Rabu, 28 September 2016

Milestone: Kata Pertama Abang Ranu


Selalu ada momen pertama dalam hidup seseorang. Dan biasanya momen pertama itu menjadi kenangan terindah untuk disimpan. Seperti kali ini, aku sedang sangat senang melihat abang Ranu yang selama 2 minggu terakhir sudah bisa bilang 'mam', 'nyam' atau 'mamam' jika minta makan atau minum.

Selasa, 27 September 2016

Cara Merawat Mesin Absensi


Demi keadilan sosial bagi blog yang sama-sama aku kelola (*halagh) ngga ada salahnya ya kalau di sini aku juga ngomongin soal mesin absen. Haha. Kalau di blog nurul noe dot com aku lebih ngomongin penemu dan sejarah perkembangannya, kali ini aku mau bahas bagaimana cara merawat mesin absensi sidik jari.

Rabu, 21 September 2016

Sayang Anak? Perhatikan Isi Rumah!


Saat memasuki usia 1 tahun, Abang Ranu makin aktif bergerak. Terutama aktif belajar jalan. Walau belum lancar berjalan sendiri, alias masih dititah, si Abang maunya main di luar rumah. Seneng aja dia, dititah dan jalan kesana kemari di antara anak-anak sebaya Mamas dan Kakak yang lagi asik bermain. Kadang, si Abang ikut-ikutan mau nendang bola, atau ikutan lari-lari sambil tertawa ceria.

Melihat semangat belajar si Abang dan kesenangannya main di luar, kadang aku kuatir. Kuatir Ojrahar atau akunya kecapekan njagain trus sakit pinggang. Haha. Eh, ngga ding.

Minggu, 11 September 2016

D'jakarta - From Anniesa Hasibuan for NYFW


Dua hari ini menjadi hari-hari paling penting buatku. Sepulang dari Bali, aku tak mau melewatkan hari dengan sia-sia. Kuhabiskan sebagian besar waktu untuk bersama abang Ranu. Kutuntaskan rasa kangen setelah meninggalkannya selama 3 hari. Baru setelah dia tidur, aku bisa menulis dan buka-buka socmed. Salah satu ritual wajib sebagai blogger. Haha.

Malam ini di instagram, aku melihat akun mba Indah Nuria dipenuhi info tentang sebuah event keren di New York. Mengapa aku bilang keren?

Rabu, 07 September 2016

Rencana Menjadi Driver Taxi Online


Bulan September sudah hampir masuk ke pertengahan bulan dan itu berarti Abang Ranu sudah berumur 1 tahun. Dan itu berarti juga bahwa Ojrahar sudah sampai di ambang batas waktu untuk kembali ke dunia kerja, sesuai komitmen dulu waktu memutuskan resign. Iya, dia resign setelah tau aku hamil, demi menjadi suami siaga dan ikut merawat bayi kami. Luar biasa mengorbanannya. Aku terharu.

Menghabiskan banyak waktu untuk anak memang menyenangkan. Namun kami dihadapkan pada realita. Sekarang, Ojrahar harus rela kembali ke Jakarta untuk ngukur jalan. (((Ngukur jalan))).