Jumat, 29 April 2016

Momen-momen pertamaku bersama Ranu


Setiap yang terlahir ke dunia akan punya momen-momen pertama dalam hidupnya. Misalnya saja...momen pertama ia ada di rahim ibunya. Tangisan pertama setelah dilahirkan. Pertama kali Pertama kali bisa duduk, berdiri, atau berjalan. Pertama kali makan. Gigi pertama. Atau momen-momen lainnya.

Kesemua momen tersebut tentu sangat berharga dan membahagiakan bagi kita sebagai orang tua. Begitu juga aku. Hoho. Bersyukur deh ngga pjnya masalah yang cukup berarti setelah melahirkan. Sehingga aku bisa merasakan betapa indahnya melalui hari di awal-awal kehidupan bayiku. By the way, seperti apa sih momen indah bersama bayi itu?

Sekarang, coba yuk nonton video momen-momen pertama dari Pampers ini;


Gimana setelah nonton? Aku terenyuh loh pas nonton video itu. Ada yang ngaduk-ngaduk perasaan, sampe mata panas pingin nangis. 

Kalau kata Ojrahar, nangis itu disebabkan karena ketidak mampuan dalam mengendalikan perasaan. Bisa jadi terlalu sedih, atau terlalu bahagia. Nah, kalau kali ini aku kepingin nangis, kayaknya bukan karena keduanya deh. Tetapi karena haru.

Iya, aku terharu! Teringat momen-momen pertama setelah tau kalau aku hamil. Terutama untuk kehamilan anak ke-3 yang lumayan lama nunggunha. Teringat saat pertama kali ngintip wajah Ranu lewat USG 4 Dimensi.


Teringat juga bagaimana Mamas & Kakak ikut antusias memilih nama untuk calon adiknya. Bagaimana kuatnya Ojrahar menemaniku di ruanh bersalin. Dan masih banyak lagi momen-momen mengharukan lainnya. Begitu pun saat dulu Daffa' dan Abyan mulai hadir dalam hidupku. 

Ya, ibu mana sih yang ngga terharu dan menangis saat anak mulai hadir dalam hidupnya. Hampir setiap malam di awal-awal kehidupan bayiku, aku ngga pernah bisa tidur nyenyak. Bukan karena bayi rewel. Tapi memandangi wajah bayi ketika mereka tidur menjadi kebahagiaan tersendiri buatku. Wajah bayi yang masih suci, terlihat bercahaya di bawah cahaya lampu tidur yang redup. Nyenengiiin banget! Damaaaaiii banget! 

Dan Alhamdulillah aku ngga ngerasain namanya baby blues. Setiap hari aku selalu excited. Apa lagi saat-saat menyusui. Whuaah! Berasa jadi perempuan paling bahagia di dunia. Hihi. 


Tetapi di tengah kebahagiaan itu, ada cobaan besar yang harus kuhadapi setiap hari. Cobaan itu adalah saat harus mandiin bayi. Risih banget saat harus angkat bayi dan nyemplungin ke bak mandi. Kasih sabun dan usap satu per satu anggota badannya. Risih banget waktu harus angkat lagi dari bak mandi dan ngebungkus pakai handuk. Lalu pakai baju lagi. 

Rutinitas mandi ini yang paling risih. Sebab bayi baru lahir itu masih kecil banget. Ringkih. Itu sebab aku berusaha extra hati-hati. Ngga cuma saat mandiin, tapi juga saat menggendong, atau saat menyusui. Bagaimana posisi yang tepat agar bayi nyaman? Bagaimana agar aku sebagai ibunya juga bisa nyaman? Ya biar sama-sama nyaman untuk kebaikan bersama kan?

Selain itu, aku juga harus memperhatikan betul apa-apa yang berhubungan dengan bayi. Produk-produk bayi misalnya. Harus yang benar-benar aman sekaligus memberi kenyamanan untuk bayi. Mulai dari sabun mandi, sampo, handuk, baju, sampai popoknya.


Nah, ngomongin soal popok nih. Aku punya pengalaman lucu soal disposable diapers merek pampers. Ada hubungannya juga sama momen pertama dalam kehidupan bayi. Yaitu momen pertama pakai pampaers. Aku kebalik dong pakeinnya. Haha. *toyor kepala sendiri*

Jadi harusnya kan yang ada gambarnya itu di depan. Eeh, malah aku taro belakang. Sampe debat eyel-eyelan sama Ojrahar. Aku kekeuh bilang kalau yang ada gambarnya untuk bagian belakang. Sedangkan Ojrahar yakin kalau gambar harus di depan.

Sampai akhirnya kami pakai hp masing-masing untuk buka fanspage pampers di facebook. Liat foto-foto di sana, lalu nyadar kalo ternyata aku salah. Haha. Pupus lah harapan menang lomba pampers dengan hadiah pemotretan bareng Gempi, anaknya artis. Wkwkwk.

Well, awalnya memang mau iseng ikut lomba. Lalu setelah itu keterusan pakai pampers yang dibuat khusus dengan perlindungan kulit bintang lima untuk kulit bayi baru lahir. Baru deh yakin dan merasa tenang karena menemukan popok yang aman dan nyaman. Ngga kuatir cepet penuh dan bocor. Ngga kuatir lagi sama masalah ruam popok. Dan yang pasti, aku bisa tidur lebih berkualitas karena bayi juga nyenyak. Tidurnya ngga terdistorsi masalah ganti popok karena basah. Jadi setiap pagi, kami bisa sama-sama bangun dengan ceria.

Satu lagi yang aku juga suka setelah pakai pampers adalah...let say goodbye to cucian-numpuk problem. Haha. Hayo siapa yang hari-harinya masih pening sama cucian numpuk karena ompol bayi? Lha, trus kapan seneng-senengnya sama bayi? Kapan menikmati momen bonding berdua? Kapan? Awas stress loh! Nanti ASI ngga lancar pulak. Bahaya kali la itu! 


Pokoknya, sebagai ibu pasca melahirkan, kita dilarang stres. Hindari segala hal yang bisa bikin stres, ya! Dan lakukan semua hal yang menyenangkan. Misalnya dengan berburu pampers diskon supermarket atau minimarket terdekat. Haha. Eeh, pampers premium care lagi diskon sampai 40% tuh. Ayok borong! Klik bit.ly/PampersPromo40 untuk info lengkap tentang daftar supermarket mana saja bisa dapat diskonnya. ;) *jadi ikan gini sih* haha.

Aniway, karena bayi adalah hal yang sangat berharha. Sehingga akan sangat wajar jika banyak orang setuju bahwa mereka adalah malaikat yang dikirim oleh Tuhan dalam kehidupan kita. 

6 komentar:

  1. Gak boleh stress dan harus mengkonsumsi makan an yang sehat, olahraga dan semakin meningkatkan Ibadah supaya mengurangi stress ya. Menggunakan diapers pampers yang sudah terbukti akan, nyaman dan lembut di kulit bayi , juga salah satu faktor mengurangi stress ya. Kuq aku ngomomgin stressnya ya? Ach...see u ya Ranu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.. Stres memang masalah yg paling banyak menghantui ibu pasca melahirkan ya mba astin

      Hapus
  2. Ranu montok, besok kita ketemu yaaa

    BalasHapus
  3. Waaah momen-momen pertama bersama Ranu seru ya Mba Nurul, itu tidurnya pules bangat ya si Ranu hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, pules bgt dia klo tidur tengkurep. Hihi

      Hapus

What wasn't said, will never be heard. What wasn't wrote, will never be read. Tinggalin komentar yuk...