Kamis, 21 April 2016

Musik Barat & Kenangan Belajar Bahasa Inggris


Akhir-akhir ini aku lumayan sering mendapat email dalam bahasa Inggris. Mungkin karena udah masuk era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ya. Sebagai blogger dengan skill bahasa asing yang pas-pasan, kadang suka keder saat mau balas emailnya.

Kadang suka tabrak lari aja. Balas mah balas aja walau ngga sempurna dalam hal grammar dan pemilihan kata. Hehehe. Dan terkadang, sebelum balas email aku konsultasi dulu dengan teman yang jago bahasa Inggris. Siapakah teman yang sering aku bikin repot itu?

Salah satu teman yang sering aku jadikan tempat konsul adalah Indah Nuria. Doi adalah diplomat yang saat ini sedang menjalani masa dinas di New York City.


Pernah satu kali aku bertanya padanya. Bagaimana sih supaya bisa berbahasa Inggris dengan baik dan lancar? Apa aku harus kursus?

Diplomat yang punya hobi ngeblog dan traveling tersebut menjawab. Dia bilang, kalau aku bisa sediakan waktu, akan sangat bagus kalau aku ambil kursus bahasa untuk belajar lebih serius. Namun jika belum bisa, blogger penyuka warna purple itu bilang, sebaiknya biasakan menulis atau bicara dalam bahasa Inggris. Membaca juga bisa membantu untuk menambah perbendaharaan kata.

Satu bocoran lagi yang diberi olehnya. Dia bercerita bahwa kebiasaannya mendengar lagu dan nonton film barat sejak kecil juga sangat membantunya dalam belajar.

Memorable Music


Hmm, pernyataannya mengenai musik membuatku mengingat-ingat kembali. Kapan ya terakhir kali aku update soal lagu-lagu baru dari musisi luar negeri? Aku ingat jaman SMP dulu. Aku rajin nonton MTV. Beberapa acara yang paling aku suka adalah MTV Most Wanted, juga ada MTV Ampuh. Kalau MTV Most Wanted biasanya menampilkan video clip lagu-lagu barat. Sedangkan MTV Ampuh adalah tangga popularitas untuk lagu-lagu dari dalam negri.

Dari MTV itulah aku jadi familiar dengan lagu-lagu Britney Spears, Christina Aguilera, Avril Lavigne, M2M, N'Sync, Westlife, Savage Garden, Backstreet Boys, dan beberapa lagu dari penyanyi lain.

Credit: watchingthewasteland.com

Naik ke bangku SMK, aku ngekost dan ngga punya TV. Kalaupun ada TV milik ibu kost, mana pernah putar channel musik. Tontonan terbatas pada sinetron. Itupun anak-anak kost-nya ngga boleh sering-sering nonton TV. Anak kost diperlakukan sama seperti anak sendiri, yang mana harus belajar di kamar kalau habis magrib. Haha.

Tetapi walau demikian, musik masih menjadi teman sehari-hari. Berbekal radio, aku masih bisa mendengar musik yang diputar di radio-radio lokal. Juga ketika di sekolah. Kalau mata pelajaran bahasa Inggris, biasanya belajarnya di lab bahasa. Salah satu practice yang diberikan guru adalah filling the missing lyrics. Sebuah lagu barat diputar, dan murid mendengar dengan headset dan diberi tugas melengkapi lirik lagu yang belum sempurna.

Kalu diingat-ingat, asik juga belajar dengan cara itu. Dan dari sana lah aku mulai mengenal lagu-lagu MLTR, The Cors, dan sejumlah lagu lawas lainnya yang entah siapa penyanyinya. Sebut saja lagu yang liriknya berbunyi "Mother how are you today", atau "Why does the sun go on shining?".

Selain di lab, belajar di dalam kelas juga menyenangkan. Guru lebih sering mengajak kami practice dari pada belajar teori. Biasanya kami main games. Entah game scramble, bingo, atau role play. Role play menjadi games yang paling bikin deg-degan. Sebab kami diminta untuk berperan selayaknya actor atau actrees. Skenario sudah disiapkan. Murid wajib menghafal percakapan kemudian mempraktekan sebuah adegan di depan kelas. Iya, deg-degan, tapi seru!

Credit: dailymotion.com

Keseruan belajar bahasa masih berlanjut ketia di bangku kuliah. Sebab dosennya memang asik dan ngga membosankan. Banyak games dan sering memberi tugas untuk practice. Entah wajib wawancara 1 dosen atau staff kampus setiap minggunnya, sampai tugas wawancara bule.

Dalam hal musik, jaman kuliah aku kurang update soal lagu-lagu baru. Yang ada malah mundur ke lagu-lagu lawas. Sebab aku jarang nonton TV, pun sudah ngga pernah denger radio. Seringnya ikut ndengerin lagu-lagu favorit bapak yang kebanyakan adalah Love Song. Dari situ aku mulai kenal Tony Braxton, Bryan Adam, dan Kenny Rogers. 

Memasuki dunia kerja, aku menikah dan mulai hilang kegemaran mendengar musik. Sibuk sama kerjaan dan rumah tangga. Sampai akhirnya divorce, lalu menggalau dan kembali berteman dengan musik. Lagu-lagubgalaunyang dulu mayan sering jadi teman ada lagu berjudul "Just a feeling" atau lagu "Goodnight goodnight" dari Maroon Five. Selain itu, lagi-lagi kok ya aku dipertemukan dengan lagu-lagu lawas. Salah satu penyebabnya karena ada cowo yang TP dan ngirim lagu cinta. Haha. Sebut saja lagu-lagunya Stevie B. atau Rod Stewart.

Duh, udah panjang aja curhatan flash back mengenai musik yang banyak membantu dalam belajar bahasa Inggris. Ya, lumayan lah sekarang walau ngga pinter-pinter amat, tapi seengaknya ada lah kemampuan dalam berbahasa inggris. Kalau kamu, gimana proses belajar bahasa inggrisnya? Sejak kapan? Menyenangkan atau penuh kenangan sepertiku yang sampe melibatkan mantan gebetan saat faslh back? Wekekeke. 

7 komentar:

  1. ini juga bisa merangsang otak supaya bisa faham sama bahasa asing yah mbak hhee

    BalasHapus
  2. Aku belajar dari film. Dari kecil udah sering nonton film kartun. Didorong rasa pengen tahu anak kecil terhadap isi film maka minta les. Kalau sekarang I keep my English with reading an English literature, sometime speaking in English with my kids -we both are keep practising, writing blog post in English and watch movie at home without subtitle. Or with subtitle but in English not in Indonesia :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah keren mba Ratna, aku juga sepertinya harus ngikutin caramu deh, practice with kids supaya mereka terbiasa juga

      Hapus
  3. Semangaaaaat.. Beneran lho, dari musik dan film aku beajar banyak, termasuk akses :). Yang penting niat Noeee.. Insya Alah bisa dan lancar berbahasa Inggrisnya nanti :)

    BalasHapus
  4. Aku jg pertama x cinta sama bahasa inggris ya dr lagu2 mak. Dan vinta pertamaku adalah bonjovi aku belajar bhs inggris dr lagu2 mereka

    BalasHapus
  5. I am still in love with English and having conversation in English with my one and only Yasmin on daily basis at home.
    It helps me a lot just like Indah said at above.
    So true... we have to use English regularly to enable it stick with us.

    BalasHapus

What wasn't said, will never be heard. What wasn't wrote, will never be read. Tinggalin komentar yuk...