Jumat, 04 Maret 2016

What Goes Around, Comes Around!


Apalah artinya kebahagiaan kalau dinikmati sendiri. Kebahagiaan sejati adalah ketika bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Begitu kata orang bijak. Nilai moral itu juga yang coba kuajarkan kepada anak-anak. Agar mereka tumbuh jadi pribadi yang senang berbagi walau dalam keterbatasan. Sukur-sukur kalau jadi jutawan yang dermawan.

Aiih, jadi inget resensi buku Ayat-Ayat Cinta 2 yang ditulis blogger kece dari Semarang, si mba Uniek. Ada yang udah baca bukunya?

Dari resensi itu aku jadi tah sosok Fahri yang dermawan. Yang gemar menolong tetangganya, termasuk pertolongan berupa materi. Memang sih, sosok Fahri yang mewakili sifat-sifat nabi itu jadinya too good to be true. Tapi doaku, semoga Mamas Kakak jadi orang yang suka menderma nantinya. Aamiin.

Pertanyaannya, bagaimana caranya?

1. Backpacking With Children


Yups! Cara andalanku tentu dengan pergi backpacking. Sudah sering aku tulis lah ya, bahwa saat backpacking akan ada banyak hal yang bisa dilihat. Bukan cuma pemandangan alam yang biasa digambarkan dengan keindahan loh ya. Tapi juga pemandangan yang memanggil sisi humanis, berupa anak jalanan, pemulung, tuna wisma yang tidur di emperan toko, sampai pengais tong sampah demi mendapat sisa makanan untuk mengisi perut.

Mamas & Kakak di atas gunung Anak Krakatau

Aku ingin mereka belajar dari alam, dari lingkungan. Melihat kenyataan. Bahwa hidup ini keras. Hidup butuh perjuangan. Hidup harus disyukuri. Aku ingin mereka melihat ke dalam diri bahwa kita masih dikatakan beruntung jika mau sejenak melihat ke bawah.

Pernah saat di bis, ada anak kecil mengamen dengan modal kecrekan dari tutup botol. Atau ketika melihat dua pengamen cilik di kapal ferry. Mamas & Kakak bertanya padaku, "Ibu, untuk apa mereka mengamen?"

"Supaya ada yang kasih uang untuk beli makan," jawabku. 

Duo pengamen cilik dj kapal ferry

Inilah momentum untukku membuat mereka membuka mata dan hati.

2. Hadapkan Pada Satu Masalah


Well, mungkin akan sulit membuat mereka memahami bahwa hidup ini rumit. Mungkin akan sulit membuat mereka mengerti dan berempati pada banyak orang yang kurang beruntung di luaran sana, bahkan jika anak-anak sudah melihat sendiri.

Sebagai orang tua memang harus sabar dalam mengajari mereka untuk bisa buka mata dan buka hati. Salah satu caraku adalah membuat mereka merasa dalam masalah.

Pada pertengahan tahun 2013, aku nekat mengajak Mamas & Kakak backpacking ke Bandung, Cibodas dan Bogor selama 3 hari. Kukatakan nekat karena budget yang sangat minim. Ceritanya pernah kutulis di nurulnoe.com. Kalau ada yang pernah baca pasti tau bagaimana struggle-nya kami bertiga bertahan dalam petualangan, sampe numpang tidur di warung lesehan, dll.

Sebelum berangkat, aku sempat ajak anak-anak bicara kalau aku akan ajak mereka jalan-jalan. Tapi karena uang yang terbatas, aku minta mereka janji ngga akan rewel, ngga akan manja dan minta macem-macem. Awalnya mereka ragu. Tapi akhirnya setuju.

Hiking ke air terjun di kaki gunung Gede - Pangrango

Saat malam harus tidur di lantai papan hanya beralas karpet, awalnya sulit tidur. Lalu kuajak mereka mengingat bahwa dalam perjalanan ke warung lesehan itu kami melihat tuna wisma tidur di emperan. Saat mereka mengeluh harus makan sepiring berdua, kuingatkan tentang gelandangan yang sempat kami lihat bersama tengah makan makanan sisa dari tong sampah. Saat mereka merengek tak nyaman, kuberi mereka pilihan, lanjut jalan walau susah, atau pulang sendiri ke Cilegon. (emak tega! Wkwk) 

3. Ajari & Biasakan Berbagi


Dalam tulisanku kemarin, tentang mengenali & dukung kecerdasan anak, aku sudah tulis bahwa Mamas terdetekasi memiliki kecerdasan moral. Kalau makan, selalu ada yang disisakan untuk kucing. Dia memang suka berbagi. Dengan temannya pun begitu. Di sekolah dia juga biasanya berbagi bekal dengan teman. Begitu juga si Kakak yang menurutku memiliki kecerdasan interpersonal. Temannya banyak, dan dia suka juga berbagi mainan dan makanan.

