Rabu, 11 Januari 2017

Rendang Jengkol Kok Ngga Bau?

RJ Mak Buncit

Minggu lalu aku dan Ojrahar sempat dibuat penasaran sama rendang jengkol Mak Buncit. Ada yang aneh dan ngga biasa menurutku. Beberapa jam setelah makan nasi plus rendang jengkol itu, kok pipisnya ngga bau ya? Lalu kami sepakat menunggu sampai besok paginya, mungkin baru akan bau.

Nah, setelah waktunya tiba, dan kami melakukan rutinitas pipis pagi, aku tetap ngga mencium bau jengkol yang biasanya nusuk hidung. Ada sih baunya tapi dikiiit. Setelah toilet disiram air yaudah ngga ada bau lagi. Biasanya kan hanya berselang 3 atau 4 jam aja, pasti langsung bau jengkol kalau pipis. Udah gitu, aku harus pakai karbol dan menyikat toilet agar baunya hilang. Ini mah nggaaaak.

Rabu, 04 Januari 2017

Noetraveler.Com, Hopeless atau Hopeful?


Aku sempat hopeless sama blog www.noetraveler.com

Terfikir untuk ... udahan aja lah! Merasa ngga punya energi untuk belajar lagi. Ngga sanggup mikir untuk nulis pakai bahasa Indonesia sederhana supaya mudah ditranslate ke bahasa Inggris. Jadi yasudah, biarkan saja.

Lagipula aku terbentur realita, bahwa yang lebih kubutuhkan saat ini adalah lembaran rupiah untuk menjaga agar dapur tetap ngebul. Maka kuputuskan untuk fokus pada yang menghasilkan saja. Sampai akhirnya Desember tiba.

Jumat, 09 Desember 2016

Pengalaman Ikut Lomba Menari L.O.V.E.


Hallo, dengan Abang Ranu di sini. Walau umur aku baru 1 tahun 3 bulan, tapi aku udah pinter cerita kok. Hehe.

Jadi ceritanya, beberapa waktu lalu sepulang ibuku dari kantor, ibu ajak aku bikin video menari L.O.V.E. Aku awalnya ngga ngerti deh, kenapa ibuku semangat banget. Trus ibu bilang, katanya Tante Mila, temannya ibu yang baik banget juga sama aku, lagi sedih karena kehilangan pasion. Duh, aku jadi ikutan sedih.

Jadinya aku ikutan semangat. Apalagi backsound musiknya adalah lagu yang aku suka. "L.O.V.E i love you and you love me ..." begitu bunyi liriknya.

Selasa, 06 Desember 2016

d'Arcadia Treasure Sandal Baruku


Belum lama ini aku habis beli sepatu baru. Sepatunya sederhana, tapi istimewa. Persis seperti yang aku mau, yaitu seperti sepatu kesayangan yang udah memprihatinkan kondisinya.

Sepatu yang kubilang memprihatnkan itu, adalah sepatu yang aku beli di Chinatown Singapura bulan Mei 2016 lalu. Kesannya waw ya beli di Singapura. Padahal harganya cuma 2 SGD aja, alias 20 ribu an rupiah. ((DUA PULUH RIBU RUPIAH)).

Kamis, 17 November 2016

Menangani Barang Bekas


Minggu ini aku pinya rencana untuk bersih-bersih rumah. Aku merasa sudah terlalu banyak barang yang tak terpakai dan jadi bikin sumpek. Mungkin udah jadi kebiasaan selama ini, ada barang ngga terpakai tapi dibuang sayang. Dengan harapan mungkin nanti bisa diperbaiki atau bagaimana. Tapi kenyataannya itu barang bekas ya cuma numpuk aja. Ujung-ujungnya malah jadi sarang tikus. Euh!

Beberapa barang bekas yang masih numpuk di rumahku di antaranya adalah perlengkapan bayi baru lahir, sepatu dan baju-baju MasKa yang udah kekecilan, mainan anak-anak yang udah ngga karuan bentuknya, peralatan rumah tangga yang jarang banget dipakai, tas-tas yang udah rusak resletingnya atau putus talinya, dan masih banyak lagi.