Rabu, 17 Juni 2015

Abyan Salah Sebut Nama Ibunya

Sepenggal wawancara antara Kakak dengan guru panitia penerimaan siswa baru di SD:

Guru: "Namanya siapa?"
Kakak: "Abyan"
Guru: "Panggilannya Aby atau Byan?"
Kakak: "Abyan"
Guru: "O, kalo nama ibunya siapa, sayang?"
Kakak: "Nurul Noe"
%@**()&#


Hehe, rupanya Maska lebih mengenal nama beken ibunya dari pada nama asli. Ekspresi wajah para guru yang memegang berkas pendaftaran milik Kakak jadi terlihat keheranan. Beliau-beliau lalu menoleh ke arahku dan mengisyaratkan permintaan konfirmasi. Jadi pingin tepok jidat Orlando Bloom. Haha.


Sebenarnya Maska bukan ngga tau nama asli ibunya. Hanya saja mungkin mereka lebih familiar dengan nama Nurul Noe yang sudah jadi personal brandingku sejak hampir 3 tahun belakangan. Maklum saja, mungkim karena Maska sering kuajak berkumpul dengan teman-teman komunitas jalan-jalan & blogger, dan kebanyak dari temanku juga memanggilku dengan nama Noe.

Begitu juga kegiatan ngeblog, aku mulai mengenalkan mereka tentang dunia blog. Pernah suatu hari ketika sedang memulai membuat blog untuk Mamas, Mamas bertanya kepadaku. Bu, kenapa nama blog ibu jadi nurulnoe.com, nama ibu kan Nurul Aslamiati? Begitu juga saat melihat namaku yang tercetak di sampul buku Backpacking Makassar & Sekitarnya. 

Kujelaskan kepada Mamas kalau itu nama beken ibu. "Nah, ayo sekarang kita cari nama keren untuk dijadikan alamat blog Mamas." Ujarku mengajak Mamas mencari nama blog yang ia suka. 

Sempat kuajukan beberapa ide, seperti ceritadaffa, duniadaffa, dan beberapa alternatif nama dalam bahasa Indonesia. Tetapi Mamas ngga tertarik. Kemudian saat di-Inggriskan, Mamas langsung antusias memilih nama daffastory. Lalu jadilah blog daffastory.blogspot.com.

Sejak akhir tahun 2014 lalu, Kakak juga sudah mulai sibuk minta dibuatkan blog.

"Bu, kalo blog Kakak nanti nanya apa? Ibu sama Mamas udah punya, Kakak belom." Pintanya sambil cemberut.

Aku lalu coba-coba lagi memberi pilihan nama blog untuk Kakak. Dan dia sama seperti Mamasnya, lebih suka yang ke-inggris-inggrisan. Kakak memilih ABYANLIFE untuk nama blognya. Tapi sampai sekarang belum aku buatkan blognya. :D

***

Aku mencoba mencerna pesan moral dari cerita random di atas. Bahwa sepertinya aku sudah sukses menjadikan Nurul Noe sebagai personal brandingku. Sampai anak-anakku saja lebih mengingat nama Nurul Noe dibanding nama asli. Seperti juga banyak teman yang memanggilku Mba Noe.

Dan aku jadi penasaran loh, kalau Maska sudah besar nanti, mereka akan punya nama beken seperti apa ya? Ngga mungkin kan tetap memakai nama Daffa Story atau Abyan Life. Trus dipanggilnya, "Hai Mas Story!", atau "Hallo Kak Life!". Haha.

Dan lagi, soal nama beken atau nama pena, biasanya seseorang akan membuatnya dengan penuh pertimbangan, berdasar pengalaman unik, atau dengan makna filosofis tertentu. Jadi, aku juga ngga bisa membuatkan nama pena untuk Maska dari sekarang. Biar mereka yang menemukannya sendiri nanti.

10 komentar:

  1. hi hi yang penting nurulnya bener ya mas aska

    BalasHapus
  2. Hahaha.... ntar ibu dibikinin bubur merah putih dlu ah klo ganti nama :p

    BalasHapus
  3. Kereeeeen Abyaaaan, bilang buguru dong, nama beken ibuku itu buuuu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Muahaha... Abis itu bu gurunya pd pengsan ya :))

      Hapus
  4. Balasan
    1. Hihi... Haai emak riweuh.. ;)

      Hapus
  5. haha....Noe nya darimana tuh Mak...Jangan sampai bikin lupa anak2 lupa nama aslinya emaknya lho hihi...

    BalasHapus

What wasn't said, will never be heard. What wasn't wrote, will never be read. Tinggalin komentar yuk...