Selasa, 13 Oktober 2015

Antara Robi, Mak Sum, dan Cancer


"Bu, robi itu apa sih?"

Daffa' yang baru saja masuk ke kamar labgsung mengajukan pertanyaan itu. Aku yang tengah sibuk dengan baby Ranu jadi bingung. Tak mengerti maksud pertanyaannya.

"Maksudnya?" Tanyaku sambil mengerutkan kening.


"Itu loh, Bu, di tipi ada iklan. Jangan ada Robi Robi yang lain. Gitu." Abyan mencoba menjelaskan maksud pertanyaan mamasnya. 

Aku mulai faham maksud pertanyaannya. Penjelasan Abyan itu mengingatkanku pada iklan kampanye anti rokok di televisi. Lalu kujelaskan kepada Mamas & Kakak, bahwa Robi yang dimaksud dalam iklan itu adalah nama orang yang meninggal karena terkena kanker di tenggorokan.

"Kayak Mak Sum, ya, Bu. Meninggalnya kan karena sakit tenggorokannya."

Mendengar jawabanku, Abyan langsung teringat pada ibu asuhnya yang baru meninggal pada bulan Juni lalu.

Tentang Mak Sum


Mak Sum, begitu Abyan memanggilnya. Beliau adalah tetanggaku, yang dulu kutitipi bayi Abyan ketika aku bekerja. Kurang lebih selama 3 tahun Mak Sum mengasuh Abyan. Beliau bahkan menganggap Abyan sudh seperti anak kandungnya sendiri. Dan itu yang membuatku merasa tenang meninggalkan Abyan dalam pengasuhan Mak Sum selama aku bekerja sehari-hari.

Hanya saja ada satu hal yang membuatku agak risih, yaitu kebiasaan merokoknya yang sulit dihentikan.

Duh, dulu aku sempat dilema. Takut kalau asap rokoknya mempengaruhi kesehatan Abyan yang masih bayi. Tapi karena tak punya banyak pilihan, karena sulitnya mencari pengasuh bayi, maka baby Abyan tetap diasuh oleh Mak Sum. Dan supaya lebih tenang, aku mencoba bicara pada Mak Sum, agar menjauh dari baby Abyan jika sedang merokok.

Kronologi


Setelah Abyan berumur 3 tahun, aku pindah rumah, dan itu berarti Abyan tidak lagi diasuh oleh Mak Sum. 4 tahun berselang sejak aku pindah rumah, aku mendapat kabar tentang meninggalnya Mak Sum.

Ketika melayat ke rumah duka, Pak Agus, suami almarhumah Mak Sum bercerita. Katanya, sebelum meninggal Mak Sum menderita sakit batuk yang parah. Saking parahnya, almarhumah sampai tak bisa bicara dan tak bisa menelan makanan. Karena sudah tak tahan sakit, almarhumah lalu dibawa ke rumah sakit.

Setelah diperiksa, dokter mengatakan kalau Mak Sum menderita radang tenggorokan. Namun dokter juga memberitahu kalau radsngnya sangat parah, karena ssampai bernanah di tenggorokan dan tonsilnya. Sayangnya, almarhumah kemudian meninggal tak lama setelah masuk rumah sakit, dan belum sempat mendapat pertolongan.

Radang atau Kanker Tenggorokan?


Entahlah, aku merasa sakit yang diderita almarhumah itu bukan sekedar radang. Mengingat kebiasaan merokoknya yang bisa menghabiskan sebungkus dalam sehari. Sementara salah satu penyebab kanker tenggorokan adalah pola hidup yang tidak sehat, seperti kebiasaan merokok dan minum minuman keras. Dan lagi, kondisi batuk dan radangnya yang parah dan dalam waktu dekat mengantar almarhumah pada ajal.

Memang sih, yang namanya umur manusia adalah ketetapan Allah. Tapi sudah selayaknya sebagai manusia kita mensyukuri hidup yang diberikan Tuhan, dengan cara menjaga kesehatan diri. Ya kan?


Fight, fight, fight!


Bicara soal cancer, aku jadi ingat seorang teman blogger yang sempat divonis kanker payudara. Ia adalah Indah Nuria yang Alhamdulillah telah menyelesaikan serangkaian pengobatan untuk melawan sakitnya. Bersama dengan cancer.org, saat ini ia tengah gencar mengkampanyekan gerakan peningkatan kesadaran kanker payudara.

Mengingat iklan di TV tentang Robi, dan kejanggalan penyebab meninggalnya Mak Sum, melalui tulisan aku ikut mendukung gerakan awareness terhadap cancer, agar kita semua sadar betapa cancer..., cancer apapun itu, adalah ancaman yang dapat menyerang siapa saja, dan ia adalah pembunuh. Dan bahwa cancer itu dapat dicegah dengan memperbaiki pola dan gaya hidup. 

Tetapi jika cancer itu terlanjur menyerang, kita semua masih punya harapan untuk sembuh, dengan tetap berfikir positif, bersemangat untuk sembuh dan disiplin menjalani pengobatan. Hal ini sudah dibuktikan oleh Mba Indah Nuria, yang kini telah sembuh dari breast cancer.

So, let's fight! Bersama kita bisa melawan cancer. #FinishTheFight #GoPink #BreastCancerAwareness

16 komentar:

  1. Thanks for joining my campaign mak Noeee.. Memang banyak kanker yang tidak terdeteksi, baik karena penderitanya tidak mau periksa atau in denial bahwa menderita kanker. Untuk kanker payudara memang deteksi dini sangaaat membantu ;).. Yang penting hidup sehaat yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, penting bgt ya deteksi dini terhadap kanker agar cpt ditangani. Yook, beralih ke pola hidup sehaat...

      Hapus
  2. Semakin sering kita mendengar banyaknya penderita kanker, semoga membuat kita sadar dan peduli pada diri kita sendiri dan mau melakukan deteksi dini ya Dek Noe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, semoga semakin banyak yg sadar ya utk waspada, minimal pd diri sndiri dan keluarga. :)

      Hapus
  3. Noe...aku juga sedih jika ada yang ngasuh bayi ya merokok juga, tapi gimana lagi ya...semoga tidak ada mbak sum dan robi yang lainnya lagi ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak astin, kasian bayinyaa :)

      Hapus
  4. :"(
    semoga kita sehat selalu aamiin

    BalasHapus
  5. menakutkan ya kalau dengar kata kanker, semoga yang diberikan ujian punya kesabaran & bisa lekas sembuh, Dan kita dikasih kesehatan ya

    BalasHapus
  6. Jangan ada juga cumilebay cumilebay yg lain yaaa, cukup cumilebay berkancut ini aja hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi.. Gkbada yg brani jugaa nyaingin kamu cumii... Kudi all out soale. :D

      Hapus

What wasn't said, will never be heard. What wasn't wrote, will never be read. Tinggalin komentar yuk...