Senin, 27 Juli 2015

Sindrom Iri, atau Sindrom Anak Tengah?

Belakangan ini, aku merasa ada yang aneh dengan si Kakak. Dia sedang sangat manja, terutama pada Abinya. Makan maunya dipangku dan sepiring berdua, tidur minta ditemenin Abi, habis mandi saja mintanya dihandukin dan dipakein baju sama Abi. Itu kalo di rumah, Kakak memang maunya nempel Abi.

Tetapi anehnya lagi, saat 2 minggu sebelum lebaran, MasKa minta mudik duluan ke rumah neneknya di lampung. Nah, selama di Lampung, setiap hari si Kakak minta ditelpon. Di telepin, Kakak selalu mengungkapkan rasa kangen dan sayangnya padaku. Padahal biasanya cuma mau bilang sayang pada Abinya!


Yang lucu kejadian kemarin sore, waktu Kakak lagi asik banget makan kue telor gabus. Saking semangatnya, lidahnya sampai kegigit. Ampuun, nangisnya ngga berenti-berenti. Drama banget deh! Nangisnya bukan yang teriak-teriak gitu, tapi lirih dan berlinangan air mata. Mimik mukanya nelangsaa banget. Padahal biasanya ngga begitu. Biasanya Abyan lebih tahan sakit kalo dibanding Mamas.

Sebenarnya, sejak awal melihat perubahan sikap manjanya, aku mulai curiga kalau si Kakak ini lagi kena sindrom iri atau cemburu karena mau punya adik bayi. Tapi setelah browsing-browsing lagi pagi ini, mengenai sindrom yang mungkin dialami anak-anak ketika akan punya adik lagi, aku menemukan jenis sindrom baru, yaitu Middle Child Syndrome, atau sindrom anak tengah. Hmm... PR banget nih buat aku dan Ojrahar (Abinya anak-anak).

Jadi apakah si Kakak ink lagi kena Sindrom Iri, atau Sindrom Anak Tengah, ya? Sebelumnya yuk, coba mengenal pengertian dan perbedaan kedua sindrom tersebut.

Manjanya Kakak Abyan ke Ojrahar (Abinya)

Sindrom Iri


Orang Banten sering menyebutnya dumarinen. Kalau orang Sunda di Cilegon, bilangnya lanus. Artinya kurang lebih adalah rasa cemburu terhadap calon adik bayi, dan takut ngga disayang setelah punya adik bayi lagi.

Penyebabnya bisa bermacam-macam, tapi biasanya factor dari luar. Orang tua yang terlalu excited mempersiapkan kebutuhan calon bayi, bisa saja membuatnya lupa dan tanpa sadar mengurangi kasih sayang kepada anak yang sudah lebih dulu ada. Atau, pengaruh tetangga yang kadang suka menakut-nakuti dengan kalimat semacam ini;

"Wah, mau punya adik ya, ngga disayang lagi dong!"

Ini bahaya banget kalau sebagai ortu kita ngga segera mengambil langkah tepat. Bisa-bisa si anak yang akan menjadi kakak, jadi kurang sayang sama adiknya. Cari perhatian orang tua, dengan mencubit dan memukul adik bayi. Atau sikap lain, yang penting dapat perhatian ortu. Meski ngga jarang, perhatian ortu justru berupa kemarahan.

Aku pernah melihat sendiri beberapa contohnya dari tetangga dan anak-anaknya. Selain itu aku juga pernah membaca kasus-kasus semacam itu dalam buku "Mendidik Dengan Cinta" karya Irawati Istadi. Sayangnya buku itu entah dimana sekarang. Antara dipinjam, atau hilang karena sering pindah-pindah rumah.

Nah, dari buku itulah aku sangat terbantu ketika dulu mempersiapkan Mamas ketika hendak memiliki adik bayi. Cerita dan tips-nya pernah kutulis di link ini; Agar Kakak Menyayangi Calon Adik Bayi.

Sindrom Anak Tengah


Persoalan Sindrom Anak Tengah ini masih seputar soal anak yang merasa kurang perhatian, yang dituntut untuk menjadi dewasa dan menyayangi adiknya, dan sering dibanding-bandingkan dengan saudara yang lebih tua yang dijadikan contoh teladan.

Keep smile, and be happy, ya, Kak!

Aheey! Jadi introspeksi nih aku. Mungkin tanpa sadar, selama ini telah melakukan kesalahan semacam itu kepada Kakak. menceritakan bagaimana dulu Mamas yang begitu sayang dan perhatian ketika si Kakak lahir, agar si Kakak juga melakukan hal sama kepada adik bayinya nanti, jangan-jangan itu malah membuatnya merasa dibanding-bandingkan. Dan jangan-jangan itu membuat si Kakak mengalami yang namanya Middle Child Syndrome. :( Astaghfirullah... 

