Jumat, 07 Juni 2013

Nostalgia Buku Diary


Dear Diary,

Hari ini aku bahagia sekali. Di Sekolah aku dapat nilai tertinggi ulangan harian. Lalu, kamu tau apa yang membuatku lebih bahagia lagi? Si Dia mengucapkan selamat padaku, dan mengajakku berjabatan tangan. Waahh… Pokoknya hari ini aku seneeeenggg banget!

Akhirnya, setelah menunggu lama sejak pertama kenalan waktu MOS1, aku bisa juga deket-deketan sama dia. Habis ngucapin selamat, dia ngajak aku ke kantin dan jajan bareng. Hihihi.., aku di traktir loh. Aku malu-malu gitu tadi, tapi setelah bel masuk kelas bunyi, aku nggak langsung masuk kelas. Dari kantin aku ke toilet dulu dan jingkrak-jingkrak sendirian.
Hmm.., besok Dia ngajak makan bareng lagi nggak ya?

MOS: Masa Orientasi Siswa.
*****

Yups, seperti itu kira-kira isi buku diary saya jaman SMP. Hampir tiap hari nulis seperti itu. Kejadian apapun ditulis di buku diary. Buku diary itu sudah jadi semacam teman setia yang mau mendengarkan apapun cerita saya sehari-hari. Rasanya lega aja gitu kalo sudah nulis.

Ada banyak kan yang punya kebiasaan seperti saya? Ya dong ya… hihihi, *maksa.
Buku diary saya jaman dulu itu, bukan sesuatu yang rahasia. Saya bebaskan siapapun yang ingin membaca isinya. Jadi yang saya tulis disana juga yang umum-umum saja. Kalo ada sesuatu yang memang tak pantas diceritakan, yang tak akan saya tulis. Biarlah rahasia itu tetap menjadi rahasia.

Kebiasaan nulis di buku diary terus berlanjut sampai SMA dan saat saya kuliah. Bedanya, waktu SMA saya menulisnya sudah bukan di buku diary yang pingky-pingky dan bergambar gadis cantik seperti jaman SMP. Nggak ada yang istimewa dari bentuknya, saya menggunakan buku tulis biasa sebagai diary. Berhubung lagi, saya lebih suka diary itu untuk dibaca orang lain, bukan bersifat rahasia, maka buku diary semasa SMA itu saya bebaskan kepada teman-teman dekat yang ingin menulis juga di buku itu. Jadilah itu satu buku untuk curhat bersama. Ternyata seru!

Kalau jaman saya kuliah. Buku diary saya sudah berubah lagi. Kali ini lebih elit sedikit, yups, buku agenda. Warnanya hitam, lengkap dengan segala informasi standart yang ada di buku agenda pada umumnya. Meskipun isinya nggak jauh beda, cuma curhatan.

Selesai kuliah, bekerja, menikah. Nggak ada waktu lagi buat nulis-nulis. Sampai akhirnya pada Juli 2009 saya berkenalan dengan Facebook, lalu berlanjut dengan twitter. Disanalah segala hal yang ingin diceritakan ditulis dan dibaca banyak teman yang terhubung. Lalu pada 2010, mengenal blogger. Blog pertama saya itu ya isinya juga nggak jauh-jauh soal kejadian dalam kehidupan pribadi. Bedanya kalo dulu pake awalan “Dear Diary” dan tulisannya seperti bercerita atau mengobrol dua arah, di blog bentuk tulisannya lebih banyak puisi atau prosa.

Jadi, lima ratus kata di postingan pertama di blog baru ini, saya ingin kembali bernostalgia dengan buku diary. Bercerita apapun disini, dalam diary berbentuk blog. Dan inginnya saya lagi, bukan Cuma saya yang nulis di blog ini. Tapi seperti buku diary saya waktu SMA. Yuk bersahabat, dan saling curhat bersama.

Oya, sedikit tentang nama blog. Nama ini berdasar saran dari mba Mba @RedCarra. Tadinya Cuma mau DailyDiary.blogspot.com tapi karena tidak tersedia, maka ditambah NOE didepannya. NOE sebenarnya singkatan dari Network Of Excellence. Jadi, mari mebangun persahabatan!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

What wasn't said, will never be heard. What wasn't wrote, will never be read. Tinggalin komentar yuk...