Kamis, 25 Juni 2015

Rasa Kehilangan Saat Berbuka Puasa


Wajah Abyan terlihat aneh ketika kami menikmati menu buka puasa hari minggu lalu. Tidak seperti biasanya yang selalu ceria dan menggemaskan dengan candaannya. Kolak biji salak dan bakwan yang sedang disantapnya sebagai menu berbuka puasa pun tak lantas membuat selera humornya muncul. Ada apa ya?


Ceritanya di hari Minggu tanggal 21 Juni yang lalu, sekitar satu jam sebelum waktu berbuka, kakeknya anak-anak (Daffa & Abyan) datang mengantarkan kolak biji salak buatan nenek. Aku sempat meminta kakeknya anak-anak untuk ikut berbuka bersama di rumah kami, tetapi rupanya beliau memilih pulang lagi ke Cilegon.

Sebelum pulang, kakek sempat mengajak Daffa’ & Abyan untuk ikut ke rumah beliau di Cilegon, yang jaraknya hanya belasan kilometer saja dari tempat tinggal kami. Anak-anak langsung antusias ingin liburan di rumah kakeknya selama libur sekolah dan ramadhan ini. Tapi sayangnya, masih ada satu hal yang harus dikerjakan esoknya. Hari Senin, Abyan harus ke sekolah untuk mengambil surat pengumuman yang isinya informasi apakah ia diterima atau tidak di SD tempat ia mendaftar.

Kalau tidak hadir, Abyan akan dianggap mengundurkan diri dari pendaftaran murid baru SD, tahun ajaran 2015-2016. Jadi dengan berart hati, Abyan tidak bisa ikut kakeknya. Kecuali Daffa’ karena sudah bebas tugas sekolah sampai dengan tanggal 27 Juli, setelah pembagian rapor kenaikan kelas. Jadilah kami tinggal bertiga di rumah, yaitu aku, Abyan & Abinya.

Nah, waktu adzan magrib berkumandang, tibalah saatnya buka puasa. Suasana berbuka memang jadi kurang lengkap karena tidak ada Daffa'. Biasanya suasana makan bersama selalu penuh kehangatan dan canda tawa.

“Makasih Ibu sudah bikin bakwan. Bakwannya enak!” Begitu kebiasaan Daffa’ jika sedang menikmati masakanku. Daffa' memang anak yang mudah memberi pujian.

“Nggak enak tuh!” Sahut Abyan dengan cepat. Biasanya ia mengatakan itu sambil memicingkan mata ke arahku karena bermaksud meledek.

“Wah, minta dikelitikin nih? Beraninya bilang ngga enak!” Jawabku pura-pura marah dan mengancam. Abyan yang paling tidak kuat dengan kelitikan maut ibunya akan langsung menyerah, dan meralat kalimatnya dengan kata-kata pujian bahwa masakanku enak.

Mewarnai pun maunya berduaan

Begitulah suasana di ruang tengah rumah kami setiap kali kami makan bersama.  Di ruang tengah itu juga biasanya Daffa' & Abyan melakukan berbagai aktifitas, seperti membaca dan mewarnai. Bahkan saat aku sedang ingin mengajak mereka masak kue bersama. Ruang tengah juga menjadi tempat untuk membuat adonan.

Maklum saja, dapur yang ada sempit dan kami tidak punya ruang makan khusus karena rumah kami tipe RSSS, alias Rumah Sangat Sederhana Sekali. Sampai saat ini, aku masih memimpikan sebuah rumah dengan jumlah kamar yang cukup untuk anggota keluarga kami. Dan ada dapur serta meja makan yang nyaman untuk kami sekeluarga menikmati kebersamaan.

Meski saat ini impianku belum tercapai, bukan berarti hidupku tak bahagia. Karena bagiku, hal terpenting adalah bahgaimana menciptakan suasana yang penuh cinta antar anggota keluarga, meski hanya tinggal di dalam rumah yang sederhana.

Dan dari kejadian saat buka puasa yang tak lengkap karena tak ada Daffa’ hari minggu lalu, aku menyadari, cinta itu ada di rumah kami. Bahkan Abyan yang punya karakter super cuek pun bisa berubah 180 derajat, ketika salah satu anggota keluarga tak hadir di tengah kebersamaan kami.

“Kakak sayang Mamas tau, Bu!” Ujar Abyan sambil menyendok kolak biji salak dari mangkok di hadapannya.

“Bu, besok habis dari sekolah, Kakak mau ke rumah kakek, ya.” Pinta Abyan agar diantar ke rumah kakeknya.

Aku mengiyakan, supaya ia tenang. Lagi pula, kalau memang urusan sekolah sudah selesai, tidak ada alasan untuk melarang, kan? Paling-paling, nanti aku sebagai ibunya yang bakal merasa kesepian karena menjalani hari-hari di bulan Ramadhan ini tanpa ada anak-anak di rumah.

20 komentar:

  1. Yups yg penting rumah selalu penuh cinta yaa:))
    ga sabar puasa sama anak:))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Taon depan ngerasain, icus, puasa sm anak ;)

      Hapus
  2. Abyan kangen mamas yaa.. Meskipun sederhana, tapi kalau anak-anak saling menyayangi begitu, rasanya mewah banget ya mak :,)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, mewaaah... Makanya suka keilangan aja klo gk ada anak d rmh heuheuu

      Hapus
  3. Maunys berdua mulu ya. Abyan ama daffa .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya niih, susah dipisahin. Sampe baju aja maunya dikembar2in :D

      Hapus
  4. anak2ku klo kumpul, perang, kalo pisah, nyari2 hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasaaa anak2 mah suka gituu... :D

      Hapus
  5. Salfa juga suka ikut sahur dan buka puasa... tetapi kalau Ayahnya lagi jauh, Salfa jadi malas2an juga... soalnya tidak ada yang bisa dijadiin kuda-kudaan...

    Abyan + Daffa, salam sayang dan kenal dari dedek Salfa :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah Salfa polahnya makin banyak ya, pasti nggemesin :D semoga bs cpt kumpul sekeluarga yaaa dek Salfa... Salam sayang dr maska. Muach...

      Hapus
  6. Si Kakak kangen, ya. Kalau udah sering bareng, seperti enggan pisah ya, Mbak.

    Rumah sederhana, namun isinya begitu istimewa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, biasa berduaa.. Trus kepisah ya gituu :D

      Hapus
  7. Cinta baru terasa kalau yg dicintai tidak terlihat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aah, bener banget itu mami icha.. Huhuu

      Hapus
  8. Kaya Thifa seneng banget kalo kakek neneknya dateng ke rumah, sampai ngga dibolehin pulang hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wekeke... Biasa kakek nenek mah suka manjain cucu sih yaa

      Hapus
  9. kompak selalu ya berddua, nanti ada temannya adik baru jangan lupa di ajak main juga ya

    BalasHapus
  10. aiiihh kakak so sweet deh sampe merindukan mamas gituh... sama nih kayak vivi dan faris, klo barengan ribut terus, tp klo salah satu liburan di rumah kakek pasti saling mencari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya anak emang umumnya gitu ya, klo ads berantem, klo ngga ada saling kangen :D

      Hapus

What wasn't said, will never be heard. What wasn't wrote, will never be read. Tinggalin komentar yuk...