Selasa, 29 Maret 2016

Cara Menurunkan Demam Anak Dengan Bawang Merah


Sudah bukan rahasia lagi kalau beberapa bumbu dapur memiliki khasiat lain selain menyedapkan makanan. Salah satunya adalah bawang merah.

Di laman Wikipedia bahasa Indonesia, disebutkan bahwa bawang merah mengandung vitamin C, kalium, serat, dan asam folat. Selain itu, bawang merah juga mengandung kalsium dan zat besi. Bawang merah juga mengandung zat pengatur tubuh alami berupa hormon auksin dan giberelin. Kegunaan lain bawang merah adalah sebagai obat tradisional, bawang merah dikenal sebagai obat karena mengandung efek antiseptik dan senyawa alliin. Senyawa alliin oleh enzim alliinase selanjutnya diubah menjadi asam piruvat, amonia, dan alliisin sebagai anti mikoba yang bersifat bakterisida.


Lebih lanjut di Wikipedia, disebutkan bahwa bawang merah bermanfaat untuk mengobati maag, masuk angin, menurunkan kadar gula dalam darah, mengobati diabetes melitus, memperlancar pernafasan serta sirkulasi darah.

Bahkan di whatsapp dan BBM, pernah kubaca pesan broadcast tentang kegunaan bawang merah untuk menyerap racun dalam tubuh. Caranya dengan menempelkan beberapa bawang merah yang telah dipotong ke telapak kaki, dan dibiarkan selama beberapa jam. Bawang merah akan bekerja menyerap racun dalam darah yang beredar dan mengalir di telapak kaki. Begitu juga jika bawang merah yang sudah dipotong tersebut diletakkan di sudut ruangan. Katanya, bawang merah akan menyerap racun atau pun virus-virus yang berada di udara. Hmm, bener ngga sih?

Soal benar atau tidaknya tentang bawang yang ditempelkan ke telapak kaki itu, ku sendiri belum menemukan sumber yang terpercaya. Dan belum pernah mencoba juga. Tapi aku sendiri cukup akrab dengan bawang dalam penggunaannya sebagai penurun panas pada balita.

Ceritanya bermula sejak aku baru mempunyai anak pertama, yaitu Mamas. Waktu itu umurnya masih di bawah 1 tahun. Badannya panas. Aku kebingungan harus bagaimana. Dulu aku kuper dan masih takut-takut karena belum banyak pengalaman. Aku memutuskan untuk ke dokter saja. Tetapi baru juga keluar dari rumah, tetanggaku tanya, "mau kemana?" 

Setelah tau aku mau ke dokter karena anak panas, dia menyarankanku untuk jangan ke dokter dulu. Katanya, kalau anak demam jangan buru-buru ke dokter. Dan jangan sedikit-sedikit minum obat. Apalagi biasanya setiap ke dokter pasti akan diberi antibiotik. Padahal belum tentu anak demam itu disebabkan oleh bakteri jahat yang harus dimatikan dengan antibiotik.

Mendengar nasehat tetangga, aku manut. Lalu oleh tetanggaku aku diajari cara efektif menurunkan panas anak menggunakan bawang merah. Caranya, dua butir bawang merah diparut, lalu ditambahkan beberapa tetes minyak kayu putih dan balurkan ke tubuh bayi.

Berbeda dengan ibuku di kampung. Di lain waktu ketika aku sedang mudik, badan si Mamas panas. Oleh ibuku, si Mamas dikerok menggunakan bawang merah. Caranya, bawang merah dipotong kemudian digosok-gosokkan ke punggung, sama seperti gerakan kerokan.

Di sebuah blog, aku membaca bahwa bawang merah memang salah satu pilihan untuk menurunkan demam pada anak dengan cara tradisional dan aman. Ini karena bawang merah mengandung senyawa minyak astiri, sikloaliin, metialiin, kaemferol, kuersetin, dan floroglusin. Semua kandungan tersebut bisa membantu menurunkan suhu tubuh.

Yups, berdasar pengalaman pada Mamas & Kakak, bawang merah memang cukup ampuh untuk menurunkan demam anak. Hanya saja baunya yang menyengat hidung itu agak mengganggu. Hoho. Tapi namanya buat anak ya, jabanin aka deh yang penting anam cepet sembuh.

Lanjut soal mengatasi demam. Bu ibu pasti udah biasa banget ya menghadapi abak demam. Sedih? Pastinya! Pingin dong ya anak cepet sembuh. Tapi bagaimana caranya? Bingung banyak yang bilang jangan dikit-dikit minum obat?  Jadi sebenarnya obat itu perlu ngga sih? Kalo aku yang ditanya begitu jawabku; PERLU!

Biasanya aku selalu sedia paracetamol syrup di rumah. Terutama semenjak si Mamas terkena step saat umur 2 tahun. Sejak itu aku takuuut banget kalau anak demam. Takut kejangnya kambuh lagi. Jadi semua cara aku lakuka. Saat anak demam, ini yang aku lakukan:

  • memberikan paracetamol sesuai dosis berdasarkan anjuran dokter
  • kompres air hangat, atau baluri dengan bawang merah
  • beri banyak minum air putih
  • jika tidak ada perubahan sampai dengan 3 hari, periksa ke dokter atau rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

9 komentar:

  1. Aku juga masih menggunakan bawang merah yang dipotong menjadi empat atau dua bagian, kemudian diberi minyak telon sedkit, baru kemudian dikerokan ke bagian punggung anak. Manjur sich, kalayu demanya karena masuk angin atau kelelahan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, kalau demamnya karena dipicu penyakit lain ya emg kudu pemeriksaan dan penanganan yang lrbih tepat yaa

      Hapus
  2. Aku juga masih pake obat2an tradisional kalo anak-anak, suami ato aku sendiri sakit. Meminimalisir obat2an kimia...
    lagian meskipun sederhana tapi ampuh juga kok buat obat

    BalasHapus
  3. Aku juga pake resep bawang merah untuk obat balur turun panas. Manjur sangat.

    BalasHapus
  4. Bawang merah sudah menjadi tradisi ibu-ibu untuk menurunkan panas anak. Termasuk ibuku, dengan dicampur minyak untuk dibalurkan ke tubuh anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama berarti yaa, aku jg diajari tetangga dan ibuku. Hehe

      Hapus
  5. kalo ga salah bawang yang menyerap racun gitu kalo dibiarkan di ruang terbuka bawang bombay deh... tapi ini kalo ga salah sih yaaa... cmiiw

    BalasHapus

What wasn't said, will never be heard. What wasn't wrote, will never be read. Tinggalin komentar yuk...