Sabtu, 16 Mei 2015

Ikan, sahabat baru Abyan

Gara-gara family trip ke Aceh bulan April, Abyan jadi ngebet banget punya aquarium dan melihara ikan hias. Pemicunya adalah karena ada salah satu teman seperjalanan yang punya hobi ikan hias. Jadi sepanjang perjalanan kami, Abyan & temanku yang biasa dipanggil Om Ihwan oleh Abyan banyak ngobrol soal ikan dan ditunjukin koleksi foto-fotonya.

Lalu waktu di Malaka, kebetulan kami menginap di penginapan yang hommy banget, yaitu
Sayang Selalu Guest House. Disana, di living room guest house, ada aquarium kecil yang cantik dengan ikan warna warni. Lengkap dengan batu-batu dan rumput hias di bagian dasar aquarium. Nah, rasa ingin punya aquarium dan ikan hias pun tambah naik. 

Puncaknya, waktu kami sampai di destinasi trip utama kami, di Sabang. Ini untuk pertama kalinya Abyan diajak nyemplung ke laut untuk snorkeling. Waktu itu kami snorkeling di sekitaran pulau Rubiah. Ikannya ada banyaaak banget. Air lautnya bening. Sampai-sampai kami ngga harus nyelam untuk bisa lihat ikannya.

Pulang dari trip ke Singapura, Malaysia & Aceh-Sabang, awal bulan April, Abyan terus-terusan minta dibeliin aquarium dan ikan. Tapi aku ngga langsung mengabulkannya.


Aku memberi syarat ke Abyan, kalau mau piara ikan, Abyan harus jadi anak baik, mandiri, dan stop manjanya.

Jadi selama sebulan, Abyan dilatih untuk lebih mandiri, seperti merapikan tempat tidur dan mainan sendiri, mencuci piring bekas makan sendiri, ngga boleh hak-hik-hak-hiks (merajuk merengek) kalau sudah waktunya mandi dan mengaji padahal lagi asik-asiknya main di luar rumah. 

Terkesan kejam, ya? Kufikir ini penting untuk mengajarkan tanggung jawab, bukan sekedar melatih kemandirian agar ngga manja. Karena nanti Abyan memang akan punya tanggung jawab baru, yaitu merawat ikan. 

Sekecil apa pun, ikan adalah mahluk hidup, makluk Tuhan. Ngga boleh asal beli, dibawa pulang supaya anak senang, lalu dicuekin dan mati sia-sia. Dosa lah. :(


Setelah memperhatikan perkembangan Abyan sebulan terakhir, yang sudah mulai meningkat kemandiriannya, akhirnya aku merasa Abyan sudah pantas diberi reward, yaitu dikabulkan permintaannya memelihara ikan di aquarium. 

Jadi kemarin sore kami sekeluarga pergi ke toko ikan hias, dan membeli aquarium kecil yang harganya terjangkau. Satu paket cuma Rp55.000, rinciannya sebagai berikut:
  • aquarium kecil bahan plastik Rp30.000
  • batu kerikil warna warni Rp5.000
  • rumput hias bahan plastik Rp5.000
  • 4 ekor ikan kecil Rp10.000
  • makanan ikan Rp5.000

Pemilik toko ikan menyarankan kami memilih jenis ikan yang kuat meski tidak diberi gelembung oksigen. Alasannya, aquarium yang kami beli ukurannya kecil dan kami tidak punya cukup budget untuk membeli alat yang menghasilkan gelembung oksigen.


Sampai di rumah, Abyan langsung merangkai sendiri aquariumnya, dipandu abinya. Mulai sekarang, Abyan punya tanggung jawab baru, yaitu memberi makan ikan sesuai aturan, dan mengganti air aquarium setiap pagi. 

Nah, dari pengalaman pertama di keluarga kami soal aquarium ini, aku jadi melihat ada nilai-nilai dan manfaat bagi anak dengan memiliki hewan peliharaan, diantaranya:
  1. Mendorong anak untuk percaya diri, karena diberi kepercayaan oleh orang tua untuk memiliki peliharaan sesuai keinginannya
  2. Melatih anak untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab, melalui kewajiban rutin dalam merawat ikan dan aquarium 
  3. Mengajarkan anak tentang kasih sayang, meningkatkan kepedulian dan empati dengan sesama mahluk hidup
  4. Meningkatkan aktivitas fisik yang lebih banyak. Ini efektif untuk mengurangi jam nonton TV, atau keinginan main gadget. Meski sebenarnya anak-anakku belum kubebaskan main gadget.
  5. Mendukung anak menjadi pribadi baik karena memiliki masa kecil yang bahagia.


Sebagaimana tercatat dalam hasil penelitian dari State University of New York, bahwa kadar stress seseorang bisa berkurang saat ditemani oleh hewan peliharaannya.

Doakan ya, semoga Abyan, yang sebentar lagi harus menanggalkan statusnya sebagai anak bungsu karena akan lahir adik bayi, bisa mandiri dan ngga manja lagi. Doakan konsisten merawat ikan-ikannya, dan mendapat manfaat serta berkah. Aamiin.

12 komentar:

  1. Wuih seru. Anakku yg 3 thn jg kmaren maksa pengen beli ikan. Pdhl di rumah gak punya akuarium jdnya disimpen di toples. Eh besoknya mati
    Dia sedih, abis itu dia gak mau lg beli ikan. Kasian ktnya kalo mati lg. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa... Kasian ikannya ya. Lagian klo umur 3th, kudu kita yg rajin ngerawat ikan. Nanti agak gedean lg, coba piaraan lain, hihi

      Hapus
  2. Ikan itu rada tricky lo harus telaten ngurusnya tp kak Abyan pasti bisa lah :)
    Tante mah masih setia sebagai pecinta pus garis keras lah :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waktu kecil kucingku ada 3 lho, hihi... Tapi sekarang ngga tlaten euy ngerawat kucing :D

      Hapus
  3. jadi inget pas kecil dulu pernah ngerengek2 minta pelihara ikan, tapinya trus maled dan ikannya mati semua. hihihi, jadi ngerasa dosa ya! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi, emg suka gitu kok anak2 kan suka moody, makanya minta didoain nih, moga Abyan konsisten. :D

      Hapus
  4. Wah Abyan, selamat ya sudah dipercaya dirawat ikan dan memiliki hewan peliharaan. Semoga sukses dan berhasil terpupuk semangat sayang binatang sekaligus rasa tanggungjawabnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Makasih doanya ya bunda :)

      Hapus
  5. jadi inget zaman SD dulu suka beli ikan cupang buat di adu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi... Masa kecil yg bahagia yaaa

      Hapus
  6. adikku juga waktu kecilnya berteman dengan ikan hmm kalo pulang sekolah dia pasti bawa ikan hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya yaa... Di SD selalubada pedagang ikan :D

      Hapus

What wasn't said, will never be heard. What wasn't wrote, will never be read. Tinggalin komentar yuk...