Jumat, 04 September 2015

Bahagianya Memompa ASI dengan Philips Avent Single Electric Breast Pump

Single Electric Breast Pump adalah pompa ASI pertama yang kupunya, untuk memberi ASIP untuk baby Ranu kalau nanti ditinggal kerja lagi.


Lha, baru punya pompa ASI setelah anak ketiga? Apa kabar Mamas & Kakak? Hehe... Alhamdulillah, MasKa juga dulu tetap kuberi ASIP kalau ditinggal kerja. Tetapi dulu aku memerah ASI dengan tangan saja, tanpa bantuan pompa. Meskipun dengan pennuh perjuangan, karena kadang kalo salah pencet atau kekencengan, payudara suka sakit dan memar. Hiks. :(

Alhamdulillah, di anak ketiga ini aku mendapat rejeki berupa Pompa Asi Elektrik dari Philips Avent. Jadi bisa memerah ASI dengan aman dan nyaman, serta yang paling penting memerah ASI dengan perasaan bahagia. Hmm... Masih ingat rumus ini, kan? Happy Mommy = Healthy Baby! (baca juga; Bayi sehat berawal dari ibu yang bahagia).

Single Electric Breast Pump ini sudah kuterima sejak bebe Ranu belum lahir. Saat menerimanya, rasanya ngga sabar ingin cepat melahirkan dan mencoba memompa ASI dengan pompa elektrik dari Philips Avent. Setiap hari aku berdoa, semoga bisa cepat melahirkan tanpa halangan apapun, sehat dan selamat, serta dikaruniai ASI yang deras. Dan Alhamdulillah, selang 3 minggu setelah pompa asi kuterima, aku pun melahirkan dengan proses normal. Alhamdulillahnya lagi, aku melahirkan di klinik BPJS yang pro ASI. Jadi setelah melahirkan aku dibimbing untuk menyusui, tanpa memberi sufor.

Gadget Laktasi dari Philips Avent

Hari pertama setelah melahirkan, kolostrum sudah mulai keluar. Warna kolostrumnya masih bening. Hari kedua dan ketiga, warnanya agak menguning. Baru di hari keempat setelah melahirkan, ASI yang berwarna putih mulai keluar dengan deras. Tetapi aku tidak langsung memompa ASI untuk disimpan sebagai stok ASIP. Baru di hari ke 6, saat kurasakan ASI mulai bocor dan menbuat bajuku sebentar-sebentar jadi basah, aku mulai memompa ASI dengan Single Electric Breast Pump.

Sebelum kugunakan, semua elemen dalam dus kemasan pompa asi elektrik Philips Avent kucuci dan disteril terlebih dahulu. Berikut ini adalah apa saja yang terdapat dalam dus kemasan Philips Avent Single Electric Breast Pump:
  • 1 buah pompa (breast pump)
  • 1 unit mesin pompa (motor unit)
  • 1 buah tutup dot natural (newborn teat pack). Bentuk newborn teat pack ini dibuat mirip dengan bentuk payudara dan puting ibu, dan sangat dianjurkan jika ingin memberi ASIP untuk bayi supaya tidak terjadi bingung puting.
  • 1 tutup bantalan pompa (sealing disk for milk storage)
  • 1 buku panduan penggunaan (instructions guide book) 
  • 1 kartu garansi (guarantee card)
  • 2 sample breast pads untuk siang & malam
Memompa dengan hati bahagia menghasilkan banyak ASIP

Pengalaman memompa ASI menggunakan pompa ASI elektrik dari Philips Avent ini ternyata memang lebih menyenangkan dibanding dulu saat aku memerah ASI dengan pijatan tangan. 

Berikut beberapa kelebihan menggunakan Philips Avent Single Electric Breast Pump:

1. Praktis Dengan Satu Tangan


Kalau dulu harus menggunakan 2 tangan, satu memegang botol dan satu tangan lagi memijat-mijat payudara agar ASI keluar. Tetapi dengan Philips Avent Single Electric Breast Pump, cukup dengan satu tangan saja untuk memegangi botol yang disambung dengan bantalan dan ditempelkan ke payudara.

2. Tanpa Nyeri di Payudara


Pompa ASI elektrik Philips Avent dengan Soft Massage Cushion (bantalan pijat yang lembut) akan memberikan pijatan yang nyaman pada puting dan areola saat melakukan pemompaan. Berbeda dengan dulu ketika memerah ASI dengan tangan. Kadang secara tidak sengaja memijat terlalu keras sehingga menimbulkan memar & nyeri.

