Sabtu, 22 Agustus 2015

Sabar dan Berdoa Menunggu Hari Melahirkan

Hari ini 22 Agustus 2015, adalah Hari Perkiraan Lahir (HPL) jika dihitung dari Hari Terakhir Haid Terakhir (HPHT). Rasanya udah ngga sabar mau menyambut kelahiran bayiku. Tapi sepertinya dia masih betah di dalam rahim.

Sebenarnya 3 hari yang lalu, tepatnya Rabu malam, tanggal 19 Agustus, aku merasakan kontraksi yang cukup membuat ngilu, lumayan sakit di perut bagian bawah dan jalan lahir. Kontraksinya mulai habis magrib sampai subuh. Aku sempat mengira itu adalah tanda akan segera (SEGERA) melahirkan. Jadilah malam itu aku dan suami ngga tidur sampai pagi. Dan jadi sibuk juga, cek ulang tas isi kebutuhan ibu & bayi untuk dibawa ke klinik.


Sehabis subuh, niatnya mau langsung berangkat ke klinik. Tapi sebelumnya sibuk ke dapur dulu buat bikin sarapan. Sederhana sih, cuma bikin sereal sama roti panggang. Tapi kok, pas lagi sarapan, tersadar kalo mules & kontraksinya ilang. Memang sih, semalam, meskipun kontraksi cukup sering dan bertahan sampe pagi, tapi durasi dan intervalnya ngga teratur. Hmm... Jadi berkesimpulan kalo itu cuma Braxton Hicks. Akhirnya, batal lah keputusan ke klinik membawa tas beserta isi kebutuhan lahiran. Haha... 

Tetapi jam 10 pagi, aku & suami tetap ke klinik untuk periksa. Dari hasil USG, kemudian diketahui kalau kepala janin sudah sedikit masuk ke jalan lahir. Ketika diraba dengan jari, kata pidan yang memeriksa, kepalanya sudah ajeg (ngga goyang). Artinya, bayiku sudah siap meluncur kapan saja. Jadi, kudu waspada kalau seandainya ada tanda lain yang muncul, seperti lendir bercampur darah, atau ketuban pecah.

Dari USG itu juga kelihatan kalau posisi plasenta (ati-ari) masih bagus, dan air ketuban masih cukup & masih bersih. Tandanya yaitu bagian air ketuban terlihat hitam pekat jika dilihat dengan teknologi USG 2 atau 3 Dimensi. Jadi, bidan yang memeriksaku memutuskan bahwa, kami masih bisa menunggu. Jika dalam waktu satu minggu belum lahir juga, aku harus kembali ke klinik untuk kontrol ulang.

Pulang dari klinik, sekali dua kali aku masih merasakan kontraksi. Sampai hari berikutnya (kamis, 20 Agustus). Tetapi hari Jumat dan sampai hari ini  (Sabtu 22 Agustus) kok ya perutku tenang-tenang lagi. Ngga ada kontraksi yang sampe membuatku merasakan sakit seperti tempo hari. *sigh* Aku jadi ngga sabaaaaaar.

Ini malah sejak kemarin malam, aku seperti diserang virus flu. Kepala nyut-nyutan, dan bersin-bersin. Jadi 2 hari ini aku memilih bed rest saja lah. Sambil banyakin senyum, elus-elus perut, bersabar dan berdoa moga adik bayi cepet lahir dengan sehat dan selamat. Aamiin... 

10 komentar:

  1. Semoga segera melahirkan... dan prosesnya lancar. Ibu dan bayinya sehat dan selamat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Makasiih doanya Mba Ren.. :* sehat2 n bahagia juga yoo dirimuuu

      Hapus
  2. Hai Mbak, saya juga lagi nunggu hari lahiran nih Mbak. Terakhir diperiksa bakalan maju harinya. Rasanya perut dah mau jatuh aja nih. Si dedek ndusel-ndusel terus Mbak. Ini pengalaman pertama jadi rasanya agak bingung juga ini kontraksi atau tidak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangaat mba Ika, emg kontraksi paslu bikin kita keder yaa... Semoga kita berdua dilancarkan proses melahirkan, selamat sehat dan bahagia ibu dan bayinya. Aamiin... Hugs..

      Hapus
  3. Ooh usg bisa tau juga ya kondisi air ketuban. Babynya masih betah di dalam perut hihi, semangat Noe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyoo mba Lianny, air ketuban, jumlahnya masih cukup, dan apakah masih jernih atau sudah keruh bisa keliatan lewat USG :) iya nih, si debay masih betah... Asal masih aman gpp deh, klo ketuban n plasenta udah gk bagus, kudu cpt ditindak tapii

      Hapus
  4. udah melahirkan dong skr, selamat ya Ranuuuuu ganteng

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah iyaa... Makasih mak Lidya cantiik

      Hapus

What wasn't said, will never be heard. What wasn't wrote, will never be read. Tinggalin komentar yuk...