Kamis, 04 Februari 2016

Menenangkan Abang Ranu Saat Rewel


Sudah beberapa hari ini abang Ranu agak susah diajak tidur malam. Padahal biasanya, menjelang jam 9 malam si Abang sudah mulai ngantuk-ngantuk. Dan biasanya, dia akan segera tidur setelah disusui.

Akan tetapi entah apa sebabnya dia jadi sering rewel menjelang jam tidur. Pijitan menggunakan minyak telon yang biasanya ampuh untuk membuatnya nyaman pun ngga mempan.

Ya, pijat adalah salah satu ritual Abang Ranu sebelum tidur. Kegiatan ini menjadi sarana bonding antara aku dan Abang Ranu setiap hari. Maklum saja, aku sudah harus berangkat kerja pada jam 6 pagi. Dan kadang Abang Ranu masih tidur. Pulang ke rumah sudah jam 6 sore. Alhasil seharian aku ngga bisa sayang-sayangan sama si baby tembem yang senyumnya gemesin bangrt itu. Jadi, malam hari yang cuma beberapa jam sebelum tidur menjadi saat yang tepat untuk prime time kami.

Sedihnya, kalau prime time kami kacau. Yang harusnya diisi dengan nenen sambil saling menatap, atau becandaan dan liat si Abang ketawa ketiwi, lalu pijit-pijit a la baby spa sampai Abang merasa hangat lalu tertidur setelah nenen sebentar.

Kalau lagi rewel, yang ada aku sibuk gendongin si Abang yang nangis melulu. Apa-apa salah. Nenen ngga mau, pijit juga ngga mau. Si Abang cuma mau diem kalo di ajak keluar rumah. Mungkin karena di luar anginnya semilir. Tapi kan ngga mungkin kalau harus di luar terus malem-malem.

Nah, hari ini aku mulai menemukan cara untuk menenangkan Abang Ranu kalo lagi rewel. Caranya dengan didekap sambil digendong, lalu di ayun-ayun, dan mulutku membuat suara ssssh sssh. Ngga butuh waktu lama si Abang langsung tertidur tuh. Sekitar 15 menitan lah setelah digendong dan diayun. Gendongnya ngga pakai kain, jadi bener-bener pelukan gitu. 

Konon, alam rahim itu alam yang berisik. Banyak bunyi-bunyi yang selama 24 jam didengar oleh janin. Suara detak jantung, aliran darah, kerja saluran pencernaan, mapun suara-suara dari luar tubuh si ibu. Itu sebabnya mengapa bayi yang rewel bisa ditenangkan dengan cara membuat suara berisik agar mkrip dengan alam rahim yang membuatnya nyaman sebelum dilahirkan. Suara yang bisa kita buat seperti saat mengusir ayam. Sssh, sssh. Gitu.

Ya, namanya bayi sih ya. Ada masanya dia anteng, ada juga waktunya dia rewel. Dinikmati saja. Begitu kata orang tua mah.

Tapi semoga masa rewelnya Abang ngga lama-lama ya. Karena aku kangen juga pijit-pijit a la baby spa sambil ketawa ketiwi sama Abang Ranu.

8 komentar:

  1. mudah2an masa2 rewelnya abang ranu segera berlalu ya

    BalasHapus
  2. Iya aku juga pernah baca, suara sh sh itu mirip dengan suara di dalam rahim.

    BalasHapus
  3. mbak nurul lagi menikmati banget ya masa2 punya si kecil, aku kapan ya nambah :p

    BalasHapus
  4. baby sama dengan orang dewasa ya kalau sudah dipijit anteng :)

    BalasHapus

What wasn't said, will never be heard. What wasn't wrote, will never be read. Tinggalin komentar yuk...