Kamis, 24 Maret 2016

Curhat Soal Ganti Domain Blog


Beberapa waktu lalu kepikirian kepingin ganti domain. Jujur aja, salah satunya karena kepentok spam score. Ditolak agency karena spam score tinggi tuh rasanya agak gimana gitu. Haha.

Eh, tapi bukan karena penolakan itu loh ya yang membuat blog ini jadi jarang update akhir-akhir ini. Tetapi karena kerjaan di kantor yang lagi sibuk-sibuknya. Padahal ada banyaaak hal yang dengan nakalnya seliweran di kepala, dan minta ditulis.

Apa daya, aku lelah. Sepulang dari kantor, badan udah capek. Sampai rumah disambut bayi dan anak-anak yang juga butuh perhatian. Jadilah, handphone lebih banyak off kalau di rumah. Dari pada terintimidasi sama suara notifikasi yang ngga berenti-berenti. 

Kembali ke soal keinginan ganti domain. Aku masih galau. Sayang aja sih mengingat sudah jadi branding juga. Tapi kalau memang nanti jadi ganti baru, domain yang ini ngga akan aku buang. Eman-eman kalau mengingat DA & PA yang udah lumayan, juga rank alexa yang lumayan ramping juga. Trus kalo ngga dibuang, mau buat apa lagi? Mungkin akan di-redirect ke blognga Daffa'. Siapa tau dia mau juga lanjutin ngeblognya.

Keinginan untuk ganti domain ini sempat mengebu-gebu. Apalagi setelah melihat salah satu temanku juga ada yang ganyi nama domain. Ok, semacam latah aku ini. Tapi walau begitu, aku coba menahan diri. Lagipula masalahku kan cuma pada spam score. Kufikir, mungkin ada cara lain untuk mengatasinya. Seperti misal; mengedit url link postingan blog yang terdeteksi sebagai spam.

Berbeda dengan Silvi, teman yang kuceritakan habis ganti domain tadi. Masalahnya dia merasa ngga sreg dengan nama domain yang lama yaitu www.silvianapple.com. Sekarang jadi www.silviananoerita.com

Sama sepertiku, sebenarnya Silvi juga merasa berat hati saat akn ganti domain baru. Mengingat harus mengulang perjuangan dari nol lagi. Membangun branding baru, DA dan PA mulai dari angka nol, serta alexa rank puluhan juta. Tetapi karena satu alasan kuat, akhirnya ia ganti juga.

Aku sempat kepo. Kenapa sih harus ganti? Silvi melalui chat whatsapp meladeni kekepoanku.

Katanya, ia merasa agak sedih ketika sadar bahwa ia lebih dikenal sebagai Silviana (yang) apple. Padahal, bapak dan kakeknya sudah memberinya nama yang bagus. Dia sedih ketika ada orang bertanya, "kenal Silviana ngga?", orang biasanya menjawab, "Silviana yang mana? Yang apple bukan?".

Belum lagi ledekan yang datang dari teman-teman kuliahnya. Awalnya sih ditanggapi biasa aja. Tapi lala-lama risih juga. Akhirnya semakin mantaplah niat ganti domain baru sesuai nama aslinya, Silviana Noerita.

Begitulah cerita Silvi soal alasan ganti nama domain. Alasan yang mendasarinya berbeda jauh denganku yang masih bisa diatasi dengan solusi lain. Kalau teman-teman bagaimana? Ada yang punya pengalaman ganti nama domain blog juga? Apa alasannya? Coba disahre dong pliis. ;)

Atau ada yang jagoan IT dan mau bantuin blog ini supaya spam score bagus lagu? Hehehe. Ngarep!

8 komentar:

  1. Lakukan sesuai dengan apa kata dihatimu yaa mbak noe yang imoet😇😊

    BalasHapus
  2. padahal appple manis ya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wekekek, iyaah. Apalagi apple krowak ya. Mahal ituu :p

      Hapus
  3. Kalo emang udah mantep mau ganti domain, ya gapapa. Ntar tinggal di re-direct aja.

    BalasHapus
  4. iya mbk noe, ikutin kata hati aja yak,

    BalasHapus
  5. hahhaaa..emang iyaa aku kan mengenalnya juga silviana apple..haiyaah !!
    cemunguut silvii..

    BalasHapus

What wasn't said, will never be heard. What wasn't wrote, will never be read. Tinggalin komentar yuk...