Kamis, 07 Mei 2015

Mari Menghitung Bahagia

Semalam, seperti biasa di ruang tengah dengan TV yang menyala, seluruh anggota keluarga kecilku berkumpul. Meski TV bukan satu hal yang menyedot perhatian kami. 

Panorama langit pagi dari Bukit Kramatwatu Indah
Abyan selalu lebih senang menikmati kebersamaan dengan Abi-nya, bercerita banyak hal, seperti biasa. Sementara Daffa' semalam malah asik membaca buku kesukaannya.
Di sela kesibukan kami masing-masing, kadang aku menjadi pengganggu. Memberi tahu mereka betapa akyifnya si adik bayi dalam rahimku. Ia menendang dan menonjok. Aku ingin para lelaki di sekelilingku ikut merasakannya. Maka saat kuberitahu mereka tentang tendangan yang kurasakan di perut, para lelaki itu bersemangat untuk ikut meletakkan tangannya di perut buncitku.

Bahagia memang sederhana, ya. Dan waktu bersama keluarga adalah saat-saat yang paling berharga.

Kadang, saat lupa, hati dan fikiran terasa begitu berat. Teringat betapa banyaknya keinginan yang belum tercapai. Melihat sepeda motor yang tak bisa menganggut semua anggota keluarga saat harus berpergian bersama, memunculkan keinginan memiliki mobil.

Mengingat akan bertambahnya anggota keluarga baru, memunculkan keinginan untuk memiliki rumah yang lebih luas. Ingin ini, ini itu, banyak sekali.

Memang sudah sifat manusia, memiliki banyak keinginan. Orang bilang, sabar, iklas, dan tawakkal adalah kunci untuk mengatasi agar manusia tidak sampai stres, depresi, atau menjadi gila. Sebagai manusia, aku juga sering stress.

Kadang merasa bahwa masalah dan beban hidupku adalah yang terbesar di dunia. Sampai aku ingat untuk sejenak melihat ke bawah, melihat sekeliling dan sejenak membuka mata hati, dan menyadari bahwa sebenarnya ada begitu banyak orang yang lebih tidak beruntung dibanding aku.

Dan satu lagi, bersyukur juga merupakan cara terbaik untuk bisa mengusir kesedihan dan mengoposisinya menjadi perasaan bahagia.

Ya, kadang kesibukan kita menghitung seberapa banyak kesulitan dan beban hidup, membuat kepekaan kita mati untuk menyadari bahwa Tuhan senantiasa meliputi hidup kita dengan banyak sekali kebahagiaan. Mulai sekarang, agaknya aku harus lebih sering menghitung apa-apa yang membuatku merasa bahagia, untuk kemudian tersenyum dan mensyukurinya.

Bunga liar di tepi jalan

Bisakah kamu menghitung, 10 hal sederhana yang sudah membuatmu merasa bahagia pagi ini?
Biar kucoba,
  1. Bangun pagi dengan kecupan di kening dari suami
  2. Melihat geliat manja anak-anak saat kubangunkan pagi-pagi
  3. Sarapan bersama keluarga, meski hanya teh dan selembar roti
  4. Mendengar cerita Abyan di sela waktu sarapan, tentang tingkah konyol Abi-nya di hari kemarin
  5. Tak lupa mengucap terima kasih kepada suami karena sudah membuatkan teh
  6. Mendapat peluk dan cium dari anak-anak saat aku berpamitan pergi kerja
  7. Melihat panorama matahari terbit yang merah keemasan yang baru saja menyembul dari horizon di teluk Banten
  8. Memotret bunga-bunga kecil dengan handphone saat menyusuri jalanan komplek menuju jalan raya
  9. Menuju tempat kerja dengan bus jemputan kantor tanpa macet
  10. Mendapat inspirasi dan menulis ini untuk di-share di blog
Alhamdulillah...

Sekarang giliranmu, ayo hitung kebahagiaanmu hari ini :) 

2 komentar:

What wasn't said, will never be heard. What wasn't wrote, will never be read. Tinggalin komentar yuk...