Memang harus diajari dan dibiasakan. Salah satunya dengan memberi mereka bekal makanan lebih dari kebutuhannya. Misal, membawa beberapa lembar roti padahal biasanya cukup satu atau dua. Sebelum berangkat sekolah, aku berpesan kalau ada teman yang kepingin nyicip, beri sebagian, jangan pelit. Karena kalau kita pelit, nanti orang lain juga pelit sama kita. 

Eh benar saja. Suatu hari Mamas & Kakak pulang sekolah dan bercerita dengan antusias. Ceritanya mereka diberi sebotol es teh dari temannya saat kebetulan bekal minum si Mamas ketinggalan. Mau minta punya si Kakak pada jam istirabat, sayangnya air minum Kakak udah habis duluan.

Dari pengalaman itu mereka jadi percaya kalau kita baik sama orang lain, maka orang lain juga akan baik sama kita.

Cerita Mendadak Ulang Tahun


Adeuh, tulisanku jadi panjang. Haha. Padahal sebetulnya mau cerita kalau jiwa berbagi sudah mulai ada pada Mamas & Kakak. Alhamdulillah. Aku bahagia. Dan aku berdoa semoga mereka terus tumbuh menjadi anak baik. Supaya banyak teman dan disayang Allah. Aamiin.


Jadi ingat lagi tulisanku kemarin soal mendadak ultah. Tanpa persiapan apa-apa, akhirnya demi menyenangkan hati anak yang minta ultah, aku beri mereka pilihan.

"Kalau mau ulang tahunan, berarti Mamas/Kakak harus rela persediaan susu Morinaga Chil-go! nya dibagiin ke temen-temen! Soalnya kan Ibu ngga punya apa-apa buat dibagiin ke temen-temen Mamas/Kakak yang diajak ke rumah." ujarku memberi pengertian. Mereka setuju.

Ya, walaupun bukan pesta meriah. Mamas & Kakak tetap bahagia. Lebih bahagia lagi ketika melihat teman-teman Mamas & Kakak begitu senang walau cuma dikasih Morinaga Chil-go! dan sepotong kue tart. 

Oya, Mamas, Kakak dan teman-temannya itu senang salah satunya adalah karena ada Morinaga Chil-go! Susu cair pertumbuhan itu kan baru banget keluar. Iklannya di TV sukses mencuri perhatian anak. Wajar banget lah kalau anak-anak terpengaruh iklan. 

Cuma kan ya, namanya tinggal di kota kecil, masih agak susah mendapatkan produk yang baru launching. Awal-awal Morinaga Chil-go! ada, cuma bisa dibeli di supermarket besar. Nah, jadi sekalian bagi-bagi ke temen-temen Mamas & Kakak, skalian aku bagi brosur dan bilang ke mereka untuk sampaikan pada orang tua masing-masing. Sekalian bilang kalau skrg sudah ada di minimarket.



Mengapa Morinaga Chil-go! Dipilih?


Setelah ada yang pulang bawa brosur, besoknya ada salah satu orang tua yang ke rumah nanya-nanya soal Morinaga Chil-go! Hihi. Kujelasin dong bahwa Morinaga Chil-go! ini produk dari Kalbe Nutritionals dan Morinaga Jepang. Morinaga Chil-go! punya formula platinum yang bisa mendukung anak dalam belajar. Supaya jadi generasi multi talenta, sehat, aktif dan ceria. Kalau ada yang belum baca catatanku sebelumnya tentang Morinaga Chil-go! Boleh nih aku copas lagi di sini;

Nutrisi dalam Morinaga Chil-go! di antaranya adalah;
  • Kolin dan Inositol untuk membantu anak dalam hal penyimpanan memori, berpikir, berbicara, dan gerakan sadar.
  • Vitamin B Kompleks, Zat Besi, danYodium. Ketiganya merupakan vitamin dan mineral yang berperan penting pada sistem saraf dan konsentrasi anak
  • Kalsium tinggi untuk kebutuhan tulang dan gigi yang kuat
  • Prebiotik Inulin 1000 mg. Prebiotik Inulin ini merupakan makanan bagi bakteri baik, dan merupakan serat pangan untuk membantu kesehatan saluran cerna anak.
  • Zinc yang dapat membantu meningkatkan sistem imunitas tubuh.
  • Vitamin A, C, dan E, yang bekerja melindungi sel tubuh agar dapat berfungsi dengan baik.