Kalau memang benar demikian, berarti mulai sekarang harus memperbaiki sikap dan perlakuan terhadap Kakak. Karena kalau keterusan, bisa berpengaruh pada karakternya kelak. Seperti yang kubaca dari berbagai sumber di internet pagi ini. Ngga semua negative sih, ada dampak positifnya juga. Tapi, ngga ada salahnya berusaha untuk mengurangi dampak negatifnya, kan.

Berikut adalah beberapa karakter seorang dengan Sindrom Anak Tengah;

  1. Merasa kurang kasih sayang, lalu lebih senang berada di luar rumah untuk mencari teman. Nilai positifnya, anak jadi mudah bergaul dan punya banyak teman. Tetapi bisa berbahaya jika sampai salah dalam memilih teman.
  2. Merasa hidup tidak adil, karena sering dibanding-bandingkan dengan saudaranya yang lebih tua, dan dituntut untuk menyayangi saudaranya yang lebih muda. Nilai positifnya, ia jadi pandai menempatkan diri karena terbiasa dihadapkan pada berbagai situasi saat bersama saudaranya baik uang lebih tua maupun yang lebih muda. 
  3. Penyendiri, atau suka menarik diri dari lingkungan keluarga karena merasa tidak dianggap. Nilai positifnya, si anak bisa lebih mandiri dan kreatif dengan mencari atau melakukan banyak kegiatan ketika sedang menyendiri
  4. Bisa menjadi penengah/juru damai.


Dan masih banyak lagi karakter anak dengan Middle Child Syndrome. Sekali lagi, ini PR besar buatku dan Ojrahar, untuk memberi kasih sayang dan bersikap dengan semestinya, baik kepada Kakak, maupun Mamas. Harus banyak belajar lagi menjadi ortu yang baik. 

Semoga kami bisa melewati masalah ini dengan baik, supaya nanti bisa share lagi bagaimana hasil belajar kami, dan tips mengatasi Sindrom Anak Tengah. Aamiin.

17 komentar:

  1. Anak ku 2 sih jadi kurang ngeh sama sindrom si anak tengah inih...
    *etapi udah cukup 2 aja sih yah hehe..*

    Tapi kalo waktu dulu aku hamil Fathir sih aku berusaha agar Kayla selalu dilibatkan dalam pengambilan beberapa keputusan kecil tentang adek nya...biar berasa penting aja gitu hehe...

    Bahkan setelah Fathir lahir, aku sengaja telfonin beberapa keluarga deket sih, kalo dateng ke rumah bawain kado juga buat Kayla, jangan buat Fathir aja...bhaahha...yang murah2 aja sih kayak jepit rambut atau penghapus gitu...

    Dan waktu itu Kayla aku memang aku angkat menjadi 'seksi kado' setiap ada tamu dateng dia yang bertugas nerima kado hehe...dan seneng banget anaknya..
    Bahkan yang konyol adalah, ada beberapa tetanggaku dateng dan bilang...tadi kado nya udah diambil duluan ama Kayla yah, ..bhahaha...suka agresip gitu anaknya...

    Aniweeei...Insya Allah kakak jangan terkena sindrom ini deh yah, dan bakalan sayang sama adeknya nanti :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaah, dulu jg waktu si Kakak ini lahir, aku cukup berhasil lah membuat mamas tetap merasa ada, malah perhatian lbh banyak ke si mamas dr pd ke baby kakak. :D

      Lucu jg minta dikado dobel gitu, kalo aku malah sibuk beliin kado buat Mamas supaya ttp merasa diperhatikan. Skrg jg gitu, lg mau ngumpulin kado nanti dibu gkis yg gede.

      Ide penerima kadonya bibi aku mau contek ah. Hihi... And, aamiin... Makasiih doanya, bi. Muach muach

      Hapus
  2. paling sebel tuh kalau ada yang bilang mau punya ade lagi nanti ga disayag lagi loh

    BalasHapus
  3. Hooo aku baru tahu sindrome ini....semoga kakak ga merasa iri ya..harus bisa sayang sama dedeknya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, makasiih bugurcil... Kamu jg sehat2 yoo

      Hapus
  4. NOE... yang sehat itu katanya sih anak laki dekat ma ibunya tapi mengikuti gaya si ayah. Cek deh Noe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Intinya mah, bapak dan ibunya harus kompak dan bs jd teladan yg baik ya mba Ade :) sipsip, makasiiih

      Hapus
  5. AKu belum punya anak tengah sekarang, mungkin ntar kalo Hana punya adik, Hana jadi anak tengah deh hehehe. Makasih sharingnya maak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi, kayaknya mau nambah lagi nih ;)

      Hapus
  6. Terimakasih mak sharingnya jadi lebih tahu :)

    BalasHapus
  7. Anak tengahku suka tantrum mak, hiks sedih kadang tuh

    BalasHapus

What wasn't said, will never be heard. What wasn't wrote, will never be read. Tinggalin komentar yuk...