Rabu, 28 Oktober 2015

2 Bulan Usia Baby Ranu


Per tanggal 25 Oktober kemarin, umur baby Ranu genap 2 bulan. Pipinya sekarang tembem sekali. Setiap kali memandang wajahnya, jadi keinget wajah kakak waktu bayi dulu. Sama tembemnya!

Saat usianya 1 bulan, timbangan berat badannya menunjukkan angka 5.5 kg. Ini berarti beratnya naik 1.8 kg dalam waktu sebulan. Entah berapa berat badannya sekarang, setelah umurnya 2 bulan. Yang jelas, baby Ranu keliatan ndut banget. Dan terasa mantabs saat di gendong. Mantabs rasa pegelnya maksudnya. 

Di usianya yang 2 bulan ini, Alhamdulillah sudah banyak perkembangannya. Sudah banyak senyum dan menyahut kalau diajak ngobrol. Dan tentu saja matanya sudah bisa menatap. Duh, kalau sudah saling tatap sama baby Ranu, dunia beserta isi dan keindahannya serasa pindah ke dalam mata si baby Ranu, deh. Apa lagi kalau udah liat senyumnya. Hatiku meleleh... 

Yang membuatku senang juga, adalah karena baby Ranu sudah mulai mengangkat kepalanya. Jadi pingin kiat dia cepet bisa menegakkan badannya, jadi bisa diajak jalan-jalan dengan menggunakan gendongan yang bentuknya kayak ransel itu.

Ada rasa kepingin coba sih, untuk mulai pake gendongan model itu. Kebetulan minggu depan berencana backpacking sekeluarga ke Surabaya. Tapi masih takut karena baby Ranu belum benar-benar bisa menegakkan badan. Nunggu umur 4 bulan kali ya. 

Oya, baby Ranu ini paling suka posisi tidur menelungkup (tengkurap). Apalagi kalo tengkurapnya di atas dada ibu atau abinya. Waah, bisa betah tidurnya. Tapi kalau tidur telentang di kasur, ya sebentar-sebentar bangun karena kaget setiap dengar suara. Kalau istilah kebanyakan orang, sudah bau tangan. Maunya digendong terus. Apa iya? 

Bau tangan, mitos atau fakta? Entahlah... 

9 komentar:

  1. iiiiihh tembemnya si baby Ranu, gemezzz

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti kita kopdaran ya Budhe... ;)

      Hapus
  2. Baby Ranu fotonya bagus bagus, emaknya fotografer handal sekarang nich

    BalasHapus
  3. Baby ranu,,,
    Selamat ulang bulan yaaa...

    BalasHapus

What wasn't said, will never be heard. What wasn't wrote, will never be read. Tinggalin komentar yuk...