Setelah kujelaskan, orang tua dari trman anakku sempat mengucapkan terima kasih telah mengenalkan pada Morinaga Chil-go! Ia bilang, sekarang ia tau susu apa yang baik untuk anak-anak. Ya karena saat ia bertanya mengapa Morinaga Chil-go! kupilih untuk anak? Kujawab:

Pertimbanganku bukan hanya karena sudah percaya pada brand Kalbe Nutritionals & Morinaga, tetapi juga karena auau cair memang lebih baik dibanding susu bubuk. Susu cair tidak melalui proses pemanasan berlebihab untuk sterilisasi dan mengubah bentuk dari cair ke bubuk. Jadi nutrisi aslinya tidak banyak rusak juga.

Aku jadi bersyukur juga nih jadinya, karena bisa berbagi informasi ke sesama orang tua. Bersyukur juga melihat Mamas & Kakak karena rela berbagi stok susu kesukaannya dalam pesta ulang tahun dadakan.

Pesta yang sebenarnya cuma ngumpul trus berdoa bersama, lalu minum susu dan makan kue itu, aku bisa melihat betapa kebahagiaan anak-anak itu alami. Bahagia yang tidak dibuat-buat. Bahagia yang sederhana, tanpa syarat.

Kebahagiaan itu masih bisa dilihat dalam video yang kubuat ini. Bahagia karena anak-anak suka sama kuenya, sama susu Morinaga Chil-go! juga. Ceria sekali mereka saat minum susu. Kutanya satu-satu, bagaimana rasanya? Katanya enak! 


Dalam video tersebut, selain senang melihat keceriaan anak-anak, aku juga selalu bisa merasakan haru. Betapa bahagianya aku memiliki anak yang tetap anak-anak dengan keinginan alaminya, namun tidak banyak menuntut. Anak yang minta pesta ulang tahun, tetapi sudah cukup bahagia walau tidak mendapat pesta yang mewah.

Oya, usai pesta, Mamas & Kakak baru sadar, kalau stok susunya jadi habis. Mereka yang udah terbiasa minum susu sebelum tidur jadi masyigul. Haha.

Di saat seperti ini lah aku harus ambil peran. Kupuji mereka karena sudah jadi anak baik, yang mau berimo pesta sederhana. Memuji untuk kebesaran hatinha untuk berbagi. Dan aku juga bilang begini;

"Sebagai hadiah untuk Mamas & Kakak yang udah jadi anak baik, besok ibu belikan susu Morinaga Chil-go! lagi."

Mendengar kata-kataku, Mamas & Kakak langsung kegirangan. Semoga dari apa yang mereka alami itu membuat mereka belajar dan mengerti satu hal, bahwa jika kita bersikap baik, jadi anak baik, maka kebaikan-kebaikan lain juga akan datang menghampiri. What Goes Around, Comes Around! 

12 komentar:

  1. Berbagi bikin happy ya Maska

    BalasHapus
  2. Berbagi tak pernah rugi kecuali memberi contekan waktu ujian ya.
    Ibadah sedekah sebaiknya diajarkan dan dicontohkan kepada anak-anak sejak mereka usia dini.
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah, jgn sampe memberi contekan yaa, kasian yg diberi contekan, nanti nilainya palsu doong

      Hapus
  3. Wah hebat anak2nya nggak rewel backpackingan. Jadi pingin ngajakin anak backpacking juga.tapi kayaknya yg rewel malah bukan anak,tapi sayanya.hehe.mamas dan kakak pasti senang banget ya bisa berbagi saat ultah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Dian, awal mah pasti rewel, skrg udh biasa diajak backpacking hihi Alhamdulillah...

      Hapus
  4. Wuih morinaga chil-go ini emang susu cair yang banyak manfaatnya yaaa.. Salam untuk kakak dan mamas dari anak-anak aku Luna dan abang ya Maaaaak.. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal kembali yooo buat Luna & Abang. Smoga kpn2 bs main bareeng

      Hapus
  5. Menikmati makanan/minuman bersama-sama rasanya lebih menyenangkan ya mas, kakak...

    BalasHapus
  6. setuju sama pakde..berbagi gak pernah rugi ya

    BalasHapus

What wasn't said, will never be heard. What wasn't wrote, will never be read. Tinggalin komentar yuk...