Rabu, 27 Mei 2015

Berjanjilah Untuk Selalu Percaya

Itu judul posting kok menye-menye banget ya, haha.. Padahal kan aku mau share tentang progress belajar menulis-nya Daffa'.

Credit photo
Jadi gini, judul posting ini terinspirasi oleh pesan terakhir Oogway kepada Shifu dalam film Kungfu Panda yang pertama. Oogway adalah kakek tua (kura-kura), seorang master kungfu yang sangat bijaksana. Sedangkan Shifu adalah seorang master kungfu yang merupakan murid dari Oogway.

Pesan Oogway sebelum mati adalah, meminta Shifu untuk dapat melatih seekor Panda bernama Po, hingga menjadi seorang ksatria naga, agar dapat mengalahkan Tai Lung, si penjahat yang sangat ditakuti.

Awalnya Shifu merasa tak yakin, mengingat Po yang secara kebetulan dipilih Oogway untuk menjadi ksatria naga itu, punya perawakan yang gendut, jago makan, dan sama sekali belum memiliki dan mengerti kungfu. Tetapi Oogway menyakinkan Shifu, bahwa tidak ada yang kebetulan di dunia ini, dan bahwa untuk bisa mencapai tujuan, dibutuhkan rasa percaya.

"Berjanjilah untuk selalu percaya!" Ucap Oogway sebelum akhirnya pergi untuk selamanya.

Itulah sepenggal cerita yang sarat pesan moral dari film animasi asal Amerika sana. Entah sudah berapa kali nonton film itu bareng anak-anam, baik di TV, maupun laptop. Rasanya ngga bosan. Terakhir nonton, sekitar seminggu yang lalu. Nah, pas adegan filmnya sampe di bagian pesan Oogway itu, kok aku jadi mak jleb. Teringat perjuangan ngajarin Daffa' untuk bisa nulis tangan dengan lancar. 

Barangkali ada yang pernah baca cerita 'Daffa istirahat dulu nulis blog' beberapa waktu lalu di blog ini. Sekarang ceritanya kepingin update bagaimana progressnya.


Setiap malam, sebelum tidur biasanya aku tanya ke Daffa'. Bagaimana belajarnya tadi pagi di sekolah? Pelajaran apa? Nulisnya masih ketinggalan ngga? Ya, biasanya kan Daffa' nulisnya lambat, dan ngga kelar sampe waktunya harus pulang. Disitulah saya merasa sedih karena gurunya ngeluh terus. :p

Tetapi, jawaban Daffa' saat kutanya sekitar 2 minggu lalu itu berhasil membuatku terharu. Bahagiaaa banget!

"Tadi bu guru bilang gini, Bu, makasih ya Daffa' sudah berubah. Sudah bisa nulis cepet dan lebih rapi." Begitu Daffa' menceritakan kembali pujian dari ibu guru wali kelasnya. 

Kalau inget-inget lagi, setelah terima rapor bayangan semester 1, sempet hopeless. Ibu guru wali kelasnya Daffa' bilang, kalo Daffa' masih ngga bisa ngimbangi kecepatan rata-rata temannya di kelas dalam menulis, kemungkinan Daffa' ngga akan naik kelas 3. Whoaa... Seperti kesamber petir dengernya. Lalu aku jadi mellow yellow. Kepikir buat pindahin sekolah Daffa' ke yayasan swasta yang sistem belajarnya lebih melihat dan mendukung dimana potensi anak. Bukan menyama-ratakan berdasar nilai akademik.

Karena aku percaya, sebetulnya Daffa' bukan anak bodoh. Dia hanya belum mendapatkan stimulasi dan cara belajar yang pas, yang bisa mendorongnya untuk meledakkan potensinya. Dan ini juga salahku, yang sejak dulu suka cuek. Saking percayanya bahwa sebenarnya ngga ada anak yang terlahir bodoh, bahwa setiap anak pasti punya potensi, lalu malah cuek-cuek aja. Ngga usaha memberi stimulasi yang tepat supaya si anak bisa menggali potensinya. Hehe... *keplak diri sendiri*

Emaknya lebih seneng ngajak mbolang daripada belajar

Tapi itu dulu ya... Alhamdulillah sekarang sudah berlalu masa-masa galau itu. Sekarang Daffa' sudah ada kemajuan. Berkat rasa percaya dan disiplin latihan nulis di rumah. Latihan nulisnya 2x sehari, siang sepulang sekolah dan malam setelah magrib.

