaga Platinum
Twitter: @Morinagaid
Instagram: @MorinagaPlatinum

Oya, ini ada video slide show foto-fotoku waktu di KalCare Lippo Mall Puri Indah. Tonton yuk!


44 komentar:

  1. wah... Ranu lucunya. Montok... jadi inget dia merangkak pake baju merah waktu di amaris.... giyel-giyel gitu sih.. mana dah ngerti kamera pula. hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Giyel giyel, wkwkwk... Doain sehat terus yaa, nanti biar bs kopdar lagii

      Hapus
  2. Ranu, ibumu kreatif memberikan asupan yg terbaik. Semoga hanya musiman aja ya masalah di kulit Ranu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, aamiin. Moga alerginya ngga balik lagiii. Makasiih mba astiin

      Hapus
  3. Montoook bangeeet Ranu. Aku alhamdulillah tidak punya riwayat alergi.. Bahkan sudah sempet tes alergi di NYC. Anak-anak juga so far oke.. Dan di sini memang selalu ditanya duluan anak-anak alergi apa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya yaa, kalo di luar concern bgt sm hal2 yg berbau kesehatan. Di Indonesia Alhamdulillah mulai digalakkan nih kesadsran thdp alergi

      Hapus
  4. Punya atopi alias bawaan dr orang tua ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Ranu resiko alergi cukup besar sebab aku ada riwayat alergi jugaa

      Hapus
  5. Wuih itu pipi apa bakpao sih? Hehehe

    Oiya, Salfa alergi juga ini. Alergi seafood. Sedang mencoba mengatasinya...

    Sehat2 ya Dek Ranu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alergi seafood, jgn coba2 makam seafood yaa. Kasian dan bahaya jugaa loh klo nekat. Pokoknya hindari alergennya deh. Semoga Salfa sehat teruuss

      Hapus
  6. Kalo thifa malah alergi udara panas. aku kedinginan aja masak dia bilang sumuk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.. Pindah ke deket2 kutub apa ya. *eh -_-

      Hapus
  7. wah..anakku juga alergi..makanan..banyak bentol ditubuhnya..sekarang lagi pemulihan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga cepet sehat lagi yaa anaknya mba Nova. Mulai skrg hindari alergennya. Smoga gk kambuh lagi aamiin

      Hapus
  8. *pengen toel pipi abang Ranu ;D

    Alergi emang selalu bikin panik. Alhamdulillah ya, sekarang udah bisa cek alergi live chat dan ada web yang bisa kita baca-baca infonya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, membantu banget nih program dari Kalbe Nutritionals & Morinaga. :)

      Hapus
  9. Balasan
    1. Alhamdulillah sudah, kak.. Makasiih

      Hapus
  10. aku juga punya alergi, alergi dingin dan ikan tongkol. kalau sudah kena dingin badanku bisa bengkak. dan yg paling ngeri kalau makan ikan tongkol, kadang harus dibawa ke RS soalnya jantungnya berdetak lebih cepat dan berbahaya kata dokter. makanya aku aware banget sama anak2 kalau ada alergi ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduuh, iya bahaya. Klo dilanggar atau ttp konsumsi makanan yg bikin alergi bahaya paling berat adalah kehilangan nyawa loh. Sehat terus ya maak

      Hapus
  11. anak2 ku dua2nya alergi susu sapi mbak.. tp si kaka yg paling parah dulu, sampe2 hrus susu khusus yg fully hydrolyzed, kyk pregistimil, cuma di jual di apotek pula..

    untungnya si adek ga separah itu, jd minum susu yg partially hydrolyzed masih cocok. tapi kita prnh coba morinaga soya, dia ga cocok :(.. pup nya jd keras dan nangis trus si dedek.. akhirnya ganti susu P-HP lain.. mau coba morinaga P-HP ga berani krn takutnya bikin pup keras juga. masalah susu sih cocok2an juga ya mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, susu cocok2an jg, pilih yg gk bikin mencret atau malah keras. Semoga sehat terus yaa

      Hapus
  12. Wah Rabu cakep dan montok ya, suka deeh dengan pipinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah... Makasih mbaa

      Hapus
  13. duhh pipinya ranu bikin gemes, pengen cubit..iiihhh,,...

    BalasHapus
  14. Mbak aku kadang bingung mbak bedain bintik merah alergi sama biang keringat. Gimana ya cara bedainnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo biang keringat biasanya di bagian tertentu aja ya. Beda waktu Ranu, aku langsung curiga itu alergi sebab bintiknya rata, dari ujung kaki, badan, tangan, muka, sampe kulit kepala juga. Parah pokoknya :(

      Mba Ika klo nemuin bintik, kalo bingung, lbh baik bawa ke dokter

      Hapus
    2. Ghifa ini bintik merahnya emang di daerah tertentu aja mbak. Yaitu di tangan sama di badan, lainnya gak. Besar kemungkinan itu biang keringat ya. Makasih mbak infonya.

      Hapus
    3. Sama-sama mba Ika semoga Ghifa sehat terus ya. Aamiin

      Hapus
  15. Sama dng yg lain, aku malah salah fokus pengen nyubit adek Ranu, hihihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduuh, cubit ada tarifnya loh. Hahaha *matre

      Hapus
  16. Hiiihh...Foto Ranu bikin salah fokus, gemeeezzzz.... coba deket sini udah kuuyel2 :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah bahayaaa... Anak org mau diuyel2

      Hapus
  17. Infonya lengkap banget mbak, sukak :)
    Eh padahal Ranu montok gitu ya, anakku malah cuma 7 kg hiks, ini juga masa pemberian makanan semoga bb nya cepet naik amin.
    Semoga anak-anak kita terhindar dari alergi ya mbak, makasih sharingnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ya mba Mei, semoga anak kita sehat teruus. Semoga cepet naik jg berat badannya ;)

      Hapus
  18. anakmu itu murah senyum ya... gemes liatnya, pengen cubit2 pipinya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayok kpn kita ketemuan lagi mbaa

      Hapus
  19. ciwel-ciwel baby Ranuuuuuu

    Sehat terus ya Nak... Emang alergi ini bikin emak2 galauuu to the max

    --bukanbocahbiasa--

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, klo kurang aware sm alergi bisa berakibat buruuk

      Hapus
  20. Ranu lucu amat, sih, wajahnya kalau lagi tertawa hehehe ...

    Alergi memang bikin was-was karena gak ada obatnya. Semoga kita bisa mengelolanya, ya. Biar gak kambuh alerginya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, semoga kita bisa menjaga agar anak kita sehat terus, walau punya bakat alergi. maksih maak sdh mampiir

      Hapus
  21. Anakku juga alergi. Parah banget. Haduh, kalau udah kumat ampun deh.

    BalasHapus
  22. Anakku juga alergi. Parah banget. Haduh, kalau udah kumat ampun deh.

    BalasHapus

What wasn't said, will never be heard. What wasn't wrote, will never be read. Tinggalin komentar yuk...