3. Tanpa Derita Sakit Punggung


Biasanya saat memompa atau memerah ASI, posisi badan kita harus menunduk supaya puting menghadap ke bawah dan ASI yang keluar dari puting langsung tertampung ke dalam botol. Kelamaan menunduk bisa membuat punggung pegal. Lain ceritanya jika memompa ASI dengan Philips Avent Single Electric Breast Pump. Kita bisa duduk dengan tegak atau dengan posisi apa saja yang membuat kita merasa rileks saat memompa. Tak perlu khawatir ASI tumpah, karena pompa ASI Philips Avent didesain sedemikian rupa sehingga ASI yang keluar dari puting pasti masuk ke dalam botol. 

4. Nyaman Dengan 3 Simple Setting


Philips Avent Single Electric Breast Pump punya 3 pengaturan daya hisap yang bisa kita pilih saat memompa ASI. Saat mulai dinyalakan, breast pump akan menstimulasi ASI untuk keluar dengan pinjatan-pijatan kecil di sekitar areola. Setelah ASI mulai mengucur, kita bisa memilih salah satu dari 3 mode yang ada. Aku biasanya memilih mode pertama, yang tarikannya tidak terlalu kencang. Malah aku merasa seperti sedang dihisap langsung oleh baby Ranu.

Tombol power & simple setting di mesin pompa

Selain keempat kelebihan yang sudah kusebutkan tadi, masih banyak kelebihan lain dari pompa ASI email dari Philips Avent, diantaranya yaitu BPA free, serta disain yang simple dan ngga banyak printilan, sehingga ngga ribet kalau dibawa pergi kerja.

Memompa ASI menggunakan Philips Avent Single Electric Breast Pump memang nyaman & Menyenangkan, apa lagi kalau memompanya sambil memandangi foto baby Ranu. Tetapi ke depannya, kalau ada rejeki lagi, masih ingin punya pompa ASI satu lagi dari Philips Avent, tapi yang manual. Buat jaga-jaga kalau pergi ke tempat yang susah listrik, jadi tetap bisa memompa ASI dengan Manual Breast Pump dari Philips Avent. 

Tetapi untuk sementara ini sih belum menemukan kesulitan soal listrik, jadi masih sangat enjoy memompa ASI menggunakan Philips Avent Single Electric Breast Pump. 

27 komentar:

  1. praktis banget gak peru repot ya jadi ga cape & stress asi pun banyak produksinya jadinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betuul, kalo hato bahagia produksi ASI jadi banyak :)

      Hapus
  2. Semangat mompa terus ya buat bekel Ranu nanti kalau sudah mulai kerja Mak Noe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, harus semangaat... Makasih mba Lia

      Hapus
  3. Wah enak ya mbak punya alat ini. Pengen juga nih punya ini untuk persiapan ngasip nanti. Selamat memompa asi ya mak. Moga lancar terus dan baby ranu hepi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba Ika, nanti dikau jg InsyaAllah punya :) semoga lahiran lancar, ASI juga lancaar. Aamiin...

      Hapus
  4. Jadi enak mana manual sama elektrikk

    BalasHapus
  5. Cieee itu pompa asinya keren banget.... aku dulu gak punya yg spt itu waktu Shasa masih bayi. Ternyata banyak juga ya kelebihan dari Philips Avent Single Electric Breast Pump... sayang aku ga pernah ngerasain. Hehehe
    Sun sayang buat Ranu yaa....

    BalasHapus
  6. Semangay berjuang mb... Aku juga sedang berjuang . ayoo happy biar asi nya deras

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaapp, happy happy :) dikau jg semangat yooo

      Hapus
  7. ga ribet ya pakai alat ini

    BalasHapus
  8. Enak ya kalo pake breast pump, ngga capee. Aku pernah nyoba merah sendiri udah sejam sebotol pun ga dapet :( Etapi kakakku kerja dari pagi sampe sore, merah pake tangan tok, dari anak pertama sampe sekarang anak kedua, bahkan asi perahnya turah2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku jg anak pertama kedua merah pake tangan, mak Rahmi. Sehari di tmp krj bs dpt 2 botol @120ml. Tapi ya itu, suka kekencengan mencet PD jd mrmar n sakit :D

      Hapus
  9. boleh juga nih alatnya :)

    BalasHapus
  10. mantaaap....enak kan mak hehehe...ini memang produk andalah kok :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyoo, enak bingits pake pompa ini dibanding pake tangan. :D

      Hapus
  11. wah jadi lebih enak ya..gak lecet lagi ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mba Fitri, Alhamdulillah... :)

      Hapus
  12. Kamu memompa dgn tangan dulu mba??? OMG,,,banyak bgt asi nya berarti :D.. hebaaat... dulu aku punya pompa asi phillip ini, tp aku ksh temenku stlh ga mompa lg... kirain udh ga bkl punya anak.. trnyata malah hamil lagi :D.. jd hrs beli... berarti yg elektriknya bgs jg ya... punyaku yg dulu sih manual..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baguuus yg elektirknya, ngga capek n ngga pegel tangan hihi

      Hapus

What wasn't said, will never be heard. What wasn't wrote, will never be read. Tinggalin komentar yuk...