Jumat, 22 April 2016

Hitam Putih Kisah Siti di Genflix


Sebagai emak-emak yang sibuk sama pekerjaan kantor dan rumah tangga, aku memang jarang nonton film baru di bioskop. Meski demikian, ramainya pemberitaan tentang rating film, ditambah peran blogger yang gemar menulis review film, aku jadi tau ada film apa saja yang sedang tayang. Ya seengaknya aku jadi ngga kudet-kudet amat lah.

Akan tetapi ada sedikit hal yang membuatku bertanya. Kok kebanyakan yang beritanya jadi ramai diperbincangkan justru film-film luar ya? Apakah kebanyakan penonton lebih gemar nonton film impor dari pada film produksi dalam negeri?


Jika ya, maka ngga heran kalau sederet judul film barat bisa bertahan lama di daftar putar bioskop-bioskop di Indonesia. Sedangkan film Indonesia, jarang ada yang bertahan lama. Ya, mungkin memang sudah demikian hukum pasar. Mana yang laku, itu yang dijual. Lalu apa kabar film Indonesia? Pasti ada dong ya beberapa dari selian banyak film Indonesia yang keren dan menyabet banyak penghargaan. Salah satu contohnya adalah film berjudul SITI.


Siti adalah film independen yang bergenre drama. Mengambil latar di Parangtritis Jogja, film Siti mengangkat cerita tentang kisah kehidupan keluarga miskin yang terjebak dilema. Antara bertahan menjadi orang baik walau tertimpa masalah pelik khas orang miskin seperti lilitan hutang, atau mengambil jalan pintas demi sebuah solusi, walau harus melanggar norma.

By the way, siapa sih Siti? Dia adalah perempuan berusia 24 tahun, beranak satu bernama Bagas, dari suami yang lumpuh bernama Bagus. Lumpuhnya Bagus yang seorang nelayan, adalah karena kecelakaan di laut sehingga kapalnya tenggelam. Naasnya lagi, kapal tersebut adalah kapal hasil hutang yang masih menyisakan tagihan jutaan rupiah.

Dari sana lah konflik hadir. Siti dan ibu mertuanya pun harus berjuang untuk menghidupi keluarga dengan berjualan peyek jingking. Sementara tekanan terus datang dari si penagih hutang, dan membuat Siti terpaksa melakoni profesi sebagai gadis pemandu karaoke. Keputusan ini tentu memberi pengaruh kepada keluarganya. Termasuk anaknya yang merasa malu dan mogok bicara pada Siti. 


Konflik terus bergulir dengan ditutupnya tempat karaoke oleh polisi karena ilegal. Siti bersama pemilik karaoke dan gadis pemandu karaoke lainnya pun menggelar unjuk rasa. Di sana lah Siti kemudian bertemu polisi ganteng bernama Gatot yang ikut menjadi tim pengaman demo. Siti dan Gatot lalu saling jatuh cinta. 

Kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan oleh pemilik karaoke dan teman Siti. Mereka memanas-manasi Siti untuk meninggalkan suaminya dan menikah dengan Gatot. Siti pun galau. Dan semakin galau mengingat penagih hutang yang hanya memberinya waktu 3 hari. Sampai pada suatu malam di ruang karaoke, siti merokok dan minum bir karena saking frustasinya. Lalu Gatot muncul dan mencoba mendekati siti.

Nah, bagaimana ya kelanjutan kisahnya? Apakah Siti menerima Gatot dan meninggalkan suaminya? Atau tetap bertahan walau suaminya lumpuh dan terlilit hutang? Bocoran dikit aja nih, si Siti akhirnya mendapatkan uang untuk melunasi hutang. Tetapi endingnya tetap ngga tertebak loh! Karena uang tersebut ternyata ngga lantas menjadi penyelesai masalah.


Penasaran? Nonton aja di Genflix, sebab Siti sudah ngga tayang di bioskop. Karena durasi tayang di biskop cuma sebentar, dan itu pun di bioskop terbatas, ngga di seluruh bioskop di Indonesia, maka penayangannya diambil alih oleh Genflix yang sudah dikenal sebagai penyedia layanan streaming secara legal & premium. Alasan utama sebenarnya sih karena film Siti memang bagus untuk ditonton. Berbagai penghargaan berhasil diraih. Tidak hanya ajang penghargaan film di Indonesia, tetapi juga di Singapura, Taiwan, Hamburg, Toronto, dan beberapa negara lainnya. (sumber: wikipedia, diakses tanggal 21 April 2016)

By the way, untuk menonton film-film terbaru di Genflix, kita hanya perlu menunggu jeda sekitar satu atau dua bulam setelah film tersebut turun dari masa penayangannya di bioskop. Kabarnya sebentar lagi Genflix juga akan menayangkan film-film peraih beat pictures Oscar 2015. Wiiih! Yuk yuk, nonton di Genflix.co.id yuk!

14 komentar:

  1. Film SITI meraih 3 piala citra di FFI 2015 ya, keren. Seneng karena sekarang sudah bisa ditonton via genflix :)

    BalasHapus
  2. Saya pun suka nonton film ini
    Apalagi pake dialog Jawa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah mba rahmah makin mateng nih bahasa jawanya ;)

      Hapus
  3. Wah keren euy teh jadi pengen liat euy sepertinya muantappp nih teh.

    BalasHapus
  4. wah baru tahu nih, nonton ya, tapi aku tuh sukanya film action makanya suka film barat yang banyak actionnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bntar lg bakal ada film2 barat jg lho kak

      Hapus
  5. Kalo nonton via Genflix bayarnya potong pulsa apa gimana nih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa byr pake kartu kredit, di indomaret jg bisa kak

      Hapus
  6. udah nonton filmnya kerem ya

    BalasHapus

What wasn't said, will never be heard. What wasn't wrote, will never be read. Tinggalin komentar yuk...