Sabtu, 25 Februari 2017

Romansa Jogja Dalam Potret Wedang Ronde


Ada yang membuatku terus mengenang Jogja sebagai kota yang romantis dalam benakku. Beberapa bulan setelah menikah, aku dan Ojrahar melakukan perjalanan berdua saja ke sana. Satu sore, kami menghabiskan waktu berdua di alun-alun Jogja.

Aku dan Ojrahar duduk di warung lesehan. Kami memesan semangkuk wedang ronde untuk menjadi penghangat romantisme kami sore itu, sambil menikmati suasana yang ada. Mobil berhias lampu kerlap-kerlip, pedagang mainan, juga mereka yang berjalan dengan mata tertutup melewati lorong beringin kembar.

Kamis, 02 Februari 2017

Ranu Pakai Clodi Little Hippo


Sejak lahir, abang Ranu udah mulai pakai clodi, alias cloth diaper, atau popok kain yang bisa dicuci kering pakai lagi. Bukan mau sok go green atau apa. Tapi karena faktor hematnya itu loh. Kalau dihitung-hitung kan, memang lebih ekonomis pakai clodi yang bisa dipakai sampai usia 2 tahun.

Memang sih, uang yang harus keluar di awal kerasa banget gedenya. Apalagi kalau yang dibeli clodi impor yang harganya ratusan ribu. Untungnya sekarang banyak clodi lokal yang harganya kejangkau. Jadi ngga terlalu nyesek belinya.

Senin, 23 Januari 2017

Menyikapi Meraka Yang Kepo, Nyinyir & Nyebelin


Di socmed, aku sering membaca status-status berisi kata hati, semacam complaining namun dikemas lebih apik. Biasanya berupa saran atau imbauan kepada orang lain agar jangan melakukan perbuatan tidak menyenangkan. Jangan nyinyir! Jangan kepo dan nyebelin!

Ya, orang memang cenderung mudah berkomentar, atau melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang terdengar biasa, namun sebenarnya sangat mengusik.

Jumat, 20 Januari 2017

Review: Redwin Sorbolene Moisturizer


Udah lama banget ngga suka pake lotion. Padahal traveling a la backpacker tuh sukanya lebih blusukan dan banyak terpapar sinar matahari. Gosong dan kusam udah pasti. Tapi cuek aja lha wong Ojrahar juga ora urus. Sampai satu hari diundang acara gathering sama beauty blogger. Yaampun, pada bersinar banget sih. Lha aku? Nyahahahah.

Tapi itu belum menjadikan hati ini bertekad untuk merawat kulit. Iya, gue mah gitu, bandel. Trus dunia blogging ramailah dengan campaign usia cantik. Terkesima gue dibuatnya. Itu umurnya udah pada kepala 4 tapi kok masih cantik. Kulitnya alus. Lha aku? Glek!

Rabu, 11 Januari 2017

Rendang Jengkol Kok Ngga Bau?

RJ Mak Buncit

Minggu lalu aku dan Ojrahar sempat dibuat penasaran sama rendang jengkol Mak Buncit. Ada yang aneh dan ngga biasa menurutku. Beberapa jam setelah makan nasi plus rendang jengkol itu, kok pipisnya ngga bau ya? Lalu kami sepakat menunggu sampai besok paginya, mungkin baru akan bau.

Nah, setelah waktunya tiba, dan kami melakukan rutinitas pipis pagi, aku tetap ngga mencium bau jengkol yang biasanya nusuk hidung. Ada sih baunya tapi dikiiit. Setelah toilet disiram air yaudah ngga ada bau lagi. Biasanya kan hanya berselang 3 atau 4 jam aja, pasti langsung bau jengkol kalau pipis. Udah gitu, aku harus pakai karbol dan menyikat toilet agar baunya hilang. Ini mah nggaaaak.