Daffa' diberi tugas menyalin tulisan yang ada dalam buku bacaan. Biasanya 1 sampai 2 halaman buku. Buat Daffa' yang ngga suka nulis, bisa jadi karena trauma karena selalu dibilang nulisnya lambat, latihan nulis ini pasti berat dan membosankan. Belum lagi setelah selesai menulis, hasil tulisannya masih harus dikoreksi, mana yang salah-salah, lalu dibetulkan lagi.

Nah untuk bisa disiplin, dan agar Daffa' bisa menjalani prosesnya dengan menyengkan, aku & misua juga kompakan memakai jurus khusus.

Berikut adalah tips sederhana ala kami, agat anak bisa senang belajar menulis tangan:

  1. Menerapkan sistem reward & punishment. Setiap selesai menulis, Daffa' akan diberi rewards. Biasanya berupa coklat, atau makanan kesukanya. Tapi kalau males dan ngga mau nulis, ya ngga dikasih coklat. Alhamdulillah-nya Daffa' selalu menyelesaikan tugasnya, tak peduli seberapa lama waktu yang dibutuhkan, yang penting sampai selesai.
  2. Beri pujian setiap kali ada kemajuan yang dicapai. Dari hari ke hari, Alhamdulillah Daffa' selalu menunjukkan kemajuan, seperti waktu menyelesaikan tugas yang lebih cepat, serta tulisan lebih rapi dan mulai bisa terbaca. Pujian yang kami berikan, kami harap bisa menumbuhkan semangat belajar dan rasa percaya dirinya. Kan selama ini udah terlalu banyak komplain yang dianterima. Heuheuu...

Udah si, kayaknya cuma dua tips sederhana itu yang kami pakai untuk penyemangat belajarnya Daffa'. Sekali lagi, Alhamdulillah karena Daffa' sudah bergerak maju ke arah yang lebih positif. Aku berharap, semoga kedepannya Daffa' punya takdir yang baik dan sukses di masa depan. Meraih cita-citanya. Menjadi seorang yang bukan hanya sekedar seonggok daging yang punya nama.

Iya, seperti halnya Po, si panda yang mendapat kepercayaan Oogway dan dilatih oleh Shifu dengan cara yang tepat, dalam film Kungfu Panda. Jadi inget, saat latihan kungfu, Po ngga boleh makan sebelum selesai latihannya. Hehe, padahal kan Po hobi banget makan. Tapi itulah yang kemudian mendorongnya untuk semangat latihan supaya bisa cepet-cepet makan. Sampe akhirnya Po berhasil menguasai ilmu kungfu.

Dan akhirnya, aku sampai pada satu kesimpulan, bahwa untuk mengantarkan seseorang yang semula 'zero', menjadi seorang 'hero', dibutuhkan rasa percaya dan usaha yang keras.

Maka, berjanjilah untuk selalu percaya. 

8 komentar:

  1. Semangat ya Daffa, pasti bisaaaaa!
    Aku juga seneng liat film kungfu panda, diulang berapa kalipun juga nggak bosan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.. Toss mak Li, aku jg gk boseen nonton kungfu panda :D pesan moral nya juga banyak

      Hapus
  2. Mbolang kan belajar tentang kehidupan juga. Street wise.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyoo mba, tp saking PD nya ngajak belajar di alam, aku lali nyeimbangin sm belajar utk di bangku sekolah :D

      Hapus
  3. semangat terus ya daffa ::)

    BalasHapus
  4. Yang jarang dilakuin saat ngajarin anak yaitu pujian

    hanya menerapkan sistem hukuman aja jika anak salah.

    jadi kepikiran, cara gitu apa bener bisa buat anak jadi pinter ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaa itu namanya gk seimbang dong ya, segala sesuatu yg gk seimbang sepertinya ngga baik :)

      Hapus

What wasn't said, will never be heard. What wasn't wrote, will never be read. Tinggalin komentar yuk...