Rabu, 20 Mei 2015

Ingin Memperjuangkan IMD

Sabtu 16 Mei 2014, aku ke Puskesmas untuk memeriksakan kandungan. Sampai di sana, agak kaget karena ternyata Puskesmas-nya tutup. Setelah bertanya ke petugas di bagian UGD 24 jam, aku baru sadar kalo sabtu itu tanggal merah. Untung petugas UGD tetap mau melayani pasien yang datang.


Aku diajak masuk ke ruang bersalin yang ada di UGD. Kehamilanku diperiksa. Mulai dari denyut jantung janin, panjang rahim, dll. Kemudian petugas mencatan hasil pemeriksaannya. Sambil menunggu petugas yang sedang mencatat, aku menyapukan pandangan ke seluruh ruangan bersalin UGD Puskesmas.


Ada satu hal yang sangat menarik perhatianku, yaitu sebuah poster di dinding ruang bersalin. Poster itu berisi informasi tentang himbauan untuk mengupayakan IMD (Inisiasi Menyusui Dini).

Duh, aku jadi makin pingin mempraktekan IMD setelah melahirkan nanti. Karena dari beberapa buku yang kubaca, ditambah testimoni teman-teman yang sudah menerapkannya, IMD ternyata bukan hanya menjadi momen yang sangat membahagiakan, tetapi juga banyak manfaatnya.

Ini salah satu kutipan yang kuambil dari buku karangan Henny Puspitarini, yang berjudul "Membangun Rasa Percaya Disi Anak".

"IMD adalah modal awal menumbuhkan rasa percaya diri anak. Sudah selayaknya ibu memperjuangkannya."


Sebelum pulang dari UGD Puskesmas, aku sempat bertanyabpada petugas, apakah jika nanti aku melahirkan di sana, aku bisa mempraktekkan IMD?

"Tentu saja bisa," kata petugas cantik di UGD. "Asal ibu lahirannya normal, bayinya sehat, dan ngga ada kendala serius lainnya." Kata petugasnya lagi.

Mendengar penjelasan petugas di UGD Puskesmas, aku jadi lega. Dan sepertinya sedang mempertimbangkan untuk melahirkan di Puskesmas saja. Semoga semua lancar sehat tanpa kendala apa pun. Aamiin.

15 komentar:

  1. aku kemarin juga rencana IMD, apa mau dikata ternyata harus sectio. Sementara IMD berhasil kala persalinan sectio baru dilaksanakan di RS Dr Soetomo Surabaya. Well semoga proses lahirannya lancar ya, lebih syukur lagi kalo bisa IMD. Semangaaat!

    https://ranirtyas.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, yg penting skrg baby n ibunya udah sehat ya bun. Makasiih doanya... :)

      Hapus
  2. Sekarang udah banyak bidan puskesmas teredukasi soal IMD. So no worry...tinggal pasien rajin-rajin bertanya tips untuk persiapan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyo yo mak Arin, kitanya emang kudunrajin :D

      Hapus
  3. Semoga berhasil IMDnya Mb Nurul. Salam kenal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. Makasih, n salam kenal mba Ummi :)

      Hapus
  4. Alhamdulillah dua anak saya berhasil IMD....sayang anak pertama enggak
    Semoga lancar nanti IMD nya ya mak Nurul

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah senangnya...makndikau bisa ngerasain IMD. Makasih doanya ya maak... Aamiin

      Hapus
  5. semoga bisa melakukan IMD dan lancar proses persalinannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, makasih doanya mba Entik :)

      Hapus
  6. Dulu dokterku dgn santainya blg IMD tu ga penting n ga guna... jan dokter ga gaul tenan. Kadang klo dokter senior suka kurang up2date emang meskipun ga smua sih. Walhasil IMD gagal total n enrah kpn bisa ngalamin itu :(
    Moga2 lancar ya nanti IMD mu mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mak, hamil lagi laah... ;)

      Hapus
  7. Komunikasikan sama bidan atau dokternya jauh-jauh hari sebelum melahirkan Bun, istilahnya janjian, soalnya ada juga bidan di daerah saya yang gak mau, ngeri katanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, ini jg udah mulai, setiap periksa aku selipin pertanyaan soal IMD :D

      Hapus

What wasn't said, will never be heard. What wasn't wrote, will never be read. Tinggalin komentar